My Exotic Wife

My Exotic Wife
Penghianatan Angel


__ADS_3

Sinar matahari memaksa masuk ke celah jendela, Ana terbangun dari tidur nya. Dia melihat wajah Bhumi begitu jelas yang masih nyaman tidur di samping nya. Ana sedikit tersenyum, dia mencoba bangun dari tempat tidur tapi Bhumi menarik nya dan memeluk nya lebih erat.


"Bhumi aku harus siap-siap, kalau tidak aku bisa terlambat,"


Ana melepaskan pelukan Bhumi dan berlari ke kamar mandi


Tapi Ana merasakan tubuh nya terguncang, sayup-sayup Ana mendengar suara orang yang dia kenal.


"Heh Ana bangun!" Bhumi sedikit berteriak.


Sial aku tadi cuma mimpi.


Ana menggaruk kepalanya, wajah nya memerah melihat Bhumi sedang merapikan jas nya.


Di perjalanan menuju Rumah sakit Ana masih tidak habis pikir dia bisa bermimpi tidur satu ranjang dengan Bhumi, Ana memukul-mukul kepala nya.


"Bodohh, bodohh bisa-bisa nya aku mimpi tidur bersama Bhumi," Ana bergumam.


Pak sopir sedikit melirik Ana, seketika Ana diam takut terlihat tambah aneh.


Ana sedikit berlari dari lobby menuju IGD,


Brukkk...


Ana menabrak seseorang,


"Duh maaf," Ana menunduk hendak menganbil jas bewarna putih milik nya.


"Ana,"


"Adit," Ana sedikit kaget melihat adit.


Kenapa sih harus bertemu orang ini lagi huft....


"Kamu mau ke IGD kan? ayok kita barengan," Adit tersenyum.


"Duluan aja dok, saya mau ke kantin beli sesuatu," Ana sedikit memberi alasan.


"Ok, sampai ketemu nanti ya."


Sepertinya aku harus berdamai dengan hati ku.


Ana yang sudah melihat Adit menjauh, dia berjalan pelan kembali menuju IGD.


Angel datang ke kantor Bhumi, seperti biasa dia datang untuk memoroti Bhumi. Bhumi berusaha terlihat manis di depan Angel walaupun dia sangat marah.


"Sayang kita keluar yuk, aku ingin membeli sesuatu," Angel merengek pada Bhumi.


"Hari ini aku sibuk, kamu belanja saja sendiri ya." Bhumi menyerahkan kartu kredit nya.


"Tapi aku mau sama kamu hari ni,"


"Tidak hari ini, aku janji besok akan menemani mu," Bhumi mengelus rambut Angel lembut.

__ADS_1


Kamu memang sangat bodoh Bhumi, dari dulu kamu memang tidak pernah bisa hidup tanpa aku.


Aku akan mengikuti permainan mu Angel. Bhumi tersenyum licik.


Angel meninggalkan kantor Bhumi, sketika Bhumi menghubungi Roby untuk mengikuti Angel. Dan benar saja, Angel menemui seorang laki-laki dan menemani nya berbelanja di sebuah mall. Tidak sampai di situ Angel terlihat masuk ke sebuah hotel dengan laki-laki itu. Roby melaporkan semua informasi yang anak buah nya dapatkan pada Bhumi.


"Baiklah kita mulai permainan ini Angel." Bhumi mengepalkan tangan nya pertanda sangat marah.


Ana duduk di sebuah bangku, dari tadi pagi berdiri membuat kaki nya sangat pegal. Adit yang melihat Ana sudah tidak sibuk segera mendekati nya.


"Ana kamu sudah makan siang?"


"Belum dok, nanti saja."


Ana sedikit beralasan, dia tau pasti adit akan mengajak nya makan siang.


"Inget makan ya,"


Adit meninggalkan Ana dan kembali memeriksa pasien.


Ternyata Adit hanya bertanya pemirsa, Ana terlalu pede sepertinya haha. Ana yang sudah cukup istirahat kembali mengambil pekerjaan nya sampai waktu menunjukan jam jaga nya telah selesai.


Ana masih duduk di sofa menunggu jemputan sopir, mata nya terus melirik ke arah pintu masuk sudah tidak sabar untuk pulang. Dia melihat sebuah mobil sport berwarna putih dan seorang wanita cantik turun dari mobil itu berjalan menuju lobby. Sekarang wanita itu mendekat menuju sofa yang Ana duduki. Wanita itu sibuk memainkan ponsel nya. Tidak beberapa lama Adit datang menghampiri wanita itu.


"Sayang kok lama banget kamu keluar nya?"


Ana yang dari tadi sibuk membaca buku menoleh ke arah pasangan itu. Pandangan nya beradu dengan Adit, Ana sedikit tersenyum pada Adit. Tapi Adit malah mengabaikan nya.


Oh ternyata wanita itu toh yang membuat Adit memutuskan ku dulu. Ya memang jauh lebih baik wanita itu kemana- kemana sih dari pada aku. Ana sedikit tertawa.


