My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Proyek Grand Royal


__ADS_3

" Aku akan pulang telat, kamu menginap di sini apa di Mansion?." Sawn terpaksa harus berangkat meskipun Rachel menyuruhnya untuk tetap tinggal di Villa.


Rachel menunjukan air muka kesedihan.


" Kenapa?." Sawn mendekatkan wajahnya, Rachel berjinjit menjauh..


" Tidak..." Jawabnya kesal.


" Aku harus pergi! Liu memberitahukan ada masalah di proyek."


" Sejak kapan kamu harus pergi ke proyek?."


" Ini masalah serius, ada penemuan jasad di proyek." Ujar Sawn sangat serius, kemudian segera bergegas mengambil jas dari tangan Rachel.


" Maaf.. Besok-besok aku akan menemanimu..!."


Rachel menatap sendu kepergian suaminya. Kali ia mencoba berdamai, sadar kalau Sawn bukan hanya miliknya seorang. Tapi perusahaan juga membutuhkan kehadiran suaminya.


Sawn menanyai satu persatu orang-orang yang bertanggung jawab proyek dalam satu ruangan khusus dekat proyek pembangunan Grand Royal.


Grand Royal adalah salah satu kawasan apartement elit, fasilitasnya sudah sangat lengkap. Hunian mewah dengan kolam renang pribadi, Mall mewah, gedung sekolah, fasilitas olah raga, taman bermain dekat dengan Rumah Sakit dan beberapa fasilitas lain yang tidak terdapat di apartemen-apartemen elit lainnya.



Empat dari orang yang bertanggung jawab mulai membuka suara saat tatapan Sawn serasa membuat mereka mati berdiri.

__ADS_1


" Maaf presdir, anda menjadi kerepotan karena harus meninjau langsung ke lokasi.." Ujar pria bernama Hoon.


" Jangan bertele-tele jelaskan padaku siapa jasad itu?."


Mereka saling menatap satu sama lain, keringat dingin mengucur dari wajah mereka.


" Jasad itu.. Maaf presdir itu jasad pegawai proyek kita namanya Ahyan."


Sawn kembali memandangi mereka satu persatu.


" Baru kali ini dalam sejarah hidupku membangun proyek, aku menemukan hal seperti ini kelalaian kerja. Bagaimana bisa bangunan kokoh bisa hancur seperti itu hah?." gebrakan kuat pada meja kayu dihadapan mereka terdengar cukup keras.


" Maaf presdir.. Kami sudah memeriksanya. Pondasi yang kurang kokoh.. "


" Kau yakin?." Kemeja berkerah pria bernama Hoon itu ditarik kasar.


" Kalian akan mati jika berbohong padaku, aku akan menyuruh tim khusus untuk menyelidikinya dalan waktu singkat."


" Kalian keluar!."


Sawn memijat kedua pelipisnya yang dirasanya berdenyut sakit.


" Sawn.. Ikutlah denganku!! Aku merasa ada sesuatu yang janggal."


Assisten Liu meminta Sawn mengamati langsung pondasi bangunan yang roboh, tidak terlihat murni roboh karena pondasi tidak kuat tapi lebih tepat seperti sengaja dirobohkan.

__ADS_1


" Apa yang matamu tangkap?." Assisten Liu mengarahkan pandangannya pada Sawn.


" Bentuk reruntuhannya seperti disengaja.. Tidak alami."


" Betul sekali!."


" Liu.. Kamu tau apa yang harus dilakukan kan?."


" Siap.. Aku tau, aku akan menghubungi tim khusus sesuai perintahmu."


" Aku akan menunggu disini.. Sampai menemukan akar permasalahannya."


Dalam pekerjaan Sawn terkenal royal pada bawahan bahkan sampai ke para pekerja proyek. Sawn tidak tanggung-tanggung memberikan bonus besar saat proyek goal ataupun berhasil menyelesaikannya. Semua pekerja yang jumlahnya beribu-ribu tidak pernah ada yang sampai mengeluh, terkecuali Sawn akan bertindak keras saat ada pekerja yang tidak jujur.


" Sawn.. Kau ingin makan apa? Aku akan menyuruh bagiannya untuk menyiapkan sesuatu.."


" Aku sedang tidak berselera..."


" Ayolah.. Aku sudah diberikan perintah khusus dari istrimu. Kalau sampai tidak.. Matilah aku."


" Hmm.." Sawn menghela nafasnya.. Kemudian menyuruh Liu membawakan makanan berkuah pedas.


" Pedas? Apa kau yakin?." Tidak pernah presdirnya makan masakan pedas.


" Kepalaku rasanya mau pecah, aku sering melihat Rachel makan pedas saat ia pusing."

__ADS_1


" Hahaha.. Baiklah aku akan memesankannya untukmu."


__ADS_2