My Exotic Wife

My Exotic Wife
Beretemu Orang Aneh


__ADS_3

Sore hari Ana berjalan menuju sebuah cafe di pusat kota. Ana ingin bertemu dengan seorang teman yang dia kenal di kampus. Ana sangat antusias karena semenjak tinggal disini dia selalu sibuk dengan banyak tugas dan praktek di rumah sakit di tahun pertama. Sekarang jadwal Ana sudah sedikit senggang.


Emily yang sedang duduk di sebuah meja melambaikan tangan ketika melihat Ana. Ana pun tersenyum melambikan tangan nya balik. Ana memang sedang mencari pekerjaan di kala senggang karena sungguh sangat bosan hanya tinggal sendiri.


"Hai An," Emily menyapa Ana dan saling berpelukan.


"An aku langsung saja karena waktu ku tidak banyak, bisakah kamu menjaga tempat penitipan anak milik ku? ya hanya mengawasi staf nya saja, karena aku tidak selalu bisa datang kesana." Emily menjelaskan panjang lebar karena dia sedang menjalani pendidikan spesialis anak.


"Apa kamu serius? Aku sangat menyukai anak-anak. Aku akan sangat bahagia kalau kamu mempercayakan itu semua pada ku." Ana tersenyum sangat bahagia, dia memang sangat menyukai anak-anak. Apalagi Ana sempat akan menjadi seorang ibu tapi takdir berkata lain.


"Baiklah An, besok kamu sudah bisa langsung kesana, tidak perlu setiap hari. Kamu hanya perlu mengawasi saja, aku tau kamu sangat sibuk belakangan ini." Emily menyeruput kopi nya sambil ngoceh.


"Tidak masalah Emi, aku akan datang sebisa mungkin. Aku ingin melihat anak-anak yang lucu itu." Ana sudah membayangkan betapa menggemaskan nya anak-anak kecil itu.


"Ini alamat nya, aku sudah menelepon staf ku disana jadi besok kamu bisa datang untuk memeperkenalkan diri." Emily menyudahi pertemuan mereka kemudian berpelukan mengucapkan selamat tinggal.


Keesokan hari nya Ana datang ketempat penitipan anak milik Emily. Ana di sambut sangat ramah oleh staf disana. Anak-anak yang di asuh di sana mulai dari bayi sampai pra skolah. Tempat nya luas dengan fasilitas yang lengkap. Ana sangat senang melihat bayi-bayi yang sangat lucu.


Tak terasa sudah sore hari, anak-anak mulai di jemput oleh orangtua mereka. Tapi ada seorang anak perempuan yang duduk sambil termenung dan sedih. Ana menghampiri anak itu, mencoba berkenalan dengan nya.

__ADS_1


"Hai apa kau baik-baik saja? siapa nama mu?" Ana berjongkok menghampiri anak itu.


"Hai, nama ku Chloe." Chloe tetap menjawab pertnyaan Ana, namun sedikit tidak bersemangat.


"Apa kamu sedang menunggu ayah atau ibu mu?" Ana kembali bertanya.


Belum sempat menjawab terdengar suara seorang laki-laki memanggil nama Chloe. Laki-laki itu berjalan menghampiri Ana dan Chloe, tapi tetap saja anak itu tidak merasa senang walapun jemputan nya sudah datang.


"Selamat sore, apa anda ayah chloe?" Ana bertanya dengan sopan.


"Sepertinya kita pernah bertemu, apa kau masih ingat? perkenalkan nama ku Justin Smith." Laki-laki itu mengulurkan tangan nya pada Ana dan menyebutkan nama nya.


"Oh benarkah? itu sepertinya sudah lama sekali. Aku sudah tidak mengingatnya." Sebenarnya Ana ingat, tapi Ana berpura-pura tidak ingat. Justin dulu sempat menemukan buku Ana saat tertinggal di bangku taman.


"Besok aku akan datang lagi kesini untuk bertemu dengan mu." Justin menggandeng tangan Chloe meninggalkan Ana yang masih bingung dengan kata-katanya tadi.


"Maksudnya dia apaan coba, apa Chloe anak nya? Ah buat apa aku kepo dengan urusan orang." Ana bergumam sendiri.


Ana duduk di balkon apartmen nya, menikmati secangkir teh hangat di dingin nya malam. Ana memandang langit gelap di atas kepala nya. Terasa sangat sunyi.

__ADS_1


"Ana." Seseorang memanggil nama Ana.


Ana melangkahkan kaki nya ke ujung balkon, mencari sumber suara itu. Dan betapa kaget nya dia melihat Justin di unit apartemen yang bersebelahan dengan nya.


"Hai Ana," Justin melambaikan tangan nya ke arah Ana. Ana hanya membalas nya dengan senyum kaku.


"Apa yang kau lakukan disini?" Ana mengkerutkan dahi nya.


"Aku sekarang tinggal disini, jadi kita tentangga. Semoga kita jadi tetangga yang baik." Ujar Justin sambil nyengir.


"Apa kamu selalu ramah dengan orang yang baru kamu kenal?" Ana melirik Justin kesal.


"Tidak juga, kamu itu spesial." Senyum Justin mengembang di mulut nya.


Ana menghela nafasnya, kemudian meninggalkan balkon tidak perduli dengan omongan Justin.


"Hei Ana, jangan pergi dulu." Justin berteriak-teriak memanggil Ana.


"Apa dia sudah gila, sampai pidah ke tempat ini, setau ku unit itu di tinggali oleh sepasang suami istri tapi kenapa tiba-tiba dia bisa tinggal disana." Ana bergumam heran.

__ADS_1


Hanya kamu yang selalu mengabaikan ku Ana, membuat ku begitu tertarik pada mu. Justin berujar dalam hati nya sambil tersenyum.


Bersambung...


__ADS_2