
Seorang laki-laki berlari sambil menggendong seorang anak kecil menuju ruang IGD. Kemeja putih nya di sudah berubah warna menjadi merah. Seorang perawat jaga membantunya membawa gadis kecil itu menuju tempat tidur pasien.
Mia segera manghampiri pasien yang di bawa Drake tadi. Mia mulai memeriksanya dengan seksama, melakukan beberapa pemeriksaan diantara rontgen karena gadis kecil itu mengeluh sakit pada bahu nya.
Mia meminta keluarga dari pasien untuk menemui nya karena dari hasil pemeriksaan tidak ada luka serius cuma luka robek di kepala dan mendapat beberpa jahitan.
"Ya dok , saya keluarga dari anak kecil itu." Drake berada di depan meja tempat Mia duduk yang sedang menulis resep obat.
"Oh ya bapak," Mia mendongakan kepala nya, betapa kaget nya dia melihat Drake.
"Kamu!!!," secara bersamaan mereka saling menyebut kata-kata itu.
Flashback on
Di pernikahan Bhumi dan Ana, Mia yang sedang membawa segelas minuman sambil memainkan ponsel nya, tanpa sadar dia menabrak seseorang. Mia dengan segera meminta maaf sadar dia salah.
"Maaf saya tidak sengaja," Mia melihat laki-laki blasteran bermata abu sangat tampan di depan nya sedikit terpesona.
"Makanya kalau punya mata di pake jangan di anggurin." Drake dengan nada agak tinggi memarahi Mia.
"Hey gak usah marah-marah, kamu bahkan tidak terluka sama sekali, dasar tempramen!"
"Iishh kau ini," Drake meninggalkan Mia yang masih mengumpat kesal.
Ternyata wajah tampan tidak mejamin kalau kelakuan nya baik. Semoga aku tidak pernah bertemu dengan laki-laki tempramen seperti di.
Drake yang saat itu menumpahkan kekesalan setelah mendapat penolakan dari Jasmine sahabat Bhumi pada Mia. Mia yang sama sekali tidak tau apa-apa menjadi sasaran amarah Drake. Untung saja Mia tipe wanita yang sangar walapun wajah nya cantik.
Flashback Off
Mia dengan malas meladeni Drake, tapi dia harus profesional dengan pekerjaan nya. Muka mia sudah berubah menjadi datar, biasanya walaupun Mia tipe wanita yang cuek dan sedikit judes, dia selalu memasang senyum pada semua pasien.
"Ini pak resep obat yang harus anda tebus, anak bapak sudah boleh pulang," Mia menyerahkan resep obat yang tadi telah ia tulis.
Ayah yang sangat ceroboh, sampai membiarkan anak nya tertabrak motor.
"Maaf atas kejadian saat di pernikahan Bhumi dulu, saat itu saya sedang kacau, Drake mengulurkan tangan nya pada Mia
"Sudah saya maafkan sebelum anda minta maaf." Mia meninggalkan Drake tanpa mempedulikan uluran tangan nya.
"Tunggu." Drake menghentikan langkah Mia.
"Boleh saya minta kartu nama anda." Drake melanjutkan kata-kata nya.
Napa sih ni laki-laki ganjen amat bukanya ngurusin anak sama istri malah minta kartu nama gue.
"Jangan salah paham dulu, saya hanya minta kartu nama anda hanya untuk keperluan anak ini."
Bukanya kalau ada apa-apa dia bisa kerumah sakit. Dasar modus!!
Dengan berat hati mia menyerahkan kartu nama nya pada Drake. Tiba-tiba ada sepasang suami istri sedang kebingungan mencari pasien kecelakaan motor. Dan ternyata orang tua dari anak kecil yang di tolong Drake tadi.
"Maaf bu dokter apa anak saya ada di sini, tadi anak saya di tabrak mobil dan katanya di bawa kesini." Ibu dari anak itu menangis berbicara dengan Mia.
