My Exotic Wife

My Exotic Wife
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Ana melangkahkan dengan gontai sangat lelah hari pulang dari rumah sakit. Ana masih berdiri di depan pintu mencoba mencari kartu untuk membuka apartemen nya. Ana merogoh semua isi tas nya tapi tidak ia temukan.


"Rasanya lelah sekali kalau aku harus turun lagi." Gumam Ana.


"Apa kau mencari ini?" Kepala justin muncul dari balik pintu sambil menunjukan sebuah kartu.


Sial kenapa dia selalu menghantui ku.


Ana menghela nafasnya, melihat laki-laki di depan yg kelakuan nya sangat konyol. Ana mendekat pada Justin kemudian membambil kartu itu tanpa berkata apa-apa.


"Kau lupa mengucapkan sesuatu pada ku?" Justin berteriak melihat Ana yang sudah masuk ke dalam apartemen nya.


"Kenapa dia selalu mengganguku, dasar orang aneh." Gumam Ana.


Ana merebakan badan nya di atas kasur, melepaskan semua lelah nya hari ini. Ana mengecek ponsel yang tidak sempat dia lihat saat di rumah sakit tadi. Ternyata ada beberapa panggilan tak terjawab dari Mia. Ana membuka pesan dari Mia, foto bayi perempuan sangat cantik di kirim Mia pada Ana.


"Keponakan mu sudah lahir, apa kau tidak ingin bertemu dengan nya." Tulis Mia.


Ana sangat bahagia mendengar kabar kelahiran anak Mia tapi dia masih belum bisa untuk kembali. Masih sangat sulit untuk datang ke kota itu saat ini.


Sejenak Ana teringat dengan Bhumi, sungguh sangat sulit melupakan nya. Dalam hati Ana masih mencintai laki-laki itu, walaupun waktu yang mereka lalui singkat tapi terlalu membekas di hati Ana.


Hai Bhumi apa kamu baik-baik saja? Apa kamu sehat? .


Apa kamu sudah bertemu dengan seseorang yang mencintai mu?

__ADS_1


Huftt kenapa aku begitu susah melupakan mu dengan segala kepahitan yang aku lalui karena mu.


Aku merindukan mu, merindukan senyum mu, merindukan keangkuhan mu. Jujur aku masih.......


Tapi aku harus melupakan segala tentang mu. Aku begitu takut mengalami kekecewaan seperti dulu, sampai aku tidak ingin jatuh cinta lagi.


Bel apartemen Ana berbunyi, membuyarkan lamunan nya tentang Bhumi. Ana melangkah menuju pintu kemudian membuka nya. Wajah nya berubah seketika melihat Justin.


"Ana apa kamu punya gula?" Justin membawa mug dengan kopi di dalam nya.


"Tidak punya." Ana menutup pintu nya tapi tidak bisa ternyata Justin mengganjal dengan kaki nya. Ana menghentak-hentakan pintu nya tapi Justin tetap pada posisi nya.


"Tolong berikan aku sedikit gula," dengan muka polos Justin meminta dengan Ana.


Ana memberi ijin untuk masuk berharap dia akan segera pergi. Tapi bukanya pergi Justin malah duduk di sofa menyalakan tv dan menonton.


"Kamu tidak boleh mengusir tamu, jadi duduklah disini bersama ku." Ujar Justin pada Ana.


"Wajah mu semakin cantik ketika kamu marah." Justin melanjutkan kata-kata nya sambil tertawa.


"Terserah kau saja." Dengan terpaksa Ana ikut duduk di sofa bersama Justin.


Mendengarkan ocehan Justin sampe Ana tertidur saking lelah nya. Justin yang melihat Ana tertidur, mengambilkan selimut dan menyelimuti tubuh Ana. Justin memandang wajah Ana kemudian tersenyum. Justin kemudian pergi meninggalkan Ana yang masih tertidur pulas.


Tengah malam Ana terbangun dari tidurnya karena merasa tidak nyaman. Dia melihat selimut menempel di tubuh nya. Ana tersenyum ternyata Justin bukanlah orang yang seperti Ana kira selama ini.

__ADS_1


Sudah setahun kepergian Ana, barang-barang nya masih tersusun rapi di kamar Bhumi. Tak ada satupun yang Ana bawa saat itu. Ana meninggalkan kemewahan yang Bhumi berikan padanya. Yang ada di pikiran nya hanya pergi jauh dari Bhumi. Dia hanya pergi membawa luka yang begitu dalam.


Bhumi menyusuri lemari pakaian Ana, bau khas parfum yang sering Ana gunakan masih melekat di beberapa bagian. Bhumi mengambil salah satu baju berwarna cream yang sering Ana pakai. Membenamkan di dadanya, matanya terlihat berkaca-kaca.


Bhumi sudah berusaha mencari Ana tapi dia tidak menemukan nya. Ana terlalu pintar bersembunyi padahal Ana melanjutkan pedidikan di universitas yang sama tempat Bhumi kuliah dulu. Munkin takdir tidak membiarkan mereka bertemu.


"Aku sangat merindukan mu Ana, dimana kamu sekarang," gumam Bhumi.


Bhumi melewati hari-hari yang sangat berat tanpa Ana. Dia terjebak dalam kisah cinta yang tak berujung. Entah Ana akan kembali pada nya atau akan meninggalkan nya untuk selama-lamanya. Tapi Bhumi tetep berusaha menunggu Ana kembali.


Foto-foto Ana bersama nya di susun rapi di meja, foto pernikahan kini terpajang indah di dinding kamar yang dulu Bhumi tempati bersama Ana. Dulu Bhumi tidak pernah menginjinkan ada ornamen atau pajangan di kamar ini. Namun setelah kepergian Ana dia merubah kamarnya dengan wajah Ana di berbagai sudut.


Ana apa kau tidak merindukan ku? Aku tau kau sangat membenci ku.


Mungkin saja kau tidak ingin bertemu dengan ku lagi.


Tapi apa kamu tau aku sangat mencintai mu? Ana aku akan selalu menunggu mu kembali entah nanti kamu akan menerima ku atau tidak.


Bersambung...


Halo semuanya, siapa yang kalian anggap cocok dengan Ana?


Justin atau Juna?


Atau Ana akan kembali bersama Bhumi.

__ADS_1


Ikutin terus ya ceritanya, terimakasi. ^_^


__ADS_2