My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Penyerangan


__ADS_3

"Dimana Sawn.. Ini sudah malam kenapa dia masih belum juga kembali Red?."


" Mungkin tuan masih sibuk nona.. Tenang saja saya akan menemani nona di sini sampai tuan kembali.."


Rachel tersenyum ke arah Red.. Red masih berjaga dengan gaya pengawalnya dengan berdiri tegak.


"Red.. Kau bisa duduk santai.. Tidak perlu seperti itu.."


" Tenang saja nona.. Sudah biasa bagi saya.."


" Red.. Apa kamu merasa kalau hotel ini lumayan sepi.. Kamu lihat tadi di sekitar lorongnya.. Hotel mewah seperti ini.."


Belum selesai berbicara terdengar suara pintu yang di coba untuk dibuka.. Red memberikan kode pada Rachel agar tidak bersuara.


" Pasti itu Sawn..." Dengan terpaksa Red membungkam mulut Rachel dan membawanya bersembunyi di balik tirai yang menjuntai panjang menutupi tubuh mereka berdua.


Dugaan Rachel tepat muncul sesosok pria bertubuh tinggi besar dan memakai topi serta berkacamata hitam.. Hampir mirip dengan pria yang mengintai mereka di pusat perbelanjaan waktu itu.


Pria bersenjata itu berkeliling mencari Rachel di setiap ruangan kamar hotel. Red memilih diam agar keselamatan Rachel tetap terjaga, karena hanya dengan cara itu bisa menyelamatkan nyawa Rachel.


Dirasa incarannya tidak berhasil ditemukan, pria misterius itu kemudian beranjak pergi menutup pintunya kembali, jejaknya sangat rapi.. Tidak ada satupun barang yang disentuhnya.. Murni bahwa kedatangannya bukan untuk mencuri melainkan mengincar nyawa seseorang..


Rachel memegang erat bahu Red.. Sangat erat. Kedatangan pria bersenjata itu berhasil membuatnya ketakutan setengah mati.

__ADS_1


"Nona.. Tenanglah.. Sudah aman.."


" Red.. Aku tidak bisa berdiri, bahkan badankupun terasa sangat lemas.." Wajah Rachel terlihat sangat pucat, sehingga Red membantunya untuk berjalan menuju tempat tidur.


" Istirahatlah.. Dan jangan terlalu berisik. Saya akan mencoba menghubungi tuan Sawn."


Red mengambil ponsel dari saku celananya.. Menghubungi nomor telepon assisten Liu.


*****


"Rachel tidak apa-apa?."


Sawn terperanjat mendengar perkataan assisten Liu setelah mendapatkan kabar dari Red.


" Kita kembali sekarang."


*****


" Red.. Apa yang sebenarnya terjadi?."


" Tuan.. Seorang pria tiba-tiba muncul masuk ke dalam kamar. Saya juga tidak tahu kenapa bisa terjadi.."


" Bagaimana mungkin.. Hotel ini pengamanannya sangat ketat. Kenapa bisa muncul seseorang apalagi ke dalam kamar. kamu tahu pintu kamarnya harus memerlukan akses khusus."

__ADS_1


Sawn sangat marah sekali.. Wajahnya memerah dan tangannya mengepal. Yang ia takutkan hanya satu keselamatan istrinya, Rachel.


" Itu dia Sawn.. aku rasa ada yang salah dengan keamanan di hotel ini.."


" Aku rasa juga begitu...Siapa yang berani bermain-main denganku?."


Nafasnya terdengar memburu.. Sawn memanggil manager hotel dan memarahinya habis-habisan.


"Maaf tuan.. ini baru pertama kali trjadi di sini."


" Pelayanan hotel yang buruk.. Liu kita segera pindah ke tempat lain.."


" Tuan maafkan kami... Kami berjanji akan lebih memperketat keamanan hotel di sini."


Sawn sama sekali tak mengacuhkan permintaan maaf dari manager hotel, ia hanya berjalan dengan angkuh sesuai gayanya seperti biasany.


Kepalanya terus berpikir mencari siapa dalang dibalik penyerangan yang tiba-tiba itu. Hatinya terus menerka-nerka dengan semua kemungkinan yang ada.


*****


" Sawn.. Sudahlah. Mungkin mereka menguntit kita sebelum kepergian kita ke sini. Aku sudah tidak apa-apa. Jangan menambah rasa takutku dengan amarahmu yang meledak-ledak."


Rachel mencoba menenangkan suaminya saat mereka sampai di sebuah hotel baru yang akan menjadi tempat tujuan menginapnya selama di Jerman.

__ADS_1


__ADS_2