My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Janji Suci


__ADS_3

" Pernikahan kita akan digelar sebulan lagi.." Ujar Sawn tak kala mereka selesai mengadakan pertemuan kedua keluarga.. Senyum di wajahnya sangat manis tak seperti biasanya..


Rachel senang mendapati lelaki itu begitu sangat antusias, bahkan Sawn turun sendiri untuk memilih dekorasi gedung sampai caterring, seorang Sawn pemilik kerajaan bisnis. bisa saja menurunkan assisten Liu atau bawahan yang lainnya mengurusi semua keperluan pernikahan. Ia ingin terlibat secara langsung bagaimana repotnya mengurusi hal terpenting dalam hidupnya. Bahkan untuk undangan pernikahan pun ia yang memilih design khusus, warna gold jadi pilihannya. Undangannya pun terlihat mewah di balut dengan pita senada. Sawn seorang lelaki perfectionis maka bukan hal aneh kalau segala sesuatu yang menyangkut dirinya harus terlihat sempurna juga.


" Kamu menyiapkannya langsung.. Apa kamu tidak merasa kerepotan?."


" Tidak aku merasa senang.." Sawn masih terlihat sibuk dengan pekerjaan dan juga persiapan pernikahan. Sampai-sampai ada pekerjaan yang ia bawa ke rumah.


"Kenapa repot-repot membawa pekerjaan pulang, biasanya assisten Liu menanganinya langsung.."


Rachel mengamati beberapa dokumen yang berserakan di ruangan kerja Sawn.


" Ini adalah proyek untuk besok.. aku tidak sempat memeriksanya, terlalu sibuk dengan urusan pernikahan kita.."


" Aku bisa menyelesaikan urusan pernikahan kita, kamu tinggal bilang mana yang belum."


"Kamu hanya perlu mengurusi gaun pengantinmu saja, urusan lain itu urusanku.."


" Yakin?." Rachel merapatkan wajahnya ke bibir Sawn..


Sawn mendelik..


"Aku mengganggumu?."

__ADS_1


" Menurutmu?."


" Baiklah.. Aku akan pergi ke kamarku saja.."


Rachel meninggalkan Sawn dengan senyum menggodanya. Sawn seorang lelaki yang gila kerja, ketika pekerjaan menghampirinya ia akan berubah seperti robot.. Tak bisa diganggu sedikitpun.


----------------------------------


Perlu perjuangan bagi Sawn dan Rachel untuk mewujudkan hari bahagia mereka.. Satu bulan penantian kini sudah di depan mata.


"Wah ini megah sekali.."


"Ini mewah.."


Para tamu yang hadir berdecak kagum melihat dekorasi gedung yang memang sangat mewah dan megah dan juga tak kalah cantik objek utama dari pernikahan itu.. Sang pengantin wanita Rachel berjalan melenggok melewati para tamu undangan yang hadir menuju altar pernikahan, senyum bahagia terpancar jelas diiringi desiran hati yang gugup..


Wajar..


Hari itu adalah hari pernikahannya dengan lelaki yang sangat ia cintai.. Lelaki yang akan menjadi pelindungnya, penopang hidupnya...


Uluran tangan menantinya di depan..


Sampai Sawn memegang tangan Rachel

__ADS_1


Sampai mereka berdua berdiri berdampingan


Sampai mereka mengucapkan janji suci, Saling setia sehidup semati, suka duka.. Sampai maut memisahkan..


Sampai mereka bertukar cincin pernikahan dan sampai penghulu dan para saksi menyatakan SAH menjadi sepasang suami istri.


Setelah tepuk tangan riuh bercampur kebahagiaan, kedua mempelai yang sudah mengucapkan janji suci itu diminta untuk melakukan serangkaian upacara yang wajib dilakukan sepasang pengantin baru, sahabat, kerabat dan keluarga besar berteriak meminta pasangan pengantin itu untuk berciuman..


Tak ayal rona merah merona muncul di pipi sang pengantin wanita, karena ia harus berciuman di hadapan orang banyak.. Tapi karena pernikahan merupakan sekali seumur hidup akhirnya ia bersedia berciuman yang pertama dengan statusnya sebagai seorang istri.


" Ini bukan yang pertama bagi kita.. kenapa begitu sangat canggung?." Ucap Sawn berbisik di balik telinga Rachel.


" Aku gugup.."


" Aku sudah duga.. Tapi kau akan lebih gugup lagi nanti."


Rachel menengok ke arah Sawn yang kini telah resmi menjadi suaminya.


" Apa?."


" Making Love.."


Deg.. Dada Rachel berdegup kencang.. Belum apa-apa ia sudah merasakan tubuhnya memanas.. Apalagi kalau sampai ia dan suaminya melakukan hal intim untuk yang pertama kalinya.

__ADS_1


__ADS_2