My Exotic Wife

My Exotic Wife
Pulang


__ADS_3

Seorang wanita melangkah kan kaki nya dengan santai, memakai kaca mata hitam, dress selutut dan coat berwarna nude tidak lupa di padukan dengan heels warna senada membuat penampilan nya sangat mewah. Langkah nya semakin cepat ketika dia melihat senyum di wajah laki-laki yang selama ini dia rindukan.


"Ana." Juna melambaikan tangan nya ke arah Ana. Ana membalasnya dengan senyum.


"Apa perjalanan mu melelahkan?" Juna bertanya pada Ana yang sedang melepas kaca matanya.


"Lumayan, badan ini sedikit terasa remuk haha." Ana terkekeh melirik Juna.


"Aku kangen sekali dengan suasana ini. Sudah beberapa tahun aku meninggalkan kota ini. Rasanya sangat bahagia bisa kembali ke sini." Ana berujar sambil memandang kesekitarnya.


"Mulai besok kamu akan sangat menikmatinya haha." Juna terkekeh menyindir Ana.


Ana dan Juna masuk ke dalam mobil, mereka melanjutkan perjalanan menuju apartemen. Apartemen yang sudah di siapkan oleh Juna untuk Ana. Juna memang selalu tau apa yang Ana mau tapi sayang nya, ah sudahlah mereka hanya sahabat.


Juna membuka pintu apartemen mempersilakan Ana masuk ke dalam. Smua dinding di dominasi dengan warna putih, unit penthouse ini di desain minimalis klasik, lengkapi dengan privat pool dan privat lift. Kamar tidur yang begitu luas dilengkapi dengan walk in closet impian para wanita. Apartemen ini memperlihatkan pemandangan indah nya ibu kota.


"Apa ini tidak terlalu mewah? apa kamu mau menggodaku dengan harta mu?" Ana melirik Juna yang berdiri di sebelahnya.


"Ini tidak gratis, jadi kamu jangan GR." Juna sedikit menyentil jidat Ana.


"Apa jangan-jangan kamu mau?" Ana menutup bagian dada nya dengan tangan.


"Hahaha dasar." Juna kembali menepuk jidat Ana.


"Aduh sakit." Ana protes pada juna sambil mengerucutkan mulut nya.


"Makanya jangan berpikir yang macam-macam. Apartemen ini hrganya puluhan milyar, jadi ini tidak gratis untuk mu kecuali kalau kamu mau jadi istri ku hahaha." Juna terkekeh melanjutakan candaan nya.

__ADS_1


"Tuh kan sudah ku duga haha." Ana ikut tertawa menanggapi candaan Juna.


"Setidaknya jadilah seperti rentenir yang kejam, agar aku bisa semangat melunasi ini semua." Ana menghempaskan tubuh nya di sofa.


"Kamu akan bekerja di stasiun tv milik ku, aku sedang membuat program baru tentang kesehatan dan kecantikan. Jadi ku rasa kamu cocok memandu acara itu." Juna melihat ke arah Ana yang takut Ana akan tidak setuju.


"Kalau aku bekerja dengan mu apartemen ini akan jadi milik ku?" Ana melihat Juna dengan semangat.


"Tentu saja, mungkin kamu akan mencicil nya sampai rambut mu di tumbuhi uban, karena ini harganya tidak murah haha." Juna kembali terkekeh menggoda Ana.


"Iiisshhh dasar, kapan aku bisa mulai bekerja? aku tidak ingin jadi sugar baby mu hahaha." Ana tidak mau kalah.


"Siapa yang bisa menolak sugar dady seperti ku." Ujar Juna membalas kata-kata Ana.


Mereka berdua melepas kerinduan sebagai sahabat. Ana menyetujui pekerjaan yang di berikan oleh Juna. Dengan gaji yang lumayan banyak, dan pekerjaan yang tidak begitu sulit rasanya untuk awal-awal dia akan sangat nyaman.


Suara bel terdengar dari luar, Juna membuka pintu keluarga heboh Mia ternyata sudah datang. Mia sangat kagum melihat apartemen yang di tempati Ana membuat nya penasaran.


"Ana, aku kangen banget sama kamu." Mia berhambur di pelukan Ana.


"Aku juga Mi, akhirnya aku bisa kembali dan bertemu kalian." Ana masih lekat di pelukan Mia.


"Mommy." Suara Demian membuat ke dua wanita itu melepaskan pelukan nya.


"Demi ayo peluk tante Ana," Mia mendekatkan Anak nya pada Ana. Ana berjongkok memeluk Demian dengan gemas. Setelah puan memeluk Demian Ana kembali berdiri menghampiri Drake.


"Drake sudah lama ya kita gak ketemu." Ana melihat ke arah Drake dan memeluk nya.

__ADS_1


"Aku sangat merindukan mu kaka ipar." Drake tidak bisa merubah panggilan nya dengan Ana dari dulu sampai sekarang.


"Wah wah apartemen mu mewah banget An. Apa kamu di nikahi Juna secara diam-diam." Mia melirik Juna yang sedang sibuk meyiapkan makanan di dapur.


"Aku menyesal menikahi Drake, kenapa aku dulu tidak menikahi Juna saja. Tapi sayang Juna tidak tertarik dengan ku haha." Semua tertawa mendengar candaan Mia.


Mereka melepaskan kerinduan masing-masing. Terutama Mia yang sangat merindukan Ana. Mia bercerita banyak tentang kenidupan rumah tangga nya, tentang mengasuh anak, dan tentang pekerjaan nya saat ini. Mia masih bekerja di rumah sakit milik Bhumi. Rasanya Ana sangat rindu dengan suasanya rumah sakit itu.


Mia menidurkan Demian di kamar Ana, Entah kenapa Mia sekarang jadi semakin kepo. Berbeda dengan dulu, apa karena Mia sudah jadi emak-emak makanya ke kepoan nya sangat tinggi.


"Ana apa kamu tidak pernah bertemu dengan Bhumi?" Mia bertanya pada Ana.


"Aku dengar dari Drake dia pernah mencari mu. Tapi aku tidak tau kelanjutan nya seperti apa." Mia menyimpulkan sendiri perktaan nya.


"Benarkah? aku tidak pernah bertemu dengan nya selama aku di Amerika. Mungkin dia pergi untuk urusan bisnisnya." Ujar Ana.


"Apa kamu tidak tau kabarnya saat ini dia dekat dengan putri rekan bisnis nya." Mia kembali memancing Ana.


"Aku harap mereka bahagia." Ana menjawab seadanya dan pergi ke toilet meninggalkan Mia.


"Bhumi aku harap kamu benar-benar bahagia." Ana berbicara dengan pantulan bayangan nya di cermin.


Para tamu Ana sudah kembali ke rumah masing-masing. Tinggalah Ana sendiri di apartemen sebesar ini, rasanya seperti saat berada di luar negeri. Ana kembali merasa sunyi dan sendiri.


"Besok aku akan mulai bekerja, jadi aku harus tidur yang cukup agar besok terlihat cantik di depan orang banyak." Ana menarik selimut dan mulai memejamkan mata nya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2