My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Perebutan Hati


__ADS_3

Rasa perih karena kehilangan


kecewa karena ditinggalkan


Terluka karena dikhianati


Rachel terdiam membatu teringat akan sesosok laki-laki yang pernah ada di hidupnya. Laki-laki yang coba dia lupakan. Dia selalu menyembunyikan rapat-rapat di relung terdalam hatinya, rasa hancur dan kecewa. Beberapa tahun ini dia mencoba untuk lari dan berusaha melupakan, butuh waktu yang lama untuknya sembuh. Tapi tak kala luka itu kering seperti tak ada baginya tempat untuk bersembunyi. Luccas mencoba mengusiknya kembali. Tak terasa air matanya meleleh di pipi.


Layung senja sudah menampakan dirinya. Tapi pekerjaan yang menumpuk masih belum juga selesai. Assisten Liu merasakan apa yang di rasa oleh Sawn, rasa ingin pergi dan menemani Rachel.


"Kau kembalilah ke Rumah Sakit, biar aku dan Sani yang akan mengurus ini semua. Asalkan esok hari selesai tepat pada waktunya. Tentunya kau harus menaikkan gajiku bulan ini."


Tawa bahagia Sawn terpancar dari wajahnya ketika assisten Liu bersedia untuk mengerjakan semua tugas yang urgent.


"Tentunya, aku akan menaikkan gajimu 2x lipat tenang saja." Sawn bergegas untuk kembali menemui Rachel.


Baru kali ini assisten Liu melihat ekspresi bahagia dari sahabatnya itu. Jatuh cinta memang membuat hati setiap orang berbunga-bunga.


Langkah Sawn terhenti tak kala mendengar suara tangisan dari dalam ruangan Rachel. Suri tidak ada di sana, kebetulan dia sedang keluar untuk membeli makanan.


Sawn mengendap dan menguping di balik tembok pintu keluar pembicaraan seorang laki-laki dan Rachel di dalam.


"Apa kau belum cukup menyakitiku?."Tanya Rachel penuh amarah.


"Aku tidak berniat menyakitimu Rachel, aku menyesal dengan apa yang aku lakukan beberapa tahun lalu."Bela Luccas sambil mencoba untuk mendekap tubuh Rachel. Rachel mendorong tubuh Luccas ke dinding.


"Kau jangan coba-coba untuk mendekatiku lagi. Aku tak akan segan untuk berteriak."Ucap Rachel setengah gemetar.

__ADS_1


Sawn tak bisa tinggal diam melihat Rachel ketakutan dengan kedatangan Luccas. Dia masuk dan mencoba mengusir laki-laki itu keluar ruangan.


"Tuan Luccas apa anda tidak mendengar apa yang dikatakan Rachel. Rachel menyuruhmu untuk pergi. "Ujar Sawn tenang.


"Maaf tuan Sawn ini bukan urusan anda. " Jawab Luccas seenaknya.


"Bagaimana ini bukan urusanku. Bukankah kau tahu sendiri kemarin aku bilang Rachel pacarku."Timpal Sawn. Rachel mencoba menarik tangan Sawn, dia merasa terancam. Luccas yang melihat itu terpaksa pergi dengan emosi.


Sawn mencoba menenangkan Rachel dan menepuk pundaknya.


"Sudahlah .. sekarang sudah aman, dia sudah pergi. Aku akan menyuruh bodyguard untuk berjaga di depan."Sawn berkata lembut. Rachel yang tak bisa membendung tangisnya mencoba untuk mengusap air matanya kembali.


Sawn mengeluarkan ponselnya dan menelepon assisten Liu yang masih berada di kantor.


"Batalkan kerja sama kita dengan perusahaan grup Sing, Luccas Sing!!.... Tut.. Tut... "Tanpa basa-basi Sawn langsung menghentikan kerjasama mereka.


Rachel yang mendengar hal itu sedikit terkejut kenapa Sawn sampai memutuskan kerjasamanya dengan Luccas. Sudah jelas-jelas urusan Rachel dengan Luccas tidak ada hubungannya dengan perusahaan.


"Kenapa kau memutuskan kerjasamanya?."Rachel bertanya dengan hati-hati.


"Aku hanya tak ingin ada yang bermasalah dengan assistenku, itu saja." Timpal Sawn menutupi perasaannya.


"Aku tak ingin masalahku membawa pengaruh buruk untuk perusahaan."


"Nona Rachel, kalaupun kerjasamanya di hentikan itu tidak akan membuat perusahaan menjadi bangkrut." Sanggah Sawn.


Perusahaan Moon memang terkenal bergerak hampir di berbagai bidang dan yang paling mencolok adalah bidang properti perusahaan Moon tidak ada yang menandingi sejak zaman ayahnya, Suman Arthur.

__ADS_1


Sebagai pewaris, Perusahaan lebih berkembang pesat di bawah kepemimpinan Sawn. Masih muda tapi pengalaman tak ada yang mengalahkan.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Rachel masih saja tak enak hati mendengar penjelasan dari Sawn. Rachel berjanji untuk menebusnya dengan dia akan lebih baik lagi dalam bekerja.


"Aku merasa berhutang budi padamu, kau sudah membantuku dari Luccas 2 kali dan kau juga yang menolong dan membawaku ke sini. Aku janji aku akan bekerja dengan lebih baik lagi dan tak kan mengecewakanmu." Ujar Rachel dengan menatap Sawn penuh arti.


"Baiklah bekerjalah dengan baik dan turuti apa yang aku perintahkan padamu."


"Apa kau pikir selama ini aku tak menuruti perintahmu?."Tanya Rachel sedikit kesal yang diikuti gelak tawanya. Ketika mereka sedang asyik mengobrol Suri datang dengan membawa banyak makanan. Masuk tanpa perasaan bersalah sedikitpun.


"Heii kau .."Sawn melotot ke arah Suri.


"Ada apa denganmu, seperti ingin memakanku."Canda Suri


"Aku menyuruhmu untuk menjaga Rachel baik- baik bagaimana bisa kau pergi dan datang dengan membawa makanan yang banyak. Apa dipikiranmu hanya makanan saja."Sawn terdengar sedikit marah, walapun sebenarnya dia hanya bercanda pada Suri.


"Apakah kau meninggalkan kami makanan yang cukup, lihatlah kakak ipar Rachel merasa lapar dan tak menemukan makanan apapun. Dasar kau lelaki kejam.. Membiarkan 2 orang wanita kelaparan. " Suri memarahi balik sepupunya itu.


Sawn dan Rachel tersenyum menahan malu mendengar Suri menyebut Rachel sebagai kakak ipar.


 


*Bersambung*....


 

__ADS_1


__ADS_2