My Exotic Wife

My Exotic Wife
Kepulangan Oma


__ADS_3

Flashback on


Bhumi yang selama ini tidak tau nomer hp Ana akhirnya dia meminta pada Roby. Bhumi belum sempat mengucapkan terimakasi pada Ana karena sudah merawatnya. Di perjalanan menuju ke kantor setelah mengantar Ana, Bhumi yang duduk di kursi belakang menepuk punggung Roby.


"Rob simpen nomer hp Ana," Roby menyodorkan hp nya pada Roby.


"Baik pak." Roby menyerahkan hp Bhumi kembali sambil tersenyum simpul.


Bhumi terlihat mengetik sesuatu,


Bhumi:


Terimakasih


Bhumi mengirim pesan ke Ana.


Ana:


Maaf, bapak saya sudah meninggal, ibu saya di luar negeri, jadi kalau minta pulsa jangan sama saya!!!


Ana membalas pesan dari Bhumi. Ana mengira pesan papa minta pulsa yang dulu sering memenuhi aplikasi inbox nya.


Bhumi:


Ini aku Bhumi.


Bhumi tersenyum melihat balasan dari Ana.


Ana:


Maaf aku kira siapa.


Ana kaget ternyata yang mengirim pesan tadi adalah Bhumi.


Bhumi kembali tersenyum.


Pasti sekarang tampang nya lagi ketakutan.


Flashback off


Ana sedang duduk santai di pinggir kolam renang sambil membaca sebuah buku.


Tiba-tiba datang Bu Marni, " nyonya tadi ada telepon dari nyonya besar, 30 menit lagi nyonya besar akan sampai di rumah."


"Serius bu?" Ana berlari menuju pintu utama saking girang nya.


"Hati-hati nyonya jangan lari," Ana tidak menggubris perkataan Bu Marni.


Ana yang sudah tidak sabar menunggu Oma di depan pintu sudah seperti mau menyambut tamu agung, kurang karpet merah saja rasanya.


"Omaaaaa...." Ana berteriak mendekati Oma dan memeluknya.


"Cucu Oma sayang," Oma mencium kening Ana.


"Marni turunin semua barang yang ada di mobil," perintah Oma ke Bu Marni.


"Baik nyonya."


Ana dan Oma membongkar-bongkar barang bawaang Oma.


"Ana coba buka koper yang merah itu, semua barang yang ada di dalam nya untuk kamu," Oma menunjuk koper yang ada di sebelah Ana. Ana membuka nya 1 koper penuh isi nya baju, sepatu, tas terkenal merk H semua khusus di belikan untuk Ana.

__ADS_1


"Oma ini terlalu banyak," Ana merasa tidak enak menerima pemberian Oma.


"Sayang, kamu harus punya ini semua, kelak kamu pasti akan bertemu dengan orang-orang penting." Oma tersenyum ke arah Ana. Ana tidak bisa menolak lagi.


"Marni, bawa ini semua ke kamar Ana." meminta Bu Marni membawa koper Ana ke atas.


"Makasih ya Oma, Ana mencium pipi Oma.


Di kantor, Bhumi yang duduk di sofa masih berpikir tentang Angel, Bhumi bingung harus bagaimana. Tapi Bhumi meyakinkan diri nya masih mencintai Angel, dan hubungan nya dengan Ana hanya sebatas tanggung jawab, tidak ada perasaan apapun diantara mereka berdua.


Sebuah pesan masuk ke hp Bhumi,


Ana:


Sore ini kamu bisa gak anterin aku ke dokter? aku ada cek lab dan usg.


Sepertinya dia sudah mengerti perkataan ku beberapa waktu lalu.


Bhumi:


Roby nanti yang jemput kamu ke rumah.


Iiihhh males banget ketemu si muka kaku itu.


Ana:


Gak usah, nanti kita ketemu di Rumah Sakit aja, aku di anter sopir.


Sudah di jemput malah gk mau.


Bhumi:


Ok.


Bhumi yang masih menunggu balasan dari Ana, tapi Ana tidak kunjung membalas pesan nya.


"Sial kok gk di balas lagi," gumam Bhumi.


"Bapak sudah di tunggu di ruang meeting," Roby datang tiba-tiba.


"Oke," Bhumi bangun dari sofa dan merapikan jas nya.


Hp Bhumi berdering, terlihat nomor yang tidak di kenal.