__ADS_1
"Hanya ada satu anak perempuan korban kecelakaan tadi bu, apa benar itu anak ibu?" Mia mengantarkan ibu itu menuju tempat tidur anak yang tadi di antarkan Drake.
Ibu itu menangis sejadi-jadinya memeluk anak nya yang ternyata baik-baik saja berkat pertolongan dari Drake.
Drake datang menenangkan kedua orang tua anak itu dan mengatakan semua baik-baik saja. Serta mengatakan kalau semua sudah beres dan bisa segera pulang.
Mereka sangat berterimakasi pada Drake karena segera mambawa anak nya kerumah sakit, kalau tidak mereka tidak tau apa yang terjadi.
Ternyata bukan anak dari si tempramen itu. Ternyata dia memiliki sisi baik juga.
Mia sedikit terpesona melihat Drake, pandangan nya tidak berpindah dari laki-laki itu, tanpa di sangka Drake menangkap basah mata Mia yang sedang memperhatikan nya. Drake menghampiri Mia dan berbisik.
"Apa kau terkejut itu bukan anaku?" Tersenyum sinis.
Mia gelapan posisi Drake terlalu dekat dengan diri nya. Mia memilih pergi begitu saja tanpa menjawab pertnyaan Drake.
Dasar wanita galak!!!
Mia duduk di belakang meja berusaha menyembunyikan wajah nya.
Kenapa aku jadi deg-deg, dasar laki-laki aneh.
Bhumi sepertinya menunggu seseorang, Bhumi memang tidak suka orang yang tidak tepat waktu. Siapapun orang nya kecuali Ana, Kalau dengan Ana Bhumi selalu melunak tapi dengan wajah yang tetap tegas.
"Halo my brother," Drake memeluluk kakak sepupunya yang terakhir kali berjumpa saat Bhumi menikah.
"Lepaskan, lebih baik aku di peluk istri ku dari pada di peluk laki-laki homo sepertimu." Bhumi melepaskan pelukan sepupunya.
"Homo? Enak saja, aku akan menikah secepatnya. Drake menjawab kata-kata Bhumi yang mengatai nya.
Drake tidak bisa menjawab karena Bhumi selalu tau kalau dia sedang berbohong.
Masa kecil Bhumi di habiskan di luar negeri, dia di titipkan pada Ibu Drake yang menikah dengan seorang bule. Dan juga Bhumi bisa mendapat teman yang seumuran dengan nya. Setelah kepergian kedua orang tua Bhumi Oma harus mengurus perusahaan seorang diri. Bertahun-tahun bersama Drake dia tau betul sifat-sifat saudaranya itu yang sedikit unik.
"Apa kau sudah bisa menaklukan Jasmine?" Bhumi bertanya pada Drake, karena dari kuliah dulu Drake sudah suka dengan Jasmine."
"Lupakan Jasmine, tadi aku bertemu seorang wanita yang sangat cantik," Drake sudah menyerah mengejar Jasmine.
"Bertemu dimana? Di dalam mimpi? hahaha," Bhumi selalu mengejek Drake karena tidak pernah berhasil mengencani wanita padahal dia tergolong laki-laki tampan.
Drake datang ke tanah air karena ingin berinvestasi ke perusahaan Bhumi, dia akan membangun sebuah resort di lahan milik Bhumi yang lokasinya sangat cocok untuk destinasi wisata jaman sekarang.
"Datanglah nanti malam ke rumah, kita makan malam bersama, apa kamu tidak ingin bertemu Oma?" Bhumi menyuruh Drake datang ke rumah nya.
"Asikk aku akan bertemu kaka ipar ku yang cantik dan manis itu." Drake ingat akan Ana dan mencoba membuat Bhumi cemburu.
"Jangan coba-coba melirik istriku." Bhumi memperingati Drake.
Oma dan Ana sibuk mempersiapkan makan malam untuk tamu mereka. Bhumi yang masih sibuk di ruang kerja nya membaca beberapa dokumen yang tidak sempat dia periksa di kantor tadi.
