My Exotic Wife

My Exotic Wife
Diantara Mereka 2


__ADS_3

Flashback on:


"Pak saya mendapat kabar kalau nona saat ini berada di Amerika." Roby akhirnya menuruti perintah Bhumi untuk mencari keberadaan Ana.


"Apa kau sudah yakin?" Bhumi menghentikan aktifitas nya sejenak, melihat ke arah Roby.


"Maaf ini pak." Roby menyerahkan foto-foto Ana saat berada di Harvard.


"Oh jadi saat ini dia sedang melanjutkan kuliah nya?" Bhumi memandang lekat foto-foto tersebut. Bhumi tersenyum melihat Ana, walaupun hanya dalam foto.


"Malam ini kita akan berangkat ke Amerika." Bhumi sudah tidak sabar ingin bertemu Ana.


"Tapi pak, besok pagi anda ada meeting dengan investor baru." Roby mengingatkan Bhumi sedikit khawatir.


"Batalkan semua jadwalku, sampai aku kembali atau kau handle saja semua nya aku percaya pada mu." Bhumi menepuk bahu Roby, meninggalkan Roby yang masih berdiri tidak tau harus bagaimana.


"Sudah lama saya tidak melihat anda seperti ini pak." Roby bergumam sendiri sambil tersenyum.


Malam hari nya Bhumi berangkat menuju Amerika. Ini akan menjadi liburan yang sangat menarik. Bhumi sudah berencana kalau dia juga akan mengunjungi teman-teman nya di sana semasa kuliah. Dan yang paling terpenting adalah bertemu Ana.


Setelah berjam-jam berada di pesawat Bhumi akhirnya sampai. Wajah nya sangat merona, terlihat begitu senang. Dia sangat yakin bisa menemui Ana kali ini.


Dari bandara Bhumi langsung menuju Harvard, dia sangat bersemangat. Bhumi menunggu seseorang di kantin kampus yang sangat megah, kantin universitas ini memang menjadi kebanggan. Desain nya begitu unik dan classy sangat terkenal.


Bhumi melihat sekeliling nya, masih tetap sama seperti yang dulu. Seseorang melambaikan tangan ke arah Bhumi. Dia adalah Jason, teman Bhumi semasa kuliah dulu. Dia sekarang menjadi dosen di universitas ini, dulu dia sering bersaing dengan Bhumi mendapat nilai tertinggi.

__ADS_1


"Apa yang membawamu datang kesini?" Jason menjabat tangan Bhumi kemudian mereka berpelukan.


"Apa kau sudah membaca email pribadi ku kemarin?" Bhumi sedikit serius.


"Oh tentu saja, tapi aku sedikit tidak mengerti dengan maksud mu." Jason terlihan bingung.


"Jas aku sedikit meminta bantuan mu, aku kesini mencari istriku, kau jangan bertanya kenapa dia bisa pergi karena ceritanya sangat panjang."


Jason berusaha untuk mengerti kemudia menyodorkan ipad nya. Terlihat biodata mahasiswa, riwayat kuliah beserta foto.


"Apa dia yang kamu cari?" Jason bertanya pada Bhumi. Bhumi tertegun sejenak melihat wajah Ana.


"Saat ini dia sedang tidak ada di sini, mahasiswa kedokteran biasanya sedang praktek di berbagai rumah sakit. Kamu cobalah datang ke rumah sakit ini, semoga kamu bisa menemukan nya." Jason memberikan Bhumi alamat rumah sakit yang dia maksud.


"Terimakasih banyak Jas." Bhumi menjabat tangan Jason.


Flashback Off :


Bhumi sampai di depan rumah sakit yang Jason maksud tadi, dia berdiri melihat sekeliling nya. Merasakan ada sesuatu berbeda, tapi perasaan itu di abaikan dan memilih masuk ke dalam.


Bhumi menuju meja informasi, menanyakan tentang Ana. Mereka memberi informasi tentang Ana dan jadwal nya besok. Bhumi sedikit lega besok dia bisa datang kembali walaupun hari ini tidak bisa bertemu dengan Ana.


"Apa aku boleh tau alamat dokter Ana." Bhumi mencoba menanyakan informasi pribadi Ana.


"Oh maaf tuan, saya tidak bisa memberikan nya tanpa persetujuan dokter Ana." Gadis pirang itu menjawab dengan ramah.

__ADS_1


"Oh oke, terimakasih." Bhumi meninggalkan tempat itu, sudah tidak sabar menunggu besok.


Ana menetup pintu apartemen nya rapat-rapat. Nafasnya tidak beraturan, kaki nya lemas tanpa sadar tubuhnya merosot di balik pintu sampai berjongkok. Ana begitu ketakutan dia belum siap untuk saat ini bertemu dengan Bhumi.


Ana menangis sejadi-jadi nya menumpahkan semua perasaan yang selalu bergejolak. Sampai sekarang Ana masih mencintai Bhumi. Tak bisa di pungkiri rasa yang begitu dalam membuatnya begitu sakit ketika ingat tentang masa lalunya.


Keesokan pagi nya, Ana terbangun dari tidurnya, menangis berjam-jam membuat nya sangat lelah. Mata nya sedikit sembab, dia harap hari ini Bhumi tidak akan datang untuk mencarinya.


Ana mempercepat langkah nya, agar tidak telat sampai di rumah sakit. Hari ini adalah hari pertama nya menggantikan dokter Philip. Wajah yang kusut dandanan seadanya membuat nya terlihat sedikit berantakan.


"Nona apa kau butuh tumpangan?" Teriakan Justin membuatnya menoleh ke samping.


"Kau tidak ingin terlambat bukan?" ujar Justin yang melihat keraguan di wajah Ana.


Ah sudahlah mungkin aku harus ikut dengan nya. Ana naik ke dalam mobil Justin.


"Apa kau marah pada ku?" Justin memulai percakapan dengan Ana yang dari tadi hanya diam.


"Apa aku terlihat marah?" Ana menjawab ketus.


"Ayolah maafkan aku, nanti sore aku akan mentraktirmu makan malam." Justin memasang wajah memelas.


"Akan ku pikirkan." Ana menyadarkan kepala nya melihat ke arah jendela.


Justin merasa bahwa dirinya lah pemyebab Ana kesal pagi ini. Justin berusaha membuat Ana tertawa dengan kekonyolan nya tapi tidak berhasil. Ana turun dari mobil Justin tanpa mengucapkan terimakasi atau hanya basa-basi. Dia berlalu begitu saja, membuat Justin merasa bersalah.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2