My Exotic Wife

My Exotic Wife
Pesta Ulang Tahun


__ADS_3

Sebuah mobil sport melaju membelah malam di keramian ibu kota. Ana dan Juna berada dalam satu mobil menuju acara ulang tahun Drake. Juna yang tau Ana sudah tidak tinggal di rumah Bhumi sengaja menjemput Ana di apartemen Mia. Ya walapun Juna sudah mengesampingkan perasaan nya semenjak tahu kalau sahabatnya tulus mencintai Ana tapi tidak di pungkiri Juna masih memendam rasa pada Ana.


Juna menghentikan mobil nya di depan gedung tempat acara Drake di langsungkan. Dengan sigap Juna membukakan pintu untuk Ana dan memegang tangan nya membantu Ana keluar dari mobil. Seandainya suami Ana adalah Juna mungkin tidak ada cerita ini(batin author).


Ana turun dari mobil terlihat sangat cantik memakai gaun berwarna pastel dengan potongan punggung terbuka, menambah kesan elegan dan sexy. Juna melingkarkan tangan ada di lengan nya, melangkah menuju ke dalam gedung. Semua mata tertuju pada Ana yang hari ini memang sangat cantik.


Para tamu undangan Drake sudah sangat ramai. Ana mencari keberadaan Mia, Ana memutar leher nya ke kanan dan ke kiri tapi tidak menemukan sosok Mia. Pandangan Ana berhenti ketika dia melihat Bhumi sedang berdiri bersama Angel.


"Jangan melihat kalau kamu gak sanggup." Juna menutupi pandangan Ana ke arah Bhumi, juna mengelus punggung tangan Ana seraya menenangkan Ana.


"Terimakasi." Ana mengucapkan satu kata itu pada Juna sambil tersenyum.


Akhirnya Mia dan Drake muncul dari balik kerumunan orang, menghampiri Ana dan Juna di meja paling depan. 2 orang host sudah mulai berbicara, ulang tahun sultan mah beda, bintang tamu nya saja artis. Seorang artis kenamaan ibu kota mulai bernyanyi, para tamu undangan juga ikut bernyanyi. Ana yang hanyut dalam suasana hanya menggoyang-goyangkan kepala nya.


Bhumi yang dari tadi mencari keberadaan Ana akhirnya menemukan orang yang dia cari. Ya Ana berada tepat 2 meja di depan tempat duduk nya. Bhumi mengamati dengan seksama, dia melihat Ana yang mengobrol dengan Juna sambil tersenyum. Angel yang melihat Bhumi terus memandang ke arah Ana merasa cemburu, pikiran jahat nya mulai merasuki untuk berbuat yang tidak-tidak.


Seorang host memanggil Drake untuk naik ke atas panggung diiringi riuh tamu undangan. Hentakan musik mulai di mainkan, Drake bersama teman-teman nya melakukan gerakan flash mob, semua tamu bersorak menonton acara ini. Musik terus berganti seiring dengan gerakan mereka. Berikutnya terdengar intro lagu dari Brian Mcknight yang berjudul Marry Your Daughter, semua orang hanyut dalam suasana. Drake menghampiri Mia yang berada di sebelah Ana, mengeluarkan kotak kecil dari saku jas nya.


Mia sangat terkejut dengan semua ini sampai tidak bisa mengatakan apa-apa. Tanpa sadar air mata nya jatuh, selama ini dia menjomblo akhirnya ada cowok ganteng yang melamarnya.


"Will you marry me?" Drake berlutut di depan Mia, memegang cin-cin berlian berwarna putih.


"Yes, I do." Dengan cepat Mia menjawab permintaan Drake.


Semua tamu undangan ikut larut dalam kebahagiaan mereka berdua. Ana sangat bahagia melihat sahabatnya sampai tanpa sadar dia memeluk Juna. Bhumi yang melihat Ana berpelukan dengan Juna merasa kesal, wajah nya berubah menjadi merah padam.

