My Exotic Wife

My Exotic Wife
Chloe


__ADS_3

Ana sedang berdiri di lobby melihat anak-anak di jemput oleh orang tua nya. Sepertinya semua anak-anak sudah pulang, kemudian Ana kembali masuk ke dalam. Namun Ana melihat Chloe masih duduk asik membaca buku. Ana melangkah mendekati Chloe dia sedikit penasaran dengan anak ini.


"Apa Justin tidak menjemput mu?" Ana duduk di sebelah Chloe.


"Tidak, Justin sedang sibuk di kantor nya." Chloe menjawab singkat.


"Apa ibu mu tidak bisa menjemputmu?" Ana kembali bertanya pada Chloe.


"Aku tidak punya ibu, ayahku juga terlalu sibuk." Ujarnya terlihat sangat santai.


Chloe baru berusia 5 tahun tapi dia tidak seperti anak seumuran nya. Dia selalu santai dengan keadaan sekitarnya. Tak pernah berebut mainan seperti anak lain. Dia tipe anak yang senang menyendiri, tidak suka keramaian, tidak suka dengan anak-anak yang terlalu ribut.


Untuk anak seumuran nya dia sudah bisa mengkritik orang dewasa. Dia selalu protes apabila tidak sesuai dengan pola pikirnya. Dia selalu bicara terus terang, dan dia tidak seperti anak seumuran nya yang harusnya masih manja pada orangtua nya.


Ana melihat ada yang berbeda dengan anak ini. Ana mencoba mencari tau dari Chloe tapi dia tidak mau menjawab Ana.


Ana berinisiatif mengajak Chloe ke apartemen nya. Lagipula Justin dan Ana tinggal bersebelahan jadi nanti Justin bisa menjemput Chloe di rumah nya.


"Apa kau mau menunggu Justin di rumah ku? tempat ini akan di tutup jadi kamu tidak mungkin menunggunya di sini." Ana menawarkan mengajak Chloe kerumahnya.


"Oke baik, aku akan ikut dengan mu kebetulan aku sedang lapar." Chloe dengan santai mau ikut denga Ana.


Bocah ini ternyata tidak sepolos yang aku kira.


Ana tiba di apartemen dan membawa Chloe bersamanya. Ana menyiapkan makan siang untuk anak itu, tidak butuh waktu lama Ana menyelesaikan masakan nya. Hanya roti lapis, karena Ana tidak terlalu pintar memasak makanan barat.


"Ayo di makan," Ana mengodorkan piring berisi roti lapis.


"Apa kamu tidak bisa memasak lebih enak dari ini." Chloe mengejek roti lapis yang di buat Ana.


Dasar tuyul kecil, bisa-bisanya dia mengejek masakan ku tapi semua habis di lahap nya.

__ADS_1


"Apa kamu mau menonton cartoon?" Ana masih sabar menghadapi anak kecil ini.


"Aku tidak suka cartoon, aku lebih suka nonton saluran natgeo." Ana mencari saluran national geografi yang Chloe minta.


"Baiklah aku akan mandi sebentar, jadi kamu bisa nonton sepuasnya sambil menunggu Justin datang." Ana meninggalkan Chloe yang mengangguk tanda mengerti.


Ana keluar dari kamarnya karena tidak mendengar suara Chloe. Ana melirik ke arah sofa ternyata Chloe sedang tertidur pulas. Ana membenahi posisi nya, dan menyelimuti tubuh mungil Chloe.


Ana melihat jam di dinding, sudah jam 10pm, tapi Justin belum juga menjemput Chloe. Ada apa dengan anak ini sebenarnya, kenapa dengan orangtua nya. Ana sedikit penasaran, ingin tahu tentang Chloe.


Bel berbunyi dari balik pintu, akhirnya Justin datang. Ana segera membuka pintu


melihat Justin di depan nya memakai setelan jas lengkap dengan dasi, rambut yang disisir rapi. Berbeda dengan sebelumnya Ana lihat.


"Apa aku boleh masuk?" Justin melihat Ana bengong memandang nya.


"Tentu saja silakan, Chloe sudah tidur jadi pelankan sedikit suaramu." Ana melangkah ke ruang tamu.


"Apa aku bisa meminta secangkir kopi? kepala ku sangat pusing sepanjang hari ini." Justin meminta kopi pada Ana.


"Ini kopi mu." Ana menyuguhkan kopi untuk Justin.


"Ahh terimakasi kopi buatan mu sangat enak." Justin memuji kopi yang Ana buatkan.


