My Exotic Wife

My Exotic Wife
Bertemu Orang Baru


__ADS_3

Ana berlari melewati koridor menuju ruangan Juna, sudah terlambat 30 menit dari janji yang kemarin mereka sepakati. Untung saja hari ini dia hanya memakai sneaker jadi bebas berlari sesuka nya.


"Juna maaf aq terlamabat, tadi masih ada urusan penting." Ana dengan nafas putus-putus tiba di ruangan Juna.


"Tumben kamu telat An, apa terjadi sesuatu di jalan." Juna yang duduk di sofa melihat ke arah Ana yang sedang memegang lutut nya karena pegal abis berlari.


"Tunggu sebentar." Ana mengangkat tangan nya seraya ingin menghentikan pertanyaan Juna.


"Apa kamu baik-baik saja?" Juna menepuk-nepuk punggung Ana.


"Sekarang lebih baik, berikan aku air. Rasanya aku sudah mau mati." Juna terkekeh mendengar kata-kata Ana.


Ana mengangkat kepala nya, ternyata selain dirinya dan Juna ada seorang laki-laki yang duduk di sofa tanpa Ana ketahui. "Ternyata ada orang." Ana nyengir kuda karena malu.


"Haha, makanya jangan ceroboh kebiasaan sih kamu nyelonong gitu aja." Juna tertawa melihat wajah Ana memerah karena malu.


"Berikan air nya, apa kau mau aku mati." Ana mengambil segelas air di tangan Juna. Laki-laki itu hanya tersenyum melihat tingkah Ana.


"Ana kenalin ini Kenzo, kamu pasti udah kenal kan, gak mungkin gak kenal artis yang sedang naik daun seperti dia." Juna melirik ke arah Ana.


"Hehe gak kenal." Ujar Ana.


Pernah liat sih di tv, cuma males aja kalau bilang kenal entar malah ke GR'an tapi aslinya lebih cakep ya dari pada di tv.


Kenzo mengulurkan tangan nya pada Ana, laki-laki tampan blasteran antara bule dan asia timur tegas di beberapa bagian bagian wajah nya. Dengan bola mata coklat yang sangat indah.


"Andriana, tapi kamu bisa panggil saya Ana." Ana tersenyum pada Kenzo.


"Senang bertemu dengan mu." Kenzo menjawab pernyataan Ana.


"Nah baiklah kita bahas rencana kita sekarang." Teriakan Juna membuat Kenzo melepaskan tangan nya pada Ana.

__ADS_1


"Ana, besok Kenzo akan jadi bintang tamu di acara mu, jadi karena ini kita bertemu hari ini." Juna tersenyum karena mungkin rating akan naik program yang di pandu Ana kedatangan bintang tamu terkenal.


"Kenapa gak lewat telpon aja, aku kira kamu akan memberi setengah saham stasiun tv ini sampai-sampai aku harus datang kesini." Ana menghela nafas kesal.


"Dasar matre." Juna terkekeh melihat Ana mencebikan mulut nya.


Sedari tadi Kenzo hanya memperhatikan Ana, pandangan nya tidak lepas dari parempuan di depan nya. Perempuan yang hanya memakai kaos putih dengan celana jeans dan sneaker. Tak ada yang kesan perempuan anggun saat ini yang biasa Ana kenakan saat dia syuting.


"Aku akan pergi masih ada urusan penting, jangan ganggu aku." Ana berdiri melambaikan tangan pada Juna.


"Mau kemana?" Juna berteriak pada Ana yang sudah melangkah mendekati Pintu.


Ana hanya melambaikan tangan nya tanpa membalas pertanyaan Juna dan keluar dari ruangan itu.


"Juna siapa gadis itu?" Kenzo mulai penasaran dengan Ana.


"Oh dia dokter Ana, dia host di program healthy gue." Jawab Juna.


"Oh itu karena kita sahabatan dia sudah aku anggap seperti adik bagi ku, kenapa lo nanyain Ana terus?" Juna terlihat penasaran pada Kenzo.


"Ehhmmm gak apa-apa." Kenzo mengalihkan pembicaraan nya.


"Oh ya lo pasti sangat sibuk sudah jadi artis papan atas, gimana rasanya ciuman sama artis-artis cantik? haha. Tapi sampai sekarang lo masih jomblo Ken, apa jangan-jangan lo?? Juna terkekeh menggoda Kenzo.


"Omong kosong, gue masih normal apa lo mau bukti." Kenzo menatap Juna dengan genit.


"Ahh sial jijik gue." Juna sedikit menjauh dari Kanzo membuat Kenzo tertawa dengan keras.


Kenzo dan Juna adalah teman saat Juna berkuliah di luar negeri. Merasa mereka berasal dari negara yang sama akhirnya pertemanan pun terjalin sangat erat sampai saat ini. Namun dengan wajah tampan Kenzo dan kepiawaian nya berakting, dia saat ini lebih memilih menjadi aktor dari pada melanjutkan bisnis orang tua nya.


"Oke gue tunggu besok, kalau lo gak sibuk sering-seringlah mampir kesini. Tapi mengingat kesibukan lo sepertinya gak akan bisa." Juna memeluk Kenzo.

__ADS_1


"Baiklah pak bos, sampai ketemu besok." Kenzo tersenyum sambil menepuk pundak Juna.


Pertemuan mereka sudahi karena kesibukan masing-masing. Kenzo pergi meninggalkan ruangan Juna dan tidak sabar menunggu hari esok datang.


***


"Ahh sial gara-gara Juna aku jadi telat jemput Demian." Ujar Ana bergegas turun dari mobil memasuki sekolah internasional yang terkenal dengan bayaran yang fantastis.


"Permisi saya mau menjemput Demian, apa dia masih ada di dalam." Ana bertanya pada seorang satpam yang berada di dalam pos.


"Maaf bu anak-anak samua sudah pada pulang baru saja saya keliling memeriksa semua kelas." Ujar satpam dengan perawakan besar dan perut membuncit.


"Serius pak? giman nih saya telah jemput keponakan saya, ahh yaampun." Ana mulai panik.


"Coba ibu telpon orang tua nya, mungkin saja sudah di jemput." Pak satpam berusaha menennangkan Ana.


Orang tua dari hongkong iisshh.


Ana hanya menjawab dengan senyum kecut, dia memgambil ponsel nya dan mencari beberapa nomor yang tertera di sana. Namun tidak ada jawaban "Bhumi kemana sih kenapa dia gak jawab telpon ku." Ana sekarang benar-benar panik.


Merasa tidak mendapat hasil apapun sudah berdiri hampir 1 jam di depan sekolah Ana memutuskan memacu mobil nya ke kantor Bhumi. Ana kembali menghubungi Bhumi namun tidak ada jawaban.


"Kemana pergi nya orang itu." Ana bergumam kesal membanting ponsel nya.


Beberapa saat kemudian ponsel ana berdering, terlihat di layar tertera nama Roby. Ana segera menjawab nya kebetulan dia ingin bertanya tentang Bhumi.


Ponsel di tangan Ana berdering segera Ana manjawab panggilan dari Roby, "Halo ada apa?" Ana sedikit kesal.


"Kenapa baru bilang, bikin orang panik saja, gue sumpahin lu jomblo selamanya." Ana mematikan ponsel nya dengan cepat masuk ke dalam mobil.


Bersambung ....

__ADS_1


Kalau ada typo dalam penulisan tolong di maklumi sudah lama gak update ini pun gk sempet edit, untuk yang masih setia membaca terimakasih ☺️


__ADS_2