My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Misi Berhasil


__ADS_3

Masih dengan posisi yang sama Rachel berdiri di daun pintu tanpa mempersilahkan suaminya untuk masuk.


" Ayo ikutlah pulang denganku sekarang! Kalau tidak-..."


" Kalau tidak apa?." Rachel mendongakan wajahnya ke arah Sawn, ia ingin melihat seberapa kuat usaha untuk membawa pulang dirinya.


" Kalau tidak aku akan memaksa membawamu pulang sendiri.. Tanpa adanya persetujuanmu atau persetujuan siapapun. Kau istriku dan aku yang berhak hanya aku!."


Rachel berjalan mundur, ia tidak ingin dengan mudah begitu saja membuata Sawn mengakui kesalahannya lantas bisa dengan seenaknya membawa kembali dirinya pulang. Sakit hatinya masih terasa sampai saat ini.


" Ayolah jangan membuat emosiku terpancing Rachel!."


" Kamu kalau mau marah silahkan.. Aku tidak akan melarangnya. Aku akan masuk karena saat ini aku tidak ingin bertemu denganmu!." Rachel segera menutup pintu masuk tapi kekuatan tangan Sawn lebih besar dari dirinya, sampai ia hampir terjatuh karena berusaha menahan supaya Sawn tidak bisa masuk. Dengan cepat Sawn segera menahan tubuh istrinya lalu mengangkatnya dan membawanya ke dalam mobil.


" Sawn.. Lepaskan aku! Aku tidak mau pulang.. Lagi pula Red ada di dalam. Dan semua pakaianku, ponselku dan yang lainnya masih disana .. Sawnnn!!." Rachel berteriak semakin mengencangkan suaranya.

__ADS_1


" Red akan kembali pulang sendiri dengan mobilnya dan barang-barangmu akan dibawa olehnya kalaupun tidak kamu bisa membeli yang baru, aku akan membelikannya untukmu!."


Sawn memilih menutup telinga seolah tidak peduli dengan semua ucapan Rachel yang ia lontarkan padanya. Yang penting misi untuk membawa istrinya telah berhasil.


-----


Kediaman Keluarga Sawn..


Rachel menatap villa suaminya dengan tatapan sendu, keraguan muncul dihatinya. Ia tidak ingin kembali masuk kalau perasaannya dengan mudah bisa dihancurkan. Semua janji suaminya kini sirna, berawal dari keraguan hampir membuat keduanya berpisah.


" Aku ragu untuk masuk kembali dalam kehidupanmu Sawn.. Semua janjimu dulu kini sirna. Keraguan dan egomu semuanya membuatku terluka. Apa yang aku banggakan mengecewakanku.. " Tangis Rachel pecah, ia ingat bagaimana Sawn menghabiskan waktunya dengan gadis cilik Sally, seolah keberadaanya dianggap angin lalu.. Sampai dengan mudahnya tanpa memperdulikan perasaannya Sawn menemani keluarga tanpa ayah dan suami itu dalam satu ranjang yang sama.


Sawn tidak bisa mengelak dari semua perbuatan yang ia lakukan pada Rachel. Ia tahu dan sadar akan perbuatannya tapi ia hanyalah manusia biasa, keingannya untuk memiliki buah hati begitu besar. Kata-kata yang ia lontarkan pada istrinya dulu seolah baik-baik saja hanya sekedar untuk mengobati perasaan Rachel semata.


Kini dengan adanya janin dalam rahim istrinya Sawn akan sepenuhnya mencurahkan semua perhatian dan kasih sayangnya hanya pada istri dan anaknya kelak. Tidak akan ada lagi Sally dan Sally lainnya yang akan dengan mudahnya membuat perhatiannya terbagi.

__ADS_1


" Maafkan aku.. Aku akan memperbaikki semuanya kembali.. Kamu bisa menghukumku apa saja sesuka hatimu bila ada perbuatanku ataupun perkataanku yang membuatmu terluka."


" Apa aku harus mempercayaimu? Jujur aku masih ragu.


Sawn menarik wajah Rachel dan membenamkan di dadanya.


" Apa kamu mendengar detak jantungku?."


" Ya aku mendengarnya."


" Selama jantungku masih berdetak aku akan selalu menyayangimu disetiap keadaan." Sawn mengecup lembut kening Rachel dan mengelus lembut pucuk rambut istrinya.


" Mari kita masuk! Aku sudah menyiapkan kejutan untukmu di dalam..."


-----

__ADS_1


Haii berikan dukungan kalian dengan menambahkan komen,like dan votenyanya..


__ADS_2