"Oh ya ada yang aku tanyakan tentang Chloe, apa anak itu memang selalu menyendiri?" Ana memasang wajah penasaran pada Justin.


"Jadi kamu ingin tahu tentang masa lalu Chloe?, anak itu sungguh malang. Beruntung dia masih punya paman seperti ku haha." Ana melirik Justin kesal melihatnya tertawa.


"Ayah Chloe adalah kakaku, ya karena memang kita keluarga yang sangat sibuk jadi Ayahnya tidak sempat memberi perhatian lebih pada ibu nya. Setelah itu ibu nya pergi meninggalkan Chloe saat dia masih berumur 1 tahun. Dia pergi begitu saja sampai sekarang tidak pernah muncul. Jadi Chloe di asuh oleh pengasuh." Justin menyeruput kopinya kembali.


"Trus kenapa ayah nya tidak pernah menjemput Chloe di tempat penitipan?" Ana semakin penasaran.

__ADS_1


"Chloe di titipkan karena dia awalnya lambat bicara dan sangat pendiam. Jadi dokter menyarankan agar Chloe mempunyai teman seumuran nya. Tapi tetap saja anak itu tidak terlalu suka bergaul. Oh ya kakak ku sangat sibuk, saat ini saja dia sedang mengurus bisnis nya di luar negeri. Hubungan antara Chloe dan ayahnya tidak begitu dekat karena wajah Chloe sangat mirip dengan ibunya." Justin tertegun sejenak mengingat kemalangan keponakan nya.


Ana menghela nafasnya, merasa kasihan pada Chloe yang tidak merasakan kasih sayang ke dua orang tuanya. Ana yang dulu di tinggal oleh ayah nya saja merasa sangat kehilangan apalagi seorang anak kecil seperti Chloe.


"Apa besok aku bisa mengajak Chloe jalan-jalan? besok adalah akhir pekan, jadwal ku di rumah sakit juga sedang kosong. Aku mau mengajak Chloe ke taman bermain."


Bak gayung bersambut Justin mendapat kesempatan mendekati Ana melalui keponakan kecil nya.


"Oh tentu saja, besok juga aku sedang libur." Justin segera menawarkan dirinya dengan sangat senang. Merekapun sepakat mengajak Chloe besok berlibur ke taman bermain.


Keesokan hari nya mereka bertiga berangkat menuju taman bermain. Chloe terlihat sangat senang berbeda dengan biasanya dia selalu pendiam dan murung. Begitu juga dengan Justin yang bisa jalan dengan Ana.


Ana dan Justin menemani Chloe bermain, terlihat rona bahagia dari wajah Chloe. Ana menemani nya dengan sabar menunggunya mencoba berbagai permainan. Ana sangat mengerti perasaan Chloe yang rindu akan sosok ibu nya.


"Ana aku mau es cream." Chloe merengek pada Ana.


"Ayo kita beli es cream," Justin berlari bersama Chloe meninggalkan Ana.


"Aku mau 3 cup es cream rasa coklat." Justin memesan es cream untuk mereka bertiga.


"Apa kalian keluarga? Anak mu sangat cantik sekali tuan." Seorang pelayan menyerahkan es cream yang di pesan Justin.


"Iia ini adalah istriku hehe." Justin dengan sengaja mengatakan kalau Ana adalah istrinya. Ana yang mendengar nya langsung mencubit pinggang Justin. Chloe hanya tertawa melihat Justin yang mengaduh kesakitan.


Ana sangat senang bisa membuat Chloe tersenyum hari ini. Ana juga melihat sisi lain dari Justin, dia sangat perhatian dan dia juga sangat sayang pada Chloe. Beruntung Chloe masih memiliki Justin.


Tidak terasa langit sudah gelap, mereka bertiga memutuskan untuk pulang. Chloe yang sangat kelelahan tertidur di gendongan Justin. Mereka terlihat seperti keluarga kecil, dengan senyum mengembang di masing-masing bibir.


"Apa kau senang hari ini?" Justin bertanya pada Ana sambil meminum teh hangat yang telah di suguhkan.


"Tentu saja, aku sangat bahagia melihat senyum di wajah Chloe." Ana tersenyum pada Justin.

__ADS_1


Perlahan Justin mendekat pada Ana, mata mereka saling berpandangan. Ana tidak bereaksi apa-apa terhadap Justin. Dia hanya menikmati bola mata biru laki-laki itu. Tanpa sadar Justin semakin mendekati wajah Ana.


Bersambung...


__ADS_2