My Exotic Wife

My Exotic Wife
Liburan


__ADS_3

Matahari sudah sangat tinggi, ketika Ana bangun dari tidurnya yang kira kira baru satu jam beralalu, ada seorang ibu memanggil nama Ana, dengan susah payah Ana menyeret kaki nya bangun dari tempat tidur untuk membuka pintu.


Tok... tok... tok "Ana," terdengar panggilan itu berulang dari tadi, Ana membuka pintu, tenyata ibu kos, ibu kos seketika kaget melihat ana yang sperti zombie dengan kantung mata hitam dan riasan wajah yang luntur.


"Yaampun bikin kaget aja nie anak, abis pesta kostum dimana An? pantesan baru bangun jam segini, ibu kira kamu kenapa tumben gak keluar udah siang gini,"


"iiiaaa bu hari ini lagi libur, tadi abis nonton drama korea maraton sampe lupa tidur," ana memberi alasan. "Ya sudah kalau begitu ibu mau balik ke rumah lagi, abisnya kamu bikin khawatir gak ada nongol dri tadi sore,"


yaampun perhatian banget sih bu untung gak punya anak cowo kalo punya mungkin mau daftar jadi mantu ibu, mayan jadi ibu kos gak perlu cape kerja, tinggal ongkang ongkang kaki udah dapet uang , pikiran ana licik.


Ana kembali menyeret langkah nya menuju tempat tidur, "huh... apa yang harus aku lakukan sekarang?" Ana meraih hp di atas meja, mencoba menghubungi seseorang, tapi nihil tidak di jawab. Ana kembali terdiam, pikiran nya menerawang memandang langit-langit kamar nya, entah sudah berapa saat pandangan nya tidak bepindah dari sisi itu. Tiba-tiba hp Ana berdering,


"hallo," Ana menjawab dengan suara lemah,


"kenapa An? sorry ya tadi masih ada pasien jadi gak sempet angakat telpon," Mia meyakinkan Ana, tangis pun pecah Ana menangis sejadi jadi nya, di seberang mia tampak kebingungan, "An kamu kenapa?"


"Adit mutusin aku mi huaa huaa,"


"sudah ku duga ini akan terjadi, gumam Mia, "yaudah nanti pulang kerja aku mampir ya, kamu kalo mau nangis, nangis aja gak usah di tahan-tahan, yang penting gak smpe gantung diri," Mia belak-belakan dan menyudahi telpon nya.


Waktu berlalu begitu cepat tapi Ana masih dengan posisi yang sama, tidak tau apa yang harus ia lakukan, pikiran nya menerawang jauh. "Ana!!!!"terdengar Mia berteriak, "masuk aja gak di kunci Mi,"


Mia masuk membawa makanan lengkap dengan minuman dan camilan, "km kenapa? masih idup apa udah mati nih? haha," Mia tertawa. "Sialan lu," jawab ana, "makan dulu gih sana, biar kamu ada energi buat ngebales semua ini, ngapain meratapi laki-laki kayak gitu, kamu juga bisa bahagia tanpa dia," Mia trus saja mengomel,


"tapi aku cinta dia mi, gak mudah buat ngelupain semua ini".


Mia terus memberi nasihat pada Ana agar sahabatnya bisa sedikit saja semangat menjalani ini semua, akhirnya mia menyarankan agar Ana berlibur ke kota B, Ana menyetujui saran Mia, semua sudah mia yang atur termasuk jadwal jaga Ana di Rumah sakit, Ana hanya perlu memperiapkan diri dan berangkat.


Ana tiba di bandara di antar Mia, "mi makasih ya, semoga balik nanti aku udah gak galau lg,"

__ADS_1


"iiiaa kamu fokus aja liburan gak usah mikirin apa ya An," Mia meyakinkan sahabat nya, mereka pun mengakiri dengan berpelukan karena harus berpisah.


Ana sudah berada dalam pesawat, dia merasa takut karena baru pertama kali naik pesawat, Ana memejamkan mata nya padahal belum juga apa-apa sudah keder duluan.


"Hai," suara laki-laki menyapa Ana, perlahan Ana membuka mata nya, melihat seorang pria tampan, putih, tinggi, rapi, wangi, Ana gelapan di sapa pria tampan yang duduk di sebelahnya.


"Hai juga," Ana menjawab dengan muka masih bingung.


"Sepertinya kamu takut? pertama kali naik pesawat ya? laki-laki itu bertanya pada Ana,


Ana hanya tersenyum simpul.


Ana merasakan guncangan ketika pesawat akan take off, cukup membuat nya ketakutan, Ana dengan sigap menggenggam tangan laki-laki di sebelahnya dengan sangat erat sambil memejamkan mata nya,


"sudah buka mata mu sekarang,tangan aku sakit nih," suara itu terdengar begitu lembut, Ana membuka mata nya merasa malu-malu akibat perbuatan nya tadi,


"hehe... maaf ,"


wahhh mimpi apa semalem ketemu arjuna versi modern kayak gini, Ana malah melongo,


"heiii, halo kok bengong aja?"


