My Exotic Wife

My Exotic Wife
Terlalu Sakit


__ADS_3

Ponsel Bhumi berdering beberapa kali membuat nya terbangun dari tidurnya. Dia melihat jam di dinding, jam 12 malam. Bhumi melihat 10 kali panggilan tidak terjawab dari Angel di ponselnya.


Ponsel Bhumi berdering kembali, dia menjawabnya dengan suara pelan agar tidak membangunkan Ana. Bhumi mendengar suara orang lain dari seberang, mengabarkan kalau Angel mengalamai kecelakaan.


Bhumi bangun dari posisi tidurnya, membuat Ana juga ikut terbangun. Ana mengusap-usap mata nya, tidak tahu apa yang terjadi.


"Ada apa? Siapa yang telpon?"Ana bertanya pada Bhumi.


"Angel kecelakaan." Bhumi bergegas turun dari tempat tidur dan mengganti baju nya.


Ana hanya bengong melihat Bhumi tergesa-gesa seperti itu. Tidak tau harus bagaimana, mencegah pun untuk pergi rasanya itu tidak mungkin.


"Aku pergi sebentar saja, tunggu aku pulang." Ana hanya melihat Bhumi berlalu begitu saja.


Ana mengehela nafasnya berkali-kali mencoba berdamai dengan hati nya. berusaha mengatakan pada dirinya kalau ini tidak berarti apa-apa. Tapi percuma rasa kecewa nya terlalu menguasai dirinya.


Ana hanya bisa berdiam diri, menyandarkan kepala nya di sandaran tempat tidur berharap Bhumi akan kembali segera mungkin.


Bhumi berlari melewati beberapa lorong rumah sakit mencari keberadaan Angel. Akhirnya Bhumi menemukan Angel sedang tertidur, dengan kepala di perban. Sudah mirip sinetron di stasiun tv berlambang ikan hiu.


Bhumi melangkah mendekati Angel, berharap Angel baik-baik saja. Kemudian Bhumi memegang tangan Angel, mengelus lembut kepalanya. Angel terbangun merasa ada yang menyentuh nya.

__ADS_1


"Sayang," Angel terisak melihat Bhumi masih perduli dengan nya kemudian berhambur dipelukan Bhumi.


"Jangan menangis lagi, aku sudah ada disini." Bhumi mengelus kepala Angel.


Bhumi melepaskan pelukan Angel, menanyakan tentang kronologis kecelakaan Angel. Dan rupanya hanya terserempet motor, luka nya pun hanya lecet-lecet saja tidak ada luka yang serius. Bhumi memastikan Angel baik-baik saja, dan ingin kembali pulang.


"Jangan tinggalkan aku." Angel menarik tangan Bhumi tidak membiarkan Bhumi pergi dari kamarnya.


"Aku tidak akan meninggalkan mu, kamu harus istirahat biar besok kita bisa pulang dari tempat ini." Bhumi membujuk Angel.


Angel memegang tangan Bhumi erat seakan tidak membiarkan Bhumi jauh dari nya.Bhumi yang merasa kasihan dengan Angel menuruti permintaan nya. Bhumi menemani Angel semalaman, dan dia lupa kalau tadi menyuruh Ana menunggu nya.


Ana melihat ponsel nya sudah jam 7 pagi tapi Bhumi belum juga kembali. Ana menelpon nya beberpa kali tapi bukan suara Bhumi yang di dengarnya melainkan suara operator kalau ponsel Bhumi sedang tidak aktif. Tanpa sadar air mata Ana jatuh begitu saja, Ana terisak. Awalnya hanya jatuh begitu saja, tapi lama kelamaan air mata nya semakin banyak.


"Kenapa aku seperti ini," tangis Ana tambah keras sampe sesenggukan.


Ana melihat sebuah pesan masuk ke ponsel nya. Ana membuka ponselnya dan ternyata pesan itu dari Angel.


Angel: Suami mu lebih memilihku, lebih memilih mejaga ku, dari pada menemani mu.


Pikiran Ana kemana-mana setelah membaca pesan dari Angel. Dada nya terasa sesak, sampai susah untuk bernafas. Ana merasa kalut, akal sehat nya sudah tidak bisa bekerja lagi seperti biasanya. Terlalu besar harapan Ana kepada Bhumi tapi baru beberapa hari Bhumi kembali mengecewakan Ana.

__ADS_1


Ana merbahkan badan nya yang sudah lelah semalaman duduk menunggu Bhumi. Mata nya sembab, rasanya sangat susah untuk terbuka. Ana kemudian memejamkan mata, perlahan raut nya wajah berubah menjadi tenang melepaskan sedikit beban yang menguasai hati nya.


Bhumi masih berada di rumah sakit mengurus administrasi kepulangan Angel. Bhumi sedikit terburu-buru tapi Angel dengan sengaja mengulur waktu agar Bhumi semakin lama bersamanya.


"Semua sudah selesai, kamu sekarang bisa pulang." Bhumi menyuruh anak buahnya mengantar Angel pulang.


"Tapi sayang, apa kamu gak mau nganterin aku pulang." Angel memasang muka memelas.


"Aku harus ke kantor, nanti akan ku telpon." Bhumi melambaikan tangan nya dan menyuruh anak buah nya pergi. Angel mengempalkan tangan nya kesal, tau kalau Bhumi akan pergi mencari Ana.


Bhumi turun dari mobil, mempercepat langkah nya masuk ke dalam rumah. Di pikiran Bhumi hanya ada Ana, yang dia tinggalkan tadi malam.


"Apa Ana sudah sarapan?" Bhumi berjalan tergesa-gesa sambil bertanya pada Bu Marni.


"Belum tuan, nyonya muda dari tadi pagi belum keluar kamar." Bu Marni tadi sudah mengetuk pintu kamar Ana tapi tidak ada jawaban dari dalam.


Bhumi sedikit berlari menaiki anak tangga, membuka pintu kamar Ana. Bhumi melihat Ana tertidur dengan penampilan yang sangat kacau, masih memakai piyama yang ia kenakan tadi malam terlihat jelas mata sembabnya.


"Maafkan aku selalu mengecewakan mu." Bhumi berbisik sambil mengelus lembut rambut Ana.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2