
Setibanya di Rumah Sakit Rachel langsung di bawa ke Ruang IGD. Dia langsung mendapatkan pertolongan pertama dan mendapatkan cairan infusan. Setelah di periksa selama 2 jam, dokter jaga menemui Sawn.
"Apa anda keluarga dari pasien yang bernama nyonya Rachel?." Tanya dokter jaga itu.
"Ya saya suaminya bagaimana keadaanya?."Jawab Sawn sudah tak sabar ingin tahu keadaan Rachel.
"Nyonya Rachel sudah ditangani, ada demam yang disertai oleh indikasi penyakit lain. Kami sudah melakukan pemeriksaan lebih lanjut dari nyonya Rachel ditemukan ada iritasi serta pembengkakan pada lambung."Detail dokter jaga.
"Biasanya itu diakibatkan oleh apa."?Tanya Sawn lebih lanjut.
"Biasanya pasien kurang menjaga pola makan dan penggunaan obat-obatan yang mengandung obat-obatan non streoid. Tapi dari sample darah negatif tidak ada penggunaan obat-obatan. Jadi besar kemungkinan pola makan yang tidak teratur."
"Kami akan memindahkan pasien ke ruang perawatan untuk rawat inap, harus dilakukan perawatan yang lebih intensif."Sambung dokter jaga lagi seraya permisi meninggalkan Sawn.
Sawn hanya melihat Rachel dari kaca jendela ruang IGD karena tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam.
"Bagaimana dia bisa begitu buruk dalam hal mengurus diri, dari gayanya, pakaiannya , bahkan tempat tinggalnya dia bukan dari orang yang susah. Tapi bagaimana sampai dia tidak bisa mengatur pola makannya."Sawn membatin.
Rachel dipindahkan ke ruang rawat inap dengan fasilitas VVIP dan pengobatan yang terbaik. Rachel tertidur pulas dengan wajah yang masih tetap cantik alami walaupun tanpa polesan make up sekalipun.
__ADS_1
Sawn memandangi wajah yang membuat hatinya jatuh cinta itu, rasa ingin tahu yang teramat sangat membuatnya ingin terus menggali apa saja yang berkaitan dengan gadis itu.
"Tuan Sawn bagaimana keadaannya?."Assisten Liu tiba-tiba sudah berada di ruangan dimana Rachel dirawat sedikit membuat Sawn terkejut.
"Sudah ditangani dan harus istirahat total. Bagaimana rapat direksi tadi pagi?."
"Syukurlah kau cepat membawanya ke sini. Rapatnya sesuai dengan yang direncanakan. Saham kita mengalami kenaikan seperti biasanya."Ujar assisten Liu.
"Apa kau akan kembali ke kantor."Tanya assisten Liu pada Sawn yang hanya terus memandangi Rachel.
"Sepertinya hari ini aku tidak akan kembali ke kantor, aku akan menjaga Rachel sampai dia sadar."
"Oke aku akan menghandle semua agenda hari ini, aku sudah menemukan informasi tentang Luccas."
"Oh seperti itukah, kau tahu image Luccas itu seperti apa."Timpal Sawn.
"Ya memang sedikit lebih nakal dibandingkan dirimu untuk urusan perempuan, dia lebih banyak menjadi bahan gosip. Sudah banyak wanita yang dia pacari." Assisten Liu mencoba menggoda Sawn.
Sawn mendengus kesal dan melempar botol air mineral ke arah assisten Liu.
__ADS_1
Setelah assisten Liu pamit undur diri akhirnya Rachel mulai terbangun, dia melihat Sawn yang tertidur dengan posisi duduk di sofa dekat ranjang Rumah Sakit. Merasa keheranan dengan apa yang dilakukannya di sisi Rachel.
"Sawn...."Panggil Rachel.
Sawn terbangun membuka matanya, dia memandang Rachel seperti biasa tanpa memperlihatkan ekspresi wajahnya. Tetapi berbeda dengan hatinya yang justru sangat mencemaskan keadaan Rachel.
"Kau sudah bangun?."Tanya Sawn
"Kenapa aku di ada di sini dan apa yang kau lakukan?."Rachel balik bertanya.
"Kau demam tinggi, aku yang membawamu ke sini. Aku pikir kau ketiduran karena tidur telat."Jawab Sawn sedikit sinis.
"Jadi aku demam, ya aku tadi malam tidak bisa tidur dan mulai tak enak badan. Lalu bagaimana dengan rapatnya?."Rachel kaget tetiba teringat rapat direksi pagi ini.
"Sudah ditangani Liu. Sudahlah kau jangan dulu memikirkan pekerjaan pikirkan dulu kesehatanmu."
"Ini makanlah dulu buburnya hati-hati masih panas."Sawn menyodorkan bubur untuk dimakan Rachel. Rachel cukup terkesima dengan kebaikan yang sudah dilakukan padanya. Dia memakannya sedikit demi sedikit, sementara Sawn tengah menelepon seseorang di luar kamar.
__ADS_1
*Bersambung*.....