Melihat jemputan nya sudah datang, Ana pergi dari tempat itu, meninggalkan adit dan pacar nya, sebelum Ana melihan ke uwu'an pasangan itu.


Angel bersimpuh di kaki Bhumi, menangis sejadi-jadinya memohon pengampunan dari Bhumi, baju nya pun belum sempat dia pakai. Tubuh nya hanya di tutupi dengan selimut. Bhumi yang sudah emosi malah mengempaskan tubuh Angel dengan kaki nya. Di sisi lain seorang laki-laki berondong berbadan atletis tertunduk malu di pegangi oleh 2 pengawal Bhumi.


"Oh jadi uang ku kau pakai untuk menghidupi bocah ini?" Bhumi bertanya pada Angel.


"Tidak sayang, aku minta maaf, aku tidak akan mengulanginya, aku sangat mencintai mu." Angel terus menangis.


"Cinta? maksudmu kamu mencantai uang ku?" Bhumi berteriak.


"Roby suruh anak buah mu mengurus semua ini, aku tidak mau lagi bertemu dengan wanita pel**** seperti dia,"


Bhumi keluar dari kamar hotel di ikuti oleh Roby.


Angel hanya bisa meratapi nasib nya, pohon uang yang setiap hari bisa dia panen akhirnya hilang begitu saja. Angel tidak menyangka akan ketauan kali ini terlebih Bhumi bisa menangkap basah nya di hotel bersama selingkuhan nya.


"Kalau aku tidak bisa memiliki mu, orang lain pun tidak boleh memiliki mu Bhumi."


Angel memgepalkan tangan nya.


Bhumi yang berada di dalam mobil menuju rumah menerima pesan via wa dari Ana.


Ana: Hari ini aku ada jadwal kontrol ke dokter, kamu bisa anterin gak? kalau gak bisa, aku bisa sendiri.

__ADS_1


Bhumi tersenyum membaca pesan dari Ana dia sedikit lupa masalahnya dengan Angel. Bhumi menyanggupi akan mengantar Ana hari ini.


Ana: Dateng nya sendiri aja, gak usah pake pengawal! Udah kayak presiden aja.


Ana kembali mengirim pesan memberi peringatan pada Bhumi. Bhumi tertawa membaca pesan dari Ana, Roby yang sedang menyetir melirik bos nya.


"Roby sebelum pulang kita mampir di Rumah sakit A,"


"Apa bapak merasa tidak enak badan? Roby sedikit khawatir.


"Nyetir aja yang bener, gak usah banyak nanya,"


Ana yang sedang duduk terus melihat ke arah pintu masuk, Ana sedikit ragu Bhumi akan datang, mungkin dia tidak akan datang seperti bulan lalu dan lebih memilih menemani Angel.


Ana mengambil ponsel nya, hendak menghubungi Bhumi, dia mengetik panjang lebar tapi malah di hapus lagi.


"Ahh sudahlah mungkin dia tidak bisa datang," Ana menaruh ponsel nya kembali.


"Siapa yang gak datang?" Bhumi duduk di samping Ana sedikit berbisik di telinga nya.


"Bukan siapa-siapa hehe."


Apa kuping nya ada 10, sampai-sampai suara ku yang sekecil itu bisa dia dengar.


Tinggal 2 nomor lagi giliran Ana, ibu-ibu yang memenuhi ruangan itu seolah terpesona dengan Bhumi. Bhumi yang selama ini Ana kenal jutek tapi di depan umum malah terlihat sangat ramah.


"Apa itu istri nya? kok gak serasi sih? dua orang ibu-ibu terus melirik Ana.


Yaampun nitijen yang terhormat, ya ya saya terlalu beruntung memiliki suami seperti orang ini. Ana kesal dalam hati.


Akhirnya giliran Ana masuk, Ana sengaja menggandeng tangan Bhumi biar ibu-ibu itu merasa tambah kesal.


Aku sangat senang melihat ekspresi mereka haha.


Dokter mulai memeriksa Ana, menanyakan keluhan nya. Bhumi yang tidak mengerti hanya diam saja, sesekali dia terlihat berpikir keras.


"Ayo sekarang kita USG,"


Detak jantung bayi mereka sudah sangat jelas terdengar, dokter menjelaskan sangat detail, Bhumi yang menemani Ana tidak sadar meneteskan air mata nya.


Maaf aku selalu bersikap tidak baik pada mu selama ini. Bhumi sedikit melow


Apa tadi dia menangis? mungkin mata nya hanya kelilipan, tidak mungkin orang seperti dia bisa menangis. Ana memergoki Bhumi menghapus air mata nya.


Akhirnya mereka berdua keluar dari ruang dokter, dan pandangan para ibu-ibu itu masih memburu Ana tanpa Ampun.


"Ya ampun ada apa dengan para ibu-ibu itu, kenapa melihat ku seperti itu?"


"Karena aku terlalu tampan untuk mu," Bhumi mulai mengejek Ana sambil tertawa.


Ana menghentikan langkah nya. Melihat punggung Bhumi semakin menjauh dan Ana hanya bisa mengumpat dalam hati.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2