
" Sawn... Ada kejanggalan, ada bagian CCTV yang hilang ini menunjukan adanya indikasi campur tangan orang dalam. "
" Apa coba masalahnya sampai menyebabkan korban? Suruh tim khusus menemuiku sekarang juga!."
" Oke. Aku akan memanggilnya sekarang.."
Tim khusus yang terdiri dari tiga orang merupakan badan intelegensi khusus ditugaskan atas permintaan perorangan atau badan khusus.
" Tuan Sawn.. Dari yang sudah kami lakukan pemeriksaan, dari data CCTV ada part yang hilang terlihat dari time nya dan juga penemuan jasad laki-laki bernama Ahyan sudah lebih dari dua hari sedangkan peristiwa robohnya gedung samping diinformasikan tadi malam serta benar apa yang disampaikan tuan Liu bahwa pondasi bangunan tidak roboh secara alami tapi disengaja." Jelas salah satu komandan tim khusus itu.
" Apa bisa ditemukan apa motif dan siapa dalangnya?"
" Masalah korban laki-laki itu bisa segera ditemukan apa penyebabnya setelah dokter forensik memberikan hasil yang ditemukan. Tapi masalahnya hasil autopsi baru akan dikabarkan setelah empat belas hari tuan.."
" Tidak masalah.. Aku akan menunggu hasilnya untuk keluar tapi aku ingin jelaskan jangan sampai ada diantara para pekerja atau orang-orang yang dicurigai meninggalkan kota ini.."
" Tidak masalah tuan, serahkan sepenuhnya pada kami.."
" Baiklah.. Aku tunggu kabar selanjutnya!."
__ADS_1
-----
"Baru sekarang ada kejadian di proyek.. Aneh." Sawn bergumam dalam hati.
Pikirannya masih tertuju pada kejadian korban meninggal di lokasi proyek pembangunan Grand Royal. Lokasi pembangunan strategis di tengah kota menjadi incaran banyak kompetitor.
" Apa ada hubungannya dengan kompetitor? Tapi aku rasa tidak mungkin.."
" Sawn.. Ini sudah jam 1 malam, kenapa masih diam di sini?." Rachel membuyarkan lamunan suaminya saat masih berada di ruang baca.
" Oh iya.. Aku memikirkan banyak hal. Kita ke kamar sekarang ya..!."
" Apa tidak nyaman?."
" Iya.. Rasanya pegal dan panas." Ujar Rachel sedikit meringis.
" Berbaliklah!." Rachel memunggungi suaminya lalu dengan lembut namun pasti Sawn memijat pinggang Rachel, menggunakan sedikit lotion agar tidak seret. Rachel kurang suka dengan bau minyak urut.
Sudah hampir dua puluh menit Rachel dipijat, sekarang ia tengah tertidur cukup lelap.
__ADS_1
Hari ini Rachel pergi ke rumah orang tuanya, alih-alih suaminya sibuk bekerja maka ia memutuskan untuk membantu persiapan pernikahan Keanu. Meski sudah dilarang ibunya untuk diam saja tapi Rachel bersikeras membantu dengan alasan tidak ada kerjaan membuatnya kesal. Walaupun pekerjaan yang ia lakukan hanya merangkai bunga untuk hiasan rumah tapi cukup melelahkan.
Seperti biasa saat pagi tiba Rachel akan menyiapkan sarapan untuk suami tercinta tanpa bantuan Bibi An. Rachel sebenarnya lebih kerasan tinggal di Villa dari pada di Mansion, terkecuali kalau semua keluarganya berkumpul Rachel akan dengan senang hati tinggal di sana.
" Sayang.. Aku akan pulang terlambat lagi. Tidak apa-apa kan?."
" Masalah di proyek belum beres?."
" Belum.. Hari ini tim khusus akan kembali memeriksa CCTV dan beberapa area di lokasi."
" Sayang.. Bukankah lokasinya di tengah kota kenapa bisa terjadi pembunuhan seperti itu?."
" Belum dipastikan pembunuhan atau bukan, hasil autopsi akan keluar sekita empat belas hari lagi."
" Oh iya.. Katanya kemarin kamu pergi ke rumah keluargamu? Kan jauh sayang... Aku minta hari ini kamu diam saja di rumah. Aku janji besok lusa akan diam saja tidak pergi ke kantor atau proyek.. Bagaimana?."
" Kita lihat saja nanti, kemarin-kemarin kamu juga bilang seperti itu.." Ucapnya kesal.
" Sudahlah jangan merengut seperti itu, membuatku tidak ingin pergi.."
__ADS_1
Rachel tidak ingin membuat suaminya punya beban perasaan saat banyak masalah muncul, sebisa mungkin ia menyembunyikan kekesalan dan kekecewaannya untuk sementara ini sampai masalah di proyek terselesaikan.