"Halo," Bhumi menjawab telpon nya dengan senyum ceria.


Bhumi dengan antusias mendengar kata demi kata yang di ucapkan orang di seberang. Telpon pun di tutup, Bhumi melanjutkan langkah nya ke ruang meeting.


Ana duduk dengan oma menikmati sore hari di taman di temani secangkir teh hangat. Oma bercerita keseruan liburan bersama teman-teman arisannya.


Ana yang sedikit gusar melirik jam tangan nya, akhirnya Ana memberanikan diri memotong pembicaraan Oma.


"Oma maaf,"


"Ada ap nak?"


"Oma sore ini Ana ada janji dengan dokter, ada pemeriksaan lab dan USG."


"Oma temani ya." Oma ingin menemani Ana.


"Tidak usah Oma, sudah Bhumi yang anterin."

__ADS_1


"Baiklah sayang, hati-hati ya," Oma tersenyum bahagia.


Ana masuk ke dalam rumah dan bersiap-siap dengan dandanan yang lebih cantik dari biasanya. Ana seperti sedang suka dengan seseorang.


"Pak tunggu di parkiran aja ya, saya masuk dulu," Ana memberi instruksi pada pak sopir.


"Baik nyonya."


Ana duduk di ruang tunggu, dia sengaja datang lebih awal karena sudah janjian dengan Bhumi.


Sudah setengah jam Ana menunggu tapi Bhumi tidak kunjung datang juga.


"Apa mungkin dia lupa?" Ana bertanya pada diri nya sendiri.


"Ibu Adriana Maharani silakan masuk ke dalam," seorang asisten dokter memanggil Ana.


Ternyata dia tidak datang.


Raut wajah Ana berubah sedikit sendu. Ada perasaan sedikit kecewa di hati Ana, ternyata Bhumi tidak menepati janji nya.


Bhumi sedang mengobrol sambil tertawa lepas dengan seorang wanita, dan wanita itu adalah Angel. Ternyata yang tadi menelepon Bhumi adalah Angel, seketika Bhumi lupa tentang janji nya dengan Ana.


"Bhumi aku kangen sama kamu," Angel terlihat memeluk Bhumi.


Tanpa sengaja Juna juga ada di tempat yang sama melihat mereka berdua. Juna sedikit mengamati mereka berdua dari jauh tapi masih jelas di pandangan.


"Bukankan itu Angel?" Gumam Juna.


"Maaf anda bilang apa pak?" Sekertaris Juna memastikan perkataan bos nya.


"Oh gak apa-apa."


Juna masih terus sesekali mengamati pasangan CLBK tersebut.


Bukankah mareka sudah lama putus? terus bagaimana dengan Ana, aku harus cari tau. Juna sangat penasaran.


Bhumi terlihat pergi dari tempat itu bersama Angel yang bergelayutan di tangan nya.


Ana di kamar sedang memandangi hasil USG nya, dia tersenyum melihat foto makhluk kecil yang ada di lembar hitam putih itu.


Terdengar suara pintu dibuka, Bhumi masuk ke dalam, melihat Ana yang duduk di sofa.


"Kamu sudah di rumah?" Bhumi bertanya pada Ana.


Ana masih diam saja tidak berkata satupun, Ana sibuk dengan hp nya.


Memangnya dia tidak ingat kesalahan nya.


"Kalau di ajak ngomong itu nyaut jangan diam aja." Bhumi mulai kesal.


"Oh kamu ngomong sama aku? Aku lupa ada orang disini." Ana melawan.


Ana pindah ke tempat tidur dan mebenamkan tubuh nya di dalam selimut.


Bhumi yang masih belum sadar akan kesalahan nya, masih ngedumel gak jelas sambil berjalan ke kamar mandi.


Bhumi merasa badan nya sudah segar kembali, dia duduk di sofa dan menyalakan tv, tapi pandangan Bhumi tertarik dengan sebuah foto di meja. Bhumi mengambil dan mengamati foto hitam putih yang di pegang nya.


"Sial aku bru ingat," Bhumi menepuk jidat nya.


Apa mungkin karena itu dia tadi ketus pada ku?

__ADS_1


Bhumi melangkah mendekati Ana, Bhumi membuka selimut yang menutupi wajah Ana yang sudah tertidur pulas. Bhumi mengusap rambut Ana " maafkan aku Ana."


Bersambung...


__ADS_2