Drake datang dengan 2 buket bunga untuk Oma dan Ana. Drake sangat mengerti dengan wanita cuma nasib nya kurang baik. Berbeda dengan Bhumi yang terlihat sangat dingin dan cuek pada wanita.
"Halo my sweety," Drake mencium pipi Oma.
__ADS_1
"Halo cucu Oma yang sangat tampan tapi gak laku-laku." Oma terkekeh dengan ucapan nya sendiri. Drake hanya tertawa menimpali candaan Oma.
"Halo my sister in law, how are you?" Drake ingin memeluk Ana tapi di halangi oleh Bhumi.
"Mau apa kau?" Bhumi menghalangi Drake mendekati Ana.
Ana yang melihat kelakuan mereka berdua jadi tertawa.
"Makanan sudah siap Nyonya," Bu marni mendekati Oma.
"Ayo kita makan," Oma mengajak mereka ke meja makan.
"Oma tunggu sebentar lagi ya, teman Ana sudah sebentar lagi sampai." Ternyata Ana mengundang seseorang lagi.
Ana mengundang Mia, sudah beberpa minggu dia tidak pernah bertemu dengan mia membuat nya sangat rindu.
"Selamat malam, Mia menyapa semua nya yang ada di ruang keluarga."
"Mia....," Ana berlari menghampiri Mia yang sudah di tunggu dari tadi.
Drake yang melihat Mia mendapat sedikit angin segar, karena tadi pagi sejak Drake melihat Mia, dia meraskan sesuatu yang bisa mambuat jantung nya berdebar.
"Halo Oma, hai Pak Bhumi," Mia menyapa Oma dan Bhumi dengan sopan.
Panadangan mia terpaku dengan wajah Drake. Dia tidak bisa melanjutkan kata-kata nya karena melihat sesosok laki-laki yang selalu membuat nya kesal.
Kenapa ada dia disini juga, yatuhan semoga mood ku tidak berubah jadi buruk.
Mereka memulai acara makan malam dengan sangat bahagia karena bisa berkumpul seperi ini. Sangat jarang karena kesibukan masing-masing. Drake yang selalu banyak bicara membuat mereka selalu tertawa dengan kekonyolan nya.
Mia yang awalnya merasa tidak suka berubah ikut tertawa melihat tingkah Drake yang sangat lucu. Apa lagi candaan-candaan Drake untuk Bhumi membuat Ana juga tertawa sangat puas.
Makan malam telah selesai, dan sudah larut malam Mia yang sudah cukup puas melihat sahabat nya kini akan berpamitan untuk pulang. Entah apa yang di pikirkan Drake dia juga ikut-ikutan minta pulang.
Di parkiran rumah Bhumi, Drake mendekati Mia yang sedang menuju mobil Sport nya.
"Tunggu." Drake mencoba menghentikan langkah Mia.
"Ada apa lagi?? Mia menoleh kesal.
"Berikan aku nomor ponsel mu." Drake menyerahkan ponsel nya ke Mia.
Sekarang kau tidak bisa membohongiku seperti tadi pagi!!! Batin Drake
Apa-apaan dia ini? minta nomor seenak nya saja, apa dia sudah menyadari kartu nama itu bukan miliku?
"Kalau kau tidak memberikan nya aku akan bertanya pada kakak ipar." Drake sedikit mengancam.
Mia mengetikan nomor ponsel nya, dan menyerahkan nya kembali.
"Aku akan segera menghubungi mu, dan jangan coba-coba menolak ku, aku ini orang nya nekat lho." Drake terus mengoceh pada Mia yang sudah berada di dalam mobil nya.
Dasar laki-laki aneh. Mia terus mengumpat dalam hari, tanpa mempedulikan debaran jantung nya yang dari tadi pagi sukses membuat Mia sedikit memikirkan Drake.
__ADS_1
Bersambung...