
" Hallo Sawn.. Apa kabarmu?." Teddy menyambut kedatangan Sawn yang lebih dulu sampai.
" Baik.. Tedd.. Ada hal penting yang ingin aku tanyakan padamu."
" Woow.. kelihatannya kali ini kamu sangat serius sekali. Bagaimana kalau kita mengobrol di ruanganku.. Mari silahkan tuan presdir."
" Iisshh.." Sawn kelihatan geli dengan sikap Teddy yang dibuat seimut mungkin padanya.
" Silahkan tuan presdir anda duduk dulu.. Aku akan menyuruh seseorang membawakan minuman untuk tamu kebesaranku.." Teddy terus-terusan mengolok sahabatnya, ia akan sangat senang melihat ekspresi Sawn.
" Sudahlah jangan membuatku ingin muntah sekarang. Cepat duduklah disini!."
" Oke baiklah.. katakan padaku ada masalah apa yang membawamu kemari?."
" Apa benar Rachel sering berkonsultasi padamu menyangkut kehamilannya?."
" Karena kali ini kau serius makan aku juga akan serius menjawabnya untukmu."
" Rachel dari awal sebelum hamil pun sering berkonsultasi padaku karena aku bukan dokter kandungan maka aku menyerahkannya pada dokter Hellen. "
" Apa kamu tahu kapan tepatnya kehamilannya?."
Teddy mengernyitkan alisnya, ia heran dengan pertanyaan yang Sawn tujukan padanya seolah meragukan kehamilan istrinya.
" Apa kamu meragukan kehamilan istrimu? Oh Sawn kenapa kamu brengsek sekali!."
"Tok.. Tok.." Assisten Liu sudah berada dibalik pintu ruangan Teddy.
" Masuklah Liu.. Biasanya kau jarang mengetuk pintuku kali ini kamu sungguh manis sekali."
Assisten Liu duduk disebelah Sawn.. Berhadapan dengan Teddy yang tengah serius membicarakan permasalahan rumah tangga sahabatnya.
__ADS_1
" Tedd... Kami kemari untuk bertemu dengan dokter yang menangani Rachel dari awal kehamilannya."
" Liu.. Rachel pertama ditangani oleh dokter Hellen tapi karena dokter Hellen pindah tugas maka sampai sekarang dokter Fey yang menanganinya."
" Aku tahu maksud kalian apa mau menanyakan sejak kapan Rachel hamil?."
Sawn dan Liu mengangguk..
" Aku tahu perkembangannya sebelum hamil. Bahkan aku yang merekomendasikannya untuk program kehamilan. Rachel menyuruhku untuk tidak memberitahumu rencana kehamilannya karena kita semua tahu setelah insiden itu Rachel sangat berhati-hati."
" Insiden apa?."
" Sawn.. Maafkan aku menyela ini salahku aku tidak memberitahumu karena melihatmu sangat menghormati bibimu. Bibimu membuat ramuan jamu untuk Rachel tapi ternyata jamunya mengandung zat berbahaya."
" Ramuan jamu.. Ya aku ingat itu mereka membicarakannya di depanku."
" Ini semua salahku, aku tidak terlalu peka dengan keadaan di sekitarku. Lalu kapan tepatnya Rachel sudah hamil?." Sawn menunjukan rasa penasarannya yang begitu besar.
" Axcel?." Teddy heran bagaimana bisa ia menyebutkan nama lelaki lain.
" Sawn.. Kamu benar-benar sungguh keterlaluan. Kalau aku jadi istrimu aku tidak akan mau memafkanmu lagi." Teddy menahan geramnya pada sahabat terbaiknya itu.
" Oh kamu berani? Apa kamu masih berani saat aku tidak lagi jadi donatur tetap di Rumah Sakit ini?."
Teddy berdecih kesal.. Setiap beradu mulut dengan Sawn ia akan selalu kalah.
" Axcel datang kembali tepatnya dua bulan yang lalu sedangkan kehamilan Rachel sebelum itu. Dia sudah merasakan gejala kehamilannya sebelum kedatangan Axcel. Dia menelponku berkali-kali untuk memastikan penyakit apa yang diidapnya."
" Sudah dapat aku perkirakan Sawn.. Kamu salah besar kali ini."Pekik Liu.
" Apa kamu yakin?."
__ADS_1
" Aku saja yang bukan suaminya yakin.. bagaimana kamu bisa begitu ragu?."
Sawn mengeram bagaimana mungkin ia bisa begitu kejam pada istrinya. Tuduhan yang tidak didasarkan pada bukti akan sangat menyakitkan seseorang. Apalagi ini istrinya sendiri.
" Kenapa Rachel tidak memberitahukan kehamilannya.. Itu yang membuatku ragu."
" Aku sudah mengatakannya padamu Sawn.. Dia takut dengan orang-orang yang mau menyakitinya." Teddy menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan dibalik bungkamnya Rachel.
" Baiklah Tedd.. Aku rasa penjelasanmu kali ini masuk akal dan dapat diterima.. Aku mau pergi menemui Rachel."
" Kamu mau pergi kemana?."
" Ke rumah orang tuanya.."
" Sawn..." Liu menatap Sawn penuh rasa takut..
" Ada apa? Apa Rachel tidak tinggal dengan orang tuanya, apa dia di rumah ibuku?."
" Ya.. Rachel tidak tinggal dengan orang tuanya bahkan ibumu.."
" Apa.. Lalu dimana dia?."
Liu dan teddy saling bertatapan..
" Di rumah Axcel..."
" Apa? Apa maunya wanita itu??!!."
" Boooomm..." Suara dentuman keras terdengar saat Sawn menutup pintu ruangan Teddy dengan sangat kasar.. Kepergiannya diiringi amarah besar.
-----
__ADS_1
Haaiii.. Minta dukungannya ya dengan menambahkan komen, like dan votenya.. thanks