
Disebuah club malam, Roby sedang duduk bersama beberapa orang berbadan tegap memakai baju hitam. Ya mereka adalah anak buah dari Roby.
"Bagaimana? apa kalian menemukan orang nya?" Roby bertanya pada anak buah nya.
"Belum bos, tapi kami akan sesegera mungkin menemukan orang itu." Salah satu dari mereka menjawab.
"Ikuti ke dua orang ini, laporkan setiap gerak gerik mereka." Roby menyodorkan beberapa foto.
"Baik Bos." Mereka pergi meninggalkan Roby, yang masih menikmati alunan musik dan segelas minuman beralkohol.
Roby menerawang jauh, hanyut dalam dentuman musik bergenre EDM, teringat masa lalu nya bertemu Ana kecil dahulu.
Flashback on
20 tahun yang lalu seorang anak laki-laki sedang duduk di depan toko obat, baju nya yang lusuh dan sangat kotor, seperti tidak terawat. Dia diam hanya melihat orang yang lalu lalang di tempat itu. Dia mencoba masuk ke dalam toko tapi di usir secara tidak manusiawi oleh pelayan toko.
Seorang laki-laki turun dari mobil bersama gadis kecil yang mungkin saat itu beru berumur 5 tahun. Bapak itu menghampiri Anak laki-laki yang duduk di depan toko sambil menangis.
"Kamu kenapa nak?" Bapak itu berjongkok bertanya pada anak kecil itu.
Anak itu terlihat takut, tidak mau mengatakan apa-apa, dia membenamkan wajah nya di antara lutut dan tangan nya.
"Jangan takut nak, bapak bukanlah orang jahat." Sambil mengelus rambut anak itu.
Perlahan anak itu memeperlihatkan wajah nya.
__ADS_1
"Ibu saya sakit pak, saya tidak bisa membeli obat." Anak itu terisak ingat akan ibu nya yang sakit di rumah.
"Ayo sini bapak belikan obat." Bapak itu membantu nya berdiri, mengajak masuk ke dalam toko obat.
Anak itu mengatakan ciri-ciri penyakit ibu nya dan di berikan beberapa obat oleh seorang apoteker. Anak itu tersenyum sumringah, berharap ibu nya akan segera sembuh.
"Pak terimakasi ya, saya mau pulang dulu." Anak itu ingin cepat2 pulang menemui ibu nya.
"Tunggu, apa kamu sudah makan?"
Dengan cepat dia menggelengkan kepala nya, Bapak yang baik hati mengajak nya untuk makan siang. Sangat lahap sampai gadis kecil hitam manis dengan senyum yang menawan memberikan makanan nya untuk anak itu.
"Kak makan punya ku juga ya." Gadis kecil itu menyodorkan piring nya.
Si bapak hanya tersenyum melihat anak nya begitu peduli dengan orang lain.
"Ambil ini nak, kamu pasti membutuhkan. Ayo sana cepat pulang ibu mu pasti menunggu." Dengan lembut suara laki-laki itu menyuruh nya pulang.
"Terimakasi pak, kelak saya akan membalas kebaikan bapak saat ini."
Gadis kecil melambaikan tangan nya dan tersenyum pada anak laki-laki itu.
"Pa apa ibu nya bisa sembuh?" Gadis itu mendongakan kepala nya.
"Tentu sayang." Kalau rajin minum obat pasti akan segera sembuh.
__ADS_1
"Kalau begitu Rani mau jadi dokter aja ya pa, biar bisa nolongin orang yang lagi sakit."
"Kalau mau jadi dokter harus rajin belajar ya, gak boleh nakal-bakal." Sambil terkekeh sang ayah menggoda anak nya.
Flashback Off
Selama bertahun tahun Roby mencari keberadaan bapak yang menolongnya tapi tidak menemukan. Akhirnya setelah dia sukses dan memiliki relasi yang banyak serta kekuasaan yang di berikan oleh Bhumi akhirnya dia bisa leluasa mencari keberadaan orang yang sudah menolong nya.
Dengan bantuan anak buah nya yang tersebar dimana-mana Roby akhirnya menemukan yang dia cari. Tapi saat itu bapak yang menolongnya sudah meninggal dan usahanya mengalami kebangkrutan. Semua keluarga nya pindah ke kota.
Roby tidak patah semangat hanya berbekal nama gadis kecil itu, Roby berusaha mencari di berbagai tempat tapi hasilnya nihil.
Sampai akhirnya Bhumi bertemu dengan gadis yang bernama Ana. Tapi senyum gadis itu sama sperti gadis kecil yang di temui nya 20 tahun yang lalu. Batin Roby merasa ada sesuatu, dia mancari latar belakang dari Ana. Dan akhirnya dia menemukan gadis kecil yang dia cari Adriana Maharani.
Ya dulu ayah Ana sering memanggilnya Rani. Karena arti kata Rani adalah Ratu.
Sejak saat itu Roby berjanji akan membalas smua kebaikan yang ayah Ana telah lakukan pada nya. Sebagai gantinya Roby akan menjaga Ana apapun yang terjadi sekalipun mengorbankan diri nya sendiri.
Roby melangkahkan kaki nya keluar dari club. Dia berpapasan dengan seorang laki-laki yang ciri-cirinya mirip dengan yang di cari akhir-akhir ini.
Roby kembali masuk ke dalam club tersebut tapi sayang laki-laki itu hilang bak di telah Bhumi.
"Sial aku kehilangan jejak nya." Roby memgepalkan tangan nya emosi.
Roby mengeluhkan diri nya begitu lamban. Biasanya tidak butuh waktu lama hanya seminggu tapi ini cukup memakan waktu yang sangat lama sampai berbulan-bulan.
__ADS_1
Dengan langkah gontai Roby melangkah keluar dari club itu dan memilih untuk pulang.
Bersambung...