
Ana masih termenung memandangi kotak kayu di pangkuan nya.Mata nya tertuju pada kotak itu namun pikiran nya masih terbayang dengan kata-kata ibu saat terakhir bersama nya.
Flashback on:
Ana duduk di samping ibu nya sambil memegang erat tangan yang sudah mulai melemah. Dengan sisa tenaga yang ibu punya saat ini, berusaha mengucapkan kata demi kata pada Ana.
"Ana, kamu harus tau apa yang ibu rahasiakan selama ini dengan ayah." Air mata ibu terurai, nafasnya pun sudah mulai tidak beraturan.
"Ibu jangan mengatakan apa-apa, Ana sudah disini menemani ibu." Ana berusaha menenangkan ibu nya.
"Ibu menyimpan sebuah kotak kayu di lemari, saat ibu sudah tidak ada kamu bisa membuka nya dan melihat isi dari kotak itu. Maafkan ibu terlalu lama menyimpan rahasia dari mu, ibu tidak sanggup kamu pergi meninggalkan ibu."
"Ibu gak boleh ngomong aneh-aneh, Ana gak akan ninggalin ibu lagi." Ana mencium kening ibu nya.
"Ana, di dalam kotak kayu itu ada sesuatu untuk mu nak, sudah saat nya kamu tau tentang semua ini. Maafkan ibu nak."
Flashback off:
Ana tersadar dari lamunan nya, masih terlihat penasaran apa isi dari kotak yang di berikan padanya. Namun ada sedikit keraguan di benak nya untuk membuka kotak itu.
"Tok...Tok...Tok..." Terdengar suara ketukan pintu.
"Kamu sedang apa dek?" Dilla masuk kemudian duduk di samping Ana.
"Oh gak kak, ini lagi nyari sesuatu." Ana menoleh sambil tersenyum ke arah kakak nya.
__ADS_1
"Oh kotak itu, dulu ibu pernah bilang itu memang untuk kamu. Coba buka kakak pengen liat apa isi nya." Dilla menunjuk kotak yang ada di pangkuan Ana.
"Ahhh gak bisa ini rahasia." Ana berlari keluar kamar meninggalkan Dilla.
"Berhenti Ana, awas kamu ya." Dilla ikut berlari berusaha mengejar Ana.
Adegan kejar-kajaran mereka di saksikan oleh Bhumi, Antony dan Arya yang sedang duduk di ruang keluarga. Arya yang masih balita hanya bisa bengong melihat kelakuan ibu dan tante nya yang aneh.
"Daddy apa yang sedang mommy lakukan?" Arya bertanya pada Antony.
"Sepertinya mommy mu sedang tidak sehat." Sambil terkekeh Antony menjawab putranya.
"Udah dong kak, aku capek nih." Ana memekik kakaknya yang terus mengejar dari tadi.
"Siapa suruh dari tadi kamu ngeselin." Dilla menjatuhkan tubuhnya di atas sofa dengan nafas tersengal-sengal.
***
Malam hari di sebuah club malam, Juna sedang menikmati segelas minuman beralkohol. Pandangan nya tertuju pada gadis berambut panjang di depan nya. Senyum nya sedikit memgembang kemudian melangkah kan kaki ke arah gadis itu.
"Hay." Juna duduk di samping Elisa.
"Kamu ada di sini juga?" Elisa sedikit kaget melihat Juna.
"By the way, thank you ya." Juna melirik Elisa sambil tersenyum.
__ADS_1
"Thank you untuk apa?" Elisa terlihat bingung sambil menegak orange juice di gelas nya.
"Sudah melancarkan kerja sama ku dengan pak Harry."
"Oh itu, santai saja." Elisa menepuk bahu Juna.
Yang terlihat selama ini apa karena aku belum mengenal gadis ini. Ternyata dia baik walapun sifat nya ngeselin.
"Oh ya bukankah kamu bersahabat dengan Bhumi?" Elisa memulai obrolan kembali.
"Kenapa? apa cintamu di tolak? haha."
"Ah bukan begitu, aku dengar dia sudah punya istri tapi!! ah kenapa aku jadi bergosip dengan mu haha. Tapi tidak masalah aku juga tidak terlalu suka dengan nya, karena ayahku saja saat itu meminta untuk mendekatinya." Ujar Elisa sambil tertawa.
"Benarkah? tapi Bhumi itu laki-laki yang tampan dan sangat kaya." Juna mengalihkan pandangan nya pada Elisa, mata mereka saling memandang satu sama lain.
"Tapi kamu jauh lebih tampan." Elisa sedikit berbisik, mereka berdua seketika mengalihkan pandangan berlawanan arah. Mambuat suasana menjadi sedikit canggung.
"Aduh kenapa aku jadi keceplosan" batin Elisa
Elisa memang sudah memperhatikan Juna saat pertama kali bertemu beberapa tahun lalu. Saat itu Elisa sangat kagum melihat Juna yang meraih beberapa predikat pengusaha muda berbakat. Ya walapun dari keluarga kaya namun Juna berhasil membangun perusahaan nya sendiri dan memgembangkan sampai bisa besar seperti sekarang.
Juna dan Elisa menyudahi obrolan mereka dan berpisah. Tidak ada kesepakatan, atau perjanjian setelahnya. Tapi sepertinya mereka berdua merasakan ada sesuatu.
"Semoga kita bisa bertemu lagi." Elisa tersenyum memandangi punggung Juna yang kian menjauh dari nya.
__ADS_1
Bersambung...
Akhirnya baru bisa up lagi, karena memang sangat sibuk semenjak new normal ini semakin banyak kasus yang terkonfirm. Sebisa mungkin memanfaatkan waktu untuk istirahat karena masih banyak yang perlu perawatan. Semoga pandemi ini cepat berakhir ya, ingat selalu pake masker dan jangan lupa selalu mencuci tangan.