
Suara bel terdengar samar-samar beberapa kali, Ana terpaksa membuka mata nya. Diam sejenak memgumpulkan nyawa yang tadi menyebar di alam bawah sadar.
"Siapa yang datang sepagi ini." Ana mengusap wajah nya kesal, melempar selimut begitu saja ke sembarang tempat.
"Selamat pagi." Justin datang membawa sebuah buket bunga dan beberapa bahan makanan.
"Mau ngapain datang sepagi ini?" Ana menghempaskan tubuh nya di sofa.
"Aku akan membuatkan mu sarapan, kamu pasti sangat sibuk hari ini." Justin mengambil perkakas dapur dan memulai pekerjaan memasknya.
Ana hanya memperhatikan dari jauh sambil tersenyum. Cara Justin menggunakan alat-alat dapur seperti sudah fasih. Setelah hampir 30 menit, Justin menyelesaikan sarapan untuk mereka berdua.
"Ayo kita sarapan." Justin mengajak Ana yang masih bermalas-malasan di sofa.
"Aku tidak yakin dengan rasanya." Ana mengendus makanan nya.
"Ayo coba dulu, kamu pasti suka." Justin menyodorkan sendok ke mulut Ana.
Ana diam sejenak, menikmati makanan yang masuk ke mulut nya.
"Ini enak banget," Ana memejamkan mata nya.
"Kalau kamu menikah dengan ku setiap hari aku akan memasakan makanan untuk mu." Justin terkekeh sambil melihat Ana.
"Dasar gombal!" Ana melanjutkan sarapan nya tidak mempedulikan perkataan Justin. Mereka berdua melanjutkan sarapan sampai selesai.
__ADS_1
Bhumi melangkahkan kaki nya sedikit buru-buru diikuti oleh Roby di belakang. Hari-hari Bhumi di lewati dengan bekerja dan bekerja. Dia selalu berusaha melupakan Ana semenjak kejadian saat itu. Perusahaan Bhumi berkembang makin pesat akhir-akhir ini. Membuat nya selalu sibuk, kadang dia menghabiskan waktu nya hanya di kantor.
"Pak malam ini anda mendapat undangan acara ulang tahun CEO Purnomo Grup, apa anda akan datang?"
"Menurut mu bagaimana?" Bhumi masih sibuk memeriksa dokumen di meja nya.
"Menurut saya bapak harus datang, karena kita baru saja melakukan kerjasama dengan mereka." Roby memberi alasan.
"Oke atur semuanya, kamu boleh pergi sekarang."
Malam hari nya, Bhumi datang ke ulang tahun Pak Purnomo. Acara berlangsung di hotel bintang 5, Bhumi datang bersama Roby. Sebagian besar rekan bisnis Bhumi berada di sana, jadi setidaknya dia tidak merasa bosan. Walapun yang ditemui kebnyakan orang yg itu-itu saja.
"Halo pak Bhumi, saya tidak menyangka anda menyempatkan untuk datang ke acara sederhana ini." Pak Purnomo menyapa Bhumi yang sedang asyik mengobrol dengan Roby.
"Pak Purnomo bisa saja." Bhumi menjawab singkat, karena dia memang jarang berbasa-basi."
"Oh ya kenalkan, ini putri saya." Pak Purnomo mengenalkan putri nya pada Bhumi.
"Elisa Purnomo." Gadis itu mengulurkan tangan pada Bhumi, Bhumi hanya menyebutkan nama nya tanpa menjabat tangan gadis itu.
Akhirnya aku bisa bertemu langsung dengan mu. Ternyata lebih tampan dari yang aku lihat di majalah bisnis kemarin. Guman Elisa dalam hati.
"Maaf pak Bhumi saya akan menyambut tamu yang lain, Elisa akan menemani anda mengborol." Pak Purnomo meninggalkan mereka bertiga.
"Roby aku ke toilet sebentar, kamu tolong temani Elisa." Bhumi malah pergi meninggalka mereka.
__ADS_1
Sial kenapa dia malah pergi meninggalkan ku. Padahal aku saat ini berharap bisa dekat dengan nya. Batin Elisa.
Roby yang tidak tau harus mengawali pembicaraan dari mana hanya diam
saja. Roby juga merasa canggung harus akrab dengan anak pengusaha seperti Elisa. Elisa masih menunggu Bhumi kembali dari toilet, tapi sialnya Bhumi tidak muncul.
"Maaf nona, saya harus pergi." Roby ingin menyudahi kecanggungan dengan Elisa.
"Ya udah pergi sana, lagian aku gak ada urusan dengan mu." Elisa melirik Roby dengan tatapan tidak suka.
Roby yang memang pembawaanya tenang dan kalem hanya tersenyum melihat gadis itu. Roby kemudian pergi meninggalkan Elisa dengan wajah kesalnya.
"Pak sedang apa anda di sini?" Roby melihat Bhumi menyendiri duduk di taman.
"Bukan apa-apa, ayo kita pulang saja. Aku sudah muak harus terus tersenyum pada mereka." Bhumi bangun dari tempat duduk nya.
Di waktu yang berbeda Ana sedang duduk di balkon apartemen nya. Sepertinya dia sudah bisa menerima keberadaan Justin belakangan ini. Ana akan mencoba bicara pada Justin tentang hubungan mereka. Walaupun Ana masih teringat akan Bhumi tapi ini tidak baik untuk Ana. Ana harus bisa move on dari Bhumi.
"Apa aku harus benar-benar melupakan Bhumi dan memulai dengan Justin?"
"Sepertinya memang harus begitu, ya walaupun hati ini belum sepenuh nya yakin dengan mu Justin, tapi akan ku coba."
Ana bergumam sendiri meyakinkan dirinya.
Bersambung...
__ADS_1
Saya akan up setiap 2 hari sekali dengan 2 episode. Terimkasi sudah setia membaca, dan sudah sabar menunggu 🙏🏻🙏🏻