My Exotic Wife

My Exotic Wife
Berakhir Tragis


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu Ana barusaha menahan ego nya dan selalu bersikap manis di depan Bhumi. Itu semua demi menjaga hubungan nya dengan Bhumi. Karena dia tidak mau Bhumi merasa kalau Angel lah yang paling mengerti dirinya.


"Selamat pagi," Sapa Ana pada Bhumi di tempat tidur.


"Pagi sayang, kenapa kamu bangun sepagi ini?" Bhumi mengeluhkan Ana yang membangunkan nya terlalu pagi.


"Aku akan menyiapkan sarapan untuk mu." Ana beranjak dari tempat tidur.


"Gak usah repot-repot, aku liat kamu aja udah kenyang." Pagi-pagi Bhumi sudah ngegombal.


"Dasar gombal." Ana kembali membenamkan kepala di dada Bhumi.


Ana menyudahi obrolan nya dengan Bhumi dan melangkah menuju kamar mandi untuk melalukan ritual wajib setiap pagi. Ana memulas sedikit wajah nya dengan make up natural. Tak lupa Ana mempersiapkan pakain yang akan Bhumi kenakan ke kantor.


"Lepaskan." Ana sedang memasangkan dasi di leher Bhumi, tiba-tiba Bhumi memeluk nya.


"Sebentar saja." Bhumi sedikit menawar.


"Aku mencintai mu." Bhumi kembali melanjutkan kata-kata.


"Dari tadi kamu gombal terus." Ana masih fokus merapikan kemeja Bhumi sambil melirik ke arah laki-laki di depan nya.


"Apa kamu gak mencintai ku?" Bhumi menuntut Ana agar menjawab pertanyaan nya.


"Iya aku juga mencintai mu." Ana masih sibuk merapikan lemari. Kemudian Bhumi memeluk Ana dari belakang mengecup ujung kepala nya.


Bhumi dan Ana menuruni tangga, sudah ada Roby berdiri menunggu Bhumi. Ana mengantar Bhumi sampai di depan pintu, tak lupa Ana mamberikan ciuman di bibir Bhumi. Roby memalingkan wajah nya melihat kemesaraan mereka.

__ADS_1


"Pak apa anda ingat seminggu lagi nona Ana berulang tahun?" Roby berbicara sambil menyetir.


"Benarkah?" Bhumi kemudian membuka macbook pro nya, dia dulu selalu menyimpan catatan penting dan benar saja ada tanggal ulang tahun Ana.


"Roby tolong siapkan semua nya, aku ingin ulang tahun Ana kali ini sangat berkesan untuk nya."


"Baik pak." Roby kembali fokus menyetir.


Semoga kamu bahagia di ulang tahun mu nanti sayang.


Dari seminggu yang lalu Ana selalu menyibukan diri di kamar calon bayi nya. Menata kamar itu sampai sedetail mungkin, memasang hiasan-hiasan yang menurut nya sangat lucu. Karena hanya ini yang bisa membuat Ana semangat kembali.


Ana melirik jam di dinding, ternyata sudah sore. Ana melangkah keluar menuju kamar nya. Ana melirik ponselnya di tangan nya, sebuah pesan masuk yang di kirim oleh Bhumi.


Bhumi: Sayang temui aku di hotel Golden jam 7, kita akan makan malam di sana.


Ana mengiyakan ajakan Bhumi, wajah Ana terlihat berseri-seri. Rasanya sangat bahagia, Ana berharap kalau makan malam romantis ini bisa sedikit mengurangi rasa kecewa nya. Ana sudah tidak sabar, dia bersiap-siap memakai gaun yang indah, mendandani diri nya secantik mungkin.


"Baik nyonya, semoga makan malam anda menyenangkan." Bu Marni tersenyum pada Ana.


Ana melambaikan tangan pada Bu Marni dan masuk ke dalam mobil. Ana terlalu bersemangat sampai dia tidak sabar dengan kemacetan yang biasanya sudah setiap hari dilalui. Ana melirik jam di tangan nya, sudah jam 7 tapi Ana masih berada di perjalanan.


"Pak cepat sedikit."


"Baik nyonya." Pak supir terus membunyikan klakson mobil nya mencoba memecah kemacetan.


Akhirnya Ana tiba di lobby hotel Golden tujuan Ana. Ana masuk ke dalam lift menuju lantai 5 tempat restoran itu berada. Ana berjalan masuk ke dalam restoran, menemui seorang pelayan untuk mencari keberadaan Bhumi. Ana di tuntun ke tempat vip, terlihat pemandangan dari privat rooftop ini sangat indah. Sangat cocok untuk acara dinner romantis seperti yang Ana bayangkan.

__ADS_1


"Silakan nona," seorang pelayan membukakan pintu untuk Ana.


"Terimakasi." Ana melempar senyum ramah.


Ana masuk ke dalam, melangkah lebih jauh, terlihat meja dengan lilin di atasnya tapi tidak ada sorangpun duduk di sana. Ana kembali melangkahkan kaki nya mencari keberadaan Bhumi. Betapa terkejutnya Ana melihat Bhumi sedang berciuman dengan Angel.


Apa ini yang ingin kau tunjukan pada ku Bhumi? Apa kamu sengaja membuat ku sesakit ini? Kenapa kamu selalu membuatku menangis? Apa perkataan mu tadi pagi hanya gurauan?. Banyak pertanyaan memenuhi kepala Ana.


Ana mundur selangkah demi selangkah, dada nya terasa sesak, Ana merasa kaki nya mengambang. Tanpa sadar Ana menabrak meja sampai lilin di atas meja jatuh ke bawah saking kuat nya goncangan yang Ana buat. Seketika Bhumi kaget melihat Ana, dia mendorong Angel yang nempel di tubuh nya.


Ana yang melihat Bhumi sadar akan keberadaan nya kemudian berlari meninggalkan tempat itu. Ana berlari terus sesekali menyeka air mata nya tidak mempedulikan siapapun. Dia hanya ingin pergi sejauh mungkin saat ini.


Bhumi mengejar Ana berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Bhumi memanggil nama Ana tapi percuma Ana berlari lebih cepat meninggalkan nya.


Ana berlari melewati lobby tanpa sadar dia menabrak seseorang. Ana tidak mempedulikan nya, dia kembali melangkah kan kaki nya menjauh dari hotel itu.


"Brakkkkk,"


Sebuah mobil minibus menabrak tubuh Ana. Tubuh Ana terlempar beberapa meter di tengah jalan.


"Ana!!!!!" Terderngar teriakan Juna dari trotoar. Laki-laki yang di tabrak Ana di lobby tadi adalah Juna.


Juna berlari mendekati tubuh Ana memangku kepala Ana. Ana sudah tidak sadarkan diri begitu banyak darah keluar dari kepala nya. Juna berteriak minta tolong berusaha mengambil ponsel nya menghubungi ambulance.


Bhumi datang menyibak kerumunan orang, berusaha merebut tubuh Ana dari juna. Tapi Juna mendorong nya, Juna tau ini pasti terjadi gara-gara Bhumi.


"Menyingkirlah, aku bersumpah kalau terjadi apa-apa dengan Ana. Kamu tidak akan pernah bernafas lagi." Juna geram memberi peringatan ada Bhumi.

__ADS_1


Kaki Bhumi lemas, sampai tidak bisa menopang tibuhnya. Bhumi hanya pasrah melihat tubuh istrinya tekulai lemah di pelukan Juna.


Bersambung ...


__ADS_2