My Exotic Wife

My Exotic Wife
Awal Yang Baik


__ADS_3

Ana telah menyelesaikan syuting nya siang ini, hampir saja dia telat pagi tadi. Ana melangkah ke ruangan Juna yang berbeda gedung tapi masih sambung menyambung antara gadung satu dengan yang lain nya. Ana mengetuk pintu ruangan Juna karena tidak ada seorang pun di luar. Biasnya Rara selalu duduk di depan ruangan Juna.


"Maaf aku masuk hehe." Ana membuka pintu ruangan Juna sedikit memperlihatkan kepala nya di balik pintu.


"Apa kalian sedang sibuk, maaf aku nyelonong gitu aja." Ana menghentikan langkah nya ketika melihat Rara sedang duduk dengan tumpukan dokumen sedangkan Juna sibuk menatap laptop di depan nya.


"Apa aku bisa sibuk kalau kamu datang?" Juna membalas perkataan Ana tapi fokus nya masih ke arah laptop.


"Ya udah, kamu memang yang terbaik." Ana langsung ikut duduk di sofa yeng mereka duduki.


"Rara kamu boleh pergi, nanti kita bahas lagi ." Juna memerintahkan Rara untuk pergi.


"Baik pak." Gurat kesedihan terpancar dari wajah gadis lugu itu. Ana yang sesama perempuan mengerti apa yang Rara simpan dalam hati nya. Rara kemudian pergi meninggalkan ruangan Juna.


"Kemana saja kau kemarin? Hilang tanpa kabar, kalau saja tadi pagi kamu gak datang, aku akan putus kontrak mu." Juna melototkan mata nya pada Ana.


"Jangannn." Ana mengayun-ayunkan lengan juna manja.


"Kemarin aku ada urusan sedikit," Ana sedikit berbohong.


"Jangan bohong padaku, aku bukanlah anak kecil." Juna kini melihat Ana, namun Ana tidak berani memandang mata lawan bicara nya.


"Oke oke, aku memang selalu tidak bisa menyembunyikan apapun dari mu." Ana mendesis kesal.


"Aku kemarin pergi ke kampus ku dulu untuk mengurus dokumen, terus karena sudah malam aku gak bisa balik kesini, terus cuaca juga lagi gak bagus gak ada pesawat yang berangkat tadi malam. Jadi terpaksa aku harus menginap." Ana berusaha menutupi kalau dia bertemu dengan Bhumi.


"Sepertinya masih ada yang kau sembunyikan, ingat aku bukanlah orang yang mudah di bohongi." Juna kembali mendesak Ana.


"Aku, aku bertemu Bhumi. Tapi dia yang mengikuti ku, kamu jangan berfikir yang tidak-tidak." Ana sedikit panik takut Juna kecewa pada nya karena semenjak Ana memilih pergi dari Bhumi Juna lah yang selalu menjaga nya. Juna selalu berpesan pada nya bila suatu saat nanti Ana jatuh cinta lagi, dia harus lebih bahagia. Juna tidak mau lagi melihat air mata Ana seperti dulu.


"Maafkan aku." Ana meminta maaf kepada Juna yang telihat diam saja tanpa berucap satu patah kata pun.


"Ana apa kamu masih mencintai Bhumi?" Sekarang Juna sedikit serius pada Ana.


"Emmm tidak, tidak sama sekali." Ana berusaha mengelak padahal yang dia rasakan berbeda.

__ADS_1


"Jangan berbohong pada ku, aku tau saat kita berada di Singapore kamu terlihat cemburu saat Bhumi bersama Elisa." Juna kini memegang lembut tangan Ana.


"Ana aku dulu bersahabat dengan Bhumi sampai saat dia berubah, hubungan ku dengan nya tidak baik. Aku marah, aku benci saat dia menyakiti mu, namun belakangan ini aku lihat dia menyesali kesalahan nya. Selama kamu pergi dia tidak pernah sama sekali bersama wanita. Dan aku tau dari Roby saat kamu kecelakaan, Bhumi di jebak oleh Angel. Ana aku tau kalian masih saling mancintai, kalau kamu ingin memulai lagi dengan nya aku akan sangat bahagia bila kamu bahagia." Juna dengan bijak menyikapi hubungan cinta segitiga yang pernah mereka alami. Ana mendengar semua itu langsung berhambur di pelukan Juna, sangat bahagia mendapat restu dari orang yang sangat berarti untuk nya.


"Juna terimakasi selama ini sudah menjadi teman, sahabat, kakak yang sangat mengerti dan baik pada ku, aku tidak tau harus bagaimana membalas kebaikan mu." Ana menempelkan kepala di bahu Juna.


Suara ketukan pintu terdengar, Rara yang masuk karena tidak mendapat jawaban dari dalam telihat terkejut dan sedikit kecewa melihat Juna dan Ana sedang berpelukan.


