My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Mengharu Biru


__ADS_3

" Apa boleh kalau setiap hari aku membawakanmu makan siang?." Rachel mengharap Sawn menyetujui permintaanya itu.


" Tidak sayang, aku tidak mau merepotkanmu. Jarak dari Mansion ke kantor lumayan jauh itu akan menyebabkanmu kelelahan dan juga bayi kita."


Sawn sudah menduga kalau istrinya akan kecewa berat dengan penolakannya.


" Jadi apa kamu ada yang lain di kantor ini?." Rachel menduga jikalau suaminya mempunyai wanita idaman lain.


Pertanyaan Rachel yang ditujukan padanya membuat Sawn menghela nafas panjang.


" Jadi karena rasa curigamu yang membuatmu ingin datang membawakan makan siang setiap hari?." Tanya Sawn penuh dengan kelembutan. Saat ini pikiran Rachel memang sering berpikiran negatif pada suaminya, terlebih semenjak kejadian permasalahan Jenny, Rachel lebih memperlakukan Sawn dengan protektif.


" Sayang.. Percayalah aku tidak akan sampai menduakanmu. Apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa mempercayaiku?." Sawn memegang dagu lancip istrinya, tatapan mereka berdua saling beradu.


Rachel terdiam, ia sebenarnya juga bingung apalagi yang harus Sawn tunjukan untuk membuatnya tidak khawatir.


" Aku punya ide bagaiamana kalau setiap aku di luar rumah, kita melakukan video call?." Terdengar lucu seperti gaya pacaran anak baru gede, tapi tetap saja Rachel tidak menyukaianya.


" Bisa saja kamu berbohong!."


" Oke.. Apa kamu meragukan cintaku?."

__ADS_1


Rachel menggeleng.. Ketakutan terbesarnya adalah Sawn berpaling dari dirinya. Bukan karena ketidakpercayaan tapi Rachel berpikir bisa saja setelah ia punya anak badannya berubah, ia sudah tidak cantik lagi, suaminya akan dengan mudah berpaling pada perempuan yang lebih langsing dan cantik.


" Dengarkan aku, bagaimanapun keadaan kamu setelah kita punya anak aku tidak akan mempermasalahkan. Aku punya segalanya, aku punya harta, kedudukan dan kamu yang terpenting. Dan jika kamu bermasalah dengan keadaan dirimu sendiri setelah punya anak kamu bisa menggunakan hartaku sesukamu. Kamu bisa olah raga, buang lemak tubuh kamu, walaupun aku sendiri tidak menyarankannya. Aku lebih suka kamu yang apa adanya sayang.." Jelas Sawn membuat hati Rachel mengharu biru.


" Oke.. Ada satu cara agar kamu bisa mempercayaiku.." Sawn menghubungi assisten Liu agar segera masuk ke dalam ruangannya.


" Rachel.. apa kabarmu?."


" Baik.."


" Sawn.. Ada yang bisa aku lakukan?."


" Panggil pengacara pribadiku untuk segera datang menghadapku!."


" Grand Royal? Oh iya aku baru ingat, aku akan membicarakannya nanti setelah urusanku selesai terlebih dahulu. Biarkan Alex menunggu di ruanganmu!."


"Tidak.. Aku akan pulang. Lebih baik pengacaramu menunggu di sini." Rachel merasa tidak enak hati. Hari-hari Sawn terlihat cukup sibuk.


" Tidak.... Kamu akan pulang bersamaku!."


" Baiklah Liu, katakan pada Alex bahwa..." Sawn membisikan beberapa kata ke telinga Liu tanpa ingin Rachel mendengarnya. Rachel menyangka apa yang dibicarakan Sawn pada Liu menyangkut rahasia perusahaan, jadi dia tidak terlalu mempermasalahkannya.

__ADS_1


Sudah hampir satu jam Rachel di suruh menunggu Alex untuk menyelesaikan apa yang diperintahkannya, sampai saat Rachel akan beringsut dari sofa Alex datang ke ruangan Sawn bersama dua orang assistennya dan assisten Liu.


" Tuan Sawn.. Ini surat pernyataan berikut salinan lengkapnya yang sudah saya buatkan untuk anda."


Sawn mengambil surat pernyataan dari tangan Alex, membacanya sebentar lalu menyerahkannya pada Rachel.


" Apa ini, kenapa memberikannya padaku?." Rachel kebingungan.


" Bacalah dulu!."


Rachel hampir menutup mulutnya dan membelakan matanya seakan tidak percaya dengan apa yang Sawn perbuat untuknya. Dalam surat pernyataan itu disebutkan bahwa seluruh aset kekayaan Sawn Arthur mulai dari perusahaan utama, anak perusahaan, aset rumah, benda tak bergerak dan benda bergerak lainnya seperti mobil serta harta kekayaan lainnya di dalam maupun luar negeri akan menjadi milik Rachel jika Sawn terbukti melakukan perselingkuhan.


" Ini berlebihan Sawn.. aku tidak bisa menyetujuinya."


" Maaf aku ikut campur, Rachel percayalah.. Apa yang diperbuat Sawn kali ini untuk membuatmu yakin akan cintanya tidak akan sampai terbagi." Ujar assisten Liu.


Wajah Rachel bersemu merah, ia sangat malu dengan tatapan-tatapan pengacara Sawn dan juga dua orang assistennya. Mungkin mereka berpikir apa yang dilakukan Sawn terlalu gegabah karena kalau sampai Sawn bersalah dengan berselingkuh dari Rachel, Sawn akan menjadi seorang gelandangan.


-----


Haii maaf telat up, banyak pekerjaan yang tidak bisa di tunda. Mohon maklum..

__ADS_1


Berikan dukungan kalian dengan menambahkan komen, like dan votenya ya.. Dan jangan lupa pantengin karyaku yang baru judulnya MY PERFECT HUBBY... Makasih 😚


__ADS_2