My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Mengalah


__ADS_3

"Kau...." Sawn geram ingin rasanya dia menarik tangan Rachel saat itu juga tapi di tahan oleh Agnes.


"Tahan dirimu.. Di sini banyak orang yang melihat. "Bisik Agnes.


Mata merah Sawn menandakan dia sudah menahan amarah yang menggebu-gebu.


Tapi tidak dengan Rachel, dia melangkah dengan penuh percaya diri dihadapan orang banyak.


"Aku sudah tidak bisa menahannya lagi.. Jangan menahanku lagi Agnes."


"Dengan sigap dan sikap yang tenang, Sawn menghampiri Rachel yang berdiri disamping presdir G.. "


Membisikan sesuatu ditelinga Rachel..


"Ikut denganku.. Kalau tidak aku akan menarikmu paksa.."


Rachel menengok melihat wajah Sawn.. Lalu menuruti perintah lelaki itu untuk mengikutinya ke belakang gedung.


Seketika tangan Sawn mendorong tubuh Rachel dengan kasar ke dinding tembok..


"Kau.. apa yang kau lakukan membuatku malu?."


" Siapa disini yang membuatmu malu.. Aku atau kamu?" Rachel membalikan pertanyaan Sawn.


"Kau datang dengan presdir G.. Mau di taruh dimana mukaku?."


" Kau juga datang dengan Agnes.. "


"Agnes sepupuku.. "

__ADS_1


"Apa bedanya dengan presdir G, dia hanya rekan bagiku.."


Sawn tak menggubris perkataan Rachel.. Lantas dia menarik paksa Rachel untuk ikut dengannya, menyuruh ikut pulang dengannya.


Selama perjalanan pulang Sawn bahkan Rachel tak sepatah katapun terucap dari bibir mereka. Hanya keheningan dan deru mesin mobil halus terdengar samar-samar.


Sampai di kediaman Sawn, Rachel dengan cepat keluar dari mobil dan berlari ke kamarnya.


"Dia sudah mulai berani melawanku.. "


Sawn mengetuk pintu kamar Rachel


.. tak ada jawaban, dia membuka paksa pintu itu dan mendapati Rachel menelungkupkan badannya di tempat tidur.


"Keluarlah.. Aku sedang tak ingin bicara denganmu.."


" Kita harus bicara..."


"Aku ulang sekali lagi... Kita harus bicara."


Rachel akhirnya mengalah, dia tahu sifat Sawn yang keras hanya akan menambah masalah semakin rumit. Rachel membalikan badannya, berpindah ke sofa kecil di kamarnya itu.


"Cepat katakanlah!!."


" Apa yang ada dipikiranmu ketika kau bersama presdir G?."


" Tidak ada yang aku pikirkan.. Aku hanya memanfaatkannya saja. Seperti kau memanfaatkan Agnes untuk membuatku cemburu.. Kita impas."


Sawn menghela nafas panjang dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Oke.. Aku takkan memperpanjang masalah ini lagi. Ini murni salahku, tapi kalau aku dapati kamu melakukan sesuatu hal di luar batasan, aku tak akan segan untuk menindakmu.."


Sawn berdiri dari tempatnya semula lalu pergi meninggalkan Rachel dengan amarahnya.


------------------------------------


"Selamat pagi nona muda, tampaknya anda sangat gembira pagi ini.. "Sapa Bibi An ketika menghidangkan sarapan.


" Ya.. Aku sangat senang sekali.. Akhirnya aku memenangkan gencatan senjata yang ditembakan bertubi-tubi padaku."Timpal Rachel seraya melirik ke arah Sawn.


Bibi An hanya tersenyum dan berlalu melanjutkan pekerjaannya lagi.


" Ehhm... Tampaknya kamu menyindir lelaki disampingmu itu.." Ujar Agnes.


" Sangat bagus kalau dia merasa tersindir.. "


" Sudahlah.. Sudahi semua ini. Aku tidak mau jadi duri dalam daging. Aku punya saran bagaimana kalau kalian berlibur.. Ya 2 atau 3 hari.. Mungkin itu bagus buat otak kalian.. Haha."


Sawn menatap Rachel..


" Bukan ide yang buruk.. Aku akan cari hari yang pas untuk berlibur.. Dan kau tidak dapat menolaknya.."


" Okee.. Aku tak kan menolaknya.. Sepertinya memang kita harus berlibur. Kau tak pernah sekalipun mengajakku untuk bersenang-senang."


" Sepakat... "


" Hari ini diamlah di rumah..Karena kekacauanmu tadi malam, aku sampai harus bertemu dengan presdir G.. "


 

__ADS_1


*Bersambung*.....


 


__ADS_2