"Maaf pak, saya tidak tau kalau..." Rara menghentikan perkataan nya.


"Rara kamu tidak perlu sungkan, di antara kami tidak ada hubungan apa-apa," Ana sengaja mengatakan itu, ingin tau bagaimana respon Rara.


"Bukan begitu maksud saya nona." Rara sedikit tersenyum, kepala nya masih tertunduk.


"Ada apa?" Juna segera mengambil alih anak buah nya.


"Oh begini pak, tadi saya menerima telpon dari sekertaris PT Indopangan kalau meeting hari ini di tunda sampai besok."


"Oh baiklah, Ana siang ini aku free apa kamu mau mentraktir ku makan?" Juna melirik Ana yang dari tadi memeperhatikan Rara.


"Ayo ikut, ajak juga lili dan karin." Juna setuju dengan ide Ana.


"Baik pak," Terlihat dari wajah Rara kalau dia sangat senang tau kalau antara Ana dan Juna tidak ada hubungan apa-apa.


Juna melihat Ana yang saat ini tersenyum sangat bahagia. Aku harap keputusan ku benar membiarkan mu bersama Bhumi lagi, karena aku tau laki-laki yang kamu cintai hanya Bhumi.


Flashback on.


Juna berdiri tepat di sebelah Bhumi, mereka menghadiri acara pelelangan benda-benda antik. Juna dan Bhumi memang dari dulu selalu ikut acara ini karena hasil dari pelelangan akan di sumbangkan ke rumah sakit kanker khusus anak-anak.


Juna melangkah mendekati Bhumi, bertahun-tahun mereka saling tidak menyapa membuat kedua nya sangat canggung. Tapi persahabatan yang begitu terjalin erat tidak bisa terputus begitu saja.


"Apa kau datang sendiri." Bhumi mengawali obrolan yang tak tau harus memulai dari mana.


"Aku memang selalu sendiri." Juna menjawab singkat.

__ADS_1


"Sendiri! Lalu bagaimana dengan Ana?" Bhumi mlihat tajam ke arah Juna.


"Apa kamu cemburu?" Juna sengaja memancing pertanyaan yang membuat Bhumi sedikit panas.


Bhumi menyunggingkan senyum nya. "Apa aku masih berhak cemburu melihat kalian begitu bahagia."


"Aku rasa kamu salah paham tentang aku dan Ana." Bhumi yang mendengar kata-kata Juna dengan cepat melihat ke arah Juna.


"Apa maksud mu? apa kamu tidak ada hubungan dengan Ana? apa kamu sudah tidak suka dengan nya lagi?" Bhumi semakin serius.


"Kamu tau aku memang menyukai Ana dari dulu, tapi rasa ini tidak bisa di paksakan, kalaupun dia bersamaku. Ana pasti tidak sebahagia bersamamu. Aku saat ini hanya memanggap Ana seorang, teman, sahabat, adik bagi ku. Dia begitu perhatian dan penyayang tapi hati tidak bisa di bohongi dia hanya mencintai mu." Juna sambil tersenyum mengatakan semua itu pada Bhumi.


"Aku memberi mu kesempatan satu kali lagi, jika kamu menyakiti Ana lagi. Aku bersumpah kau tidak akan pernah bertemu Ana selamanya."


Bhumi yang mendengar kata-kata itu dari mulut Juna, langsung memeluk sahabat nya. Bhumi sangat bahagia, sahabat yang sangat di rindukan akhirnya kembali.


"Sudah jangan peluk-peluk, dasar homo." Juna mendorong Bhumi sambil tertawa.


"Besok Ana akan pergi ke luar kota, aku rasa kamu akan tertarik." Juna melirik Bhumi yang terlihat sangat bahagia.


"Aku gak tau harus bilang apa lagi, rasanya ucapan terimakasi pun tak cukup."


"Bayar aku dengan 50% saham perusahaan mu hahaha." Juna terkekeh melihat sahabat nya memelototkan mata.


Flashback off


"Ayo kita berangkat, kamu ngapain sih bengong gitu." Ana menarik tangan Juna.


"Iya gak sabaran banget, dasar." Juna mengacak-acak rambut Ana gemas.


Mereka semua berangkat ke restoran jepang favorit Ana. Rara yang duduk di belakang selalu mencuri-curi pandang ke arah Juna. Tidak di pungkiri ketampanan Juna selalu membuat orang terpesona. Ya walaupun memang Bhumi lebih tampan dari nya.


Bersambung...


Maaf kalau penulisan kata-kata nya ada yang typo. Jujur nulis ini sambil ngantuk berat, setelah 12 jam gak tidur sama sekali. Jangan lupa pencet like nya ya, biar selalu semangat up nya, Terimakasih ^_^

__ADS_1


__ADS_2