__ADS_1


Seakan sudah tidak tahan melihat Ana dan Juna. Bhumi berjalan bersama Angel mendekati meja Ana, yang disana juga ada Drake dan Mia. Bhumi beralasan ingin memengucapkan selamat pada Drake.


"Selamat," Bhumi mengulurkan tangan nya ke arah Drake.


Drake menyambut uluran tangan kakak sepupunya dan langsung memeluk Bhumi.


"Inget kasi gue kado."


Tapi sepertinya Bhumi tidak fokus dengan ucapan Drake, pandangan nya hanya tertuju pada Ana. Ana hanya mengabaikan nya, dan sibuk mengobrol dengan teman-teman nya yang lain.


"Ayo sayang," Angel menarik tangan Bhumi yang mata nya masih fokus dengan Ana.


Ana yang mengira Bhumi sudah melangkah pergi ternyata masih berdiri disana, akhirnya pandangan Ana terhenti ketika malihat bola mata Bhumi.


"Ana ayo kita pulang," Juna mengajak Ana pulang karena acara pun sudah selesai dan para tamu undangan satu persatu meninggal kan tempat acara.


Juna menggandeng tangan Ana, memegang erat jari jemari Ana. Tujuan Juna agar membuat Bhumi cemburu. Dan benar saja, ketika Ana melewati Bhumi dan Angel langkah Juna terhenti. Bhumi meraih salah satu tangan Ana tidak membiarkan nya melangkah lebih jauh.


"Kamu ikut pulang bersama ku." Bhumi melotokan mata nya pada Ana.


"Maaf pak saat ini saya sedang tidak bertugas, dan saya lihat bapak baik-baik saja." Ana menjawab dengan sopan.


"Maksud lo apa?" Juna sedikit bernada tinggi pada Bhumi.


"Lo gak usah ikut campur masalah gue." Bhumi mendekatkan wajah nya pada Juna.

__ADS_1


Ana menarik tangan Juna dan menggelengkan kepala nya, memberi isyarat pada Juna untuk tidak meladeni Bhumi. Ana berusaha melepaskan tangan nya dari cemkraman Bhumi tapi sayang tenaga Ana kalah kuat. Kedua laki-laki itu sama-sama tidak mau mengalah mempertahankan Ana. Sampai akhirnya Ana melepaskan tangan nya dengan Juna.


"Juna aku akan ikut dengan nya, nanti aku telpon ya." Ana mencoba menenangkan Juna.


"Baiklah, kalau kamu merasa tidak nyaman segera telpon aku."


Ana menganggukan kepala nya pada Juna.


Bhumi menyeret tangan Ana keluar dari gedung meninggalkan Angel yang berdiri mematung. Bhumi membuka pintu mobil dan menyuruh Ana masuk dengan paksa.


Ana meraba-raba tangan nya yang terasa sakit akibat cengkraman Bhumi.


Bhumi menyetir mobil nya dengan kecepatan tinggi membuat Ana takut. Dia memegang sabuk pengaman dengan erat. Tiba-tiba Bhumi memberhentikan mobil nya di tengah jalan. Menatap wajah Ana dengan tatapan menakutkan.


"Jangan kira kamu di gaji untuk berkencan dengan Juna." Bhumi mendekatkan wajah nya ke wajah Ana, membuat Ana ketakutan.


"Maksud bapak apa," Ana yang kini bisa merasakan hembusan nafas Bhumi karena jarak mereka terlalu dekat.


Perasaan Ana kini sedikit memudar ketika terlalu sering melihat Bhumi dengan Angel. Dan sekarang tersisa rasa kecewa walapun tidak di bisa di pungkiri Ana sangat mencintai Bhumi.


Bhumi kembali melajukan mobil nya sekarang dengan kecepatan standar. Bhumi meraih tangan Ana yang tadi di cengkram nya, Bhumi mengelus lembut tangan Ana. Ana memalingkan wajah nya ke arah kaca, melihat pemandangan malam yang ramai dengan banyak kendaraan tapi Ana merasa sangat sepi.


"Maaf, aku membuat mu ketakutan." Bhumi meminta maaf pada Ana.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2