Ana kaget, "ohh iiaa nama aku Ratu," Ana menyebutkan nama yang tidak sbenarnya, walaupun ganteng tapi Ana merasa takut tehadap orang yang tidak di kenal nya.


Sepanjang perjalanan mereka ngobrol spertinya gak kehabisan topik, sampai Ana lupa akan rasa takut nya. Tak terasa sudah tiba di kota tujuan liburan Ana, mereka pun berpisah di bandara.


Arjuna baru sadar kalau dia lupa meminta nomer hp ana, tapi saat Juna akan memanggil Ana, dia sudah masuk ke dalam taxi. "Semoga kita bisa bertemu lagi ya, gadis manis," terdengar kata-kata Juna sambil tersenyum.


Ana tiba di hotel yang sudah di pesan oleh Mia untuk nya, Ana langsung cek in dan di antar ke kamar nya. Ana merebahkan badan nya di kasur mendandakan dia sangat lelah dengan perjalanan ini, "bolehkan aq tidur dulu? toh liburan ini masih 3 hari lagi," Ana berbicara pada diri nya sendiri. Saking tertidur pulas, karena beberapa hari ini ana tidak tidur nyenyak, akhinya ana baru bangun ke esokan hari nya.

__ADS_1


Ana terbangun dari tidur nya dan menyadari hari sudah pagi,


"ternyata sudah pagi, ayo kita jelajahi kota ini," pinta Ana dalam hati, yah walaupun perjalanan ini di lakukan sendiri, dia masih tetap semangat dan memang harus semangat demi melupakan laki-laki yang telah mencapampakan nya. Ana memulai perjalan nya, semua tempat dia ingin datangi. Ana sudah ke pantai, ke bukit lari ke gunung masih aja kegalauan ini merasuk di jiwa, dan akhirnya ana tiba di suatu peninggalan sejarah sebuah candi besar.


Ana membaca sejarah nya, dalam pikiran nya sudah mulai berimajinasi,


wah wah ternyata di jaman itu kegilaan karena cinta bahaya, galau dikit bikin candi, galau dikit bikin danau, gak kebayang tuh yang di suruh kerja cape nya kayak gimana, selesai nya cuma semalem lagi, hahaha.


"Ahhh hari ini sangat melelahkan, aku akan berendam biar sedikit rilex," gumam Ana.


Di kamar mandi Ana termenung, kembali menangis mengingat nasib nya yang begitu buruk, Ana menangis meraung, teriak, mengumpat, yah mumpung gak ada yang liat sih jadi bebas, mau jungkir balik juga gapapa, hahahha. Sudah merasa sedikit lebih baik, Ana bertekad pergi ke Bar yang ada di hotel tersebut. Ini pertama kali nya bagi Ana karena selama ini dia terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai gak tau dunia luar.


"Kak minum satu ya," ana memesan pada bartender. Yaampun Ana kamu kira ini warteg ngomong nya macam pesan es jeruk aja.


"Silakan kak, ada yang lain lagi?"


"cukup deh,"dentuman music terdengar begitu nikmat. Sejenak semua pikiran Ana hilang bersama gemerlap malam ini. Ana memesan minuman berulang-ulang walaupun rasanya tak semanis bobba, samapai dia merasakan pening yang teramat sangat. Ana berusaha bangun dari tempat duduk nya, dengan terhuyun Ana berjalan menelusuri lorong menuju kamar nya, Ana tertidur tak sadarkan diri.


Di ruangan lain ada seorang pemilik hotel bernama Bhumi Anggara sedang melakukan kesepakatan bisnis di temani sekertarisnya Roby, dia terlihat tampak serius mendengar penjelasan yang di tujukan pada nya, masih belum ada reaksi apapun, rekan bisnis Bhumi sudah mulai gelisah karena belum ada tanda kalau proyek ini akan di goal kan oleh bos besar ini.


"Baiklah, saya setuju," kata kata Bhumi akhirnya keluar mambuat semua orang di sana menghela nafas sambil tersenyum,


mungkin sedari tadi mereka menahan kentut, ehh menahan nafas maksudnya karena telalu tegang.


Semua orang telah pergi dari ruangan itu tinggal Bhumi dan Roby yang masih tersisa. "Rob ambilkan aku minuman, aku ingin mabuk hari ini, "


"Baik pak, akan saya ambilkan," Roby menuangkan minuman ke gelas Bhumi, entah apa yang dipikirkan terlihat begitu hampa. Bhumi merasa pusing padahal dia tidak terlalu banyak minum.


Roby yang tau akan kondisi bos nya memaksa mengantar Bhumi ke kamar tapi Bhumi menolak dengan tegas, kalu Bhumi sudah bilang tidak, tidak ada satupun orang yang berani membantah nya.

__ADS_1


Akhinya Roby membiarkan Bhumi berjalan sempoyang menuju kamar nya, samapai bayangan Bhumi hilang di pandangan Roby.


Bersambung...


__ADS_2