My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Ketika Hari Itu


__ADS_3

Satu jam berlalu, Sawn dan assisten Liu dengan segera kembali ke perusahaan.


Sementara Axcel masih dengan setia menunggu kedatangan mereka berdua.


------------------------------------


 


🎶 So kiss me and smile for me


Tell me that you'll wait for me


Hold me like you'll never let me go


'Cause I'm leaving on a jet plane


I don't know when I'll be back again


Oh, babe, I hate to go..🎶


 


Penggalan lirik lagu terdengar dari ruangan Rachel, tidak terlalu nyaring tapi cukup jelas sampai ke ruangan presdir. Axcel yang penasaran dengan asal lagu itu mendatangi Rachel, dia berdiri dan mengamati gadis itu bekerja dengan di temani lagu pengiring dari ponselnya.


"Baru kali aku mendengar kalau di suatu perusahaan diperbolehkan mendengarkan musik ketika sedang bekerja, apalagi ruanganya bersebelahan dengan presdir. Jelas banget loh..."Seloroh Axcel serta merta mengagetkan Rachel.


"Oh itu, maaf tuan.. Saya kira anda tidak mendengarnya. Biasanya kalau ada tuan Sawn saya juga tidak berani untuk menyetel musik. Karena tuan Sawn lagi keluar jadi saya manfaatkan saja lagian biar tidak jenuh juga. Saya tidak berani kalau ada tuan Sawn. Dia tidak suka suasana bising."Jawab Rachel membela diri.


"Haha.. santai saja nona. Tidak masalah. Tapi seharusnya segera matikan volume nya. Bosmu sedang menuju kemari."


Seketika Rachel langsung mematikan lagu dari ponselnya, takut Sawn akan memarahi dirinya karena tidak fokus dalam bekerja.

__ADS_1


"Tap.. tap..." Suara langkah sepatu menghampiri.


"Hallo ... sobatku."Laki-laki itu saling tegur sapa satu sama lain. Setelah itu mereka bertiga mengobrol di sofa ruangan presdir itu.


Mengobrol sana - sini banyak yang di bicarakan, sama halnya seperti obrolan perempuan, berisik dan tertawa bersama-sama. Mungkin mereka saling melepas rindu setelah sekian tahun tidak bertemu.


Seketika Axcel selintas melihat ke arah Rachel.


"Sawn, siapa gadis itu?."Tanya Axcel sambil menatap ke arah Rachel.


"Assisten pribadiku."Jawab Sawn singkat.


Seketika roma wajahnya berubah tak kala Axcel menanyakan Rachel. Seperti ada perasaan tidak senang.


"Assistenmu? Waw.. hebat punya assisten secantik dia. "Bisik Axcel.


"Apakah dia sudah punya pacar?."Tanyanya lagi.


"Setahuku Rachel belum punya pacar."Assisten Liu menambahi.


"Baguslah kalau dia belum punya pacar apakah boleh aku mendekatinya? Akan ku kejar dia."Sahut Axcel menimpali perkataan assiten Liu.


Sawn diam mematung lidahnya kelu tak bisa bicara.


Selepas jam pulang kantor mereka bertiga memutuskan untuk makan bersama di sebuah restoran mewah.


"Sawn, bolehkah aku mengajak assistenmu?."Tanya Axcel


"Silahkan saja kenapa kamu harus meminta izin padaku."Ujar Sawn sedikit ketus.


"Dia kan assistenmu mana boleh sembarangan aku mengajaknya. Nanti kalau dia sudah menjadi pacarku tenang saja aku tidak akan meminta izin lagi padamu."Axcel menimpali.

__ADS_1


Sebenarnya Axcel hanya senang mengolok-olok Sawn, dia hanya tak terlalu suka kalau Sawn terlalu terfokus pada pekerjaannya.


Axcel memanggil Rachel yang sedang bersiap-siap untuk pulang.


"Hai nona, kita belum berkenalan. Aku Axcel.."Axcel mengulurkan tangannya pada Rachel di hadapan Sawn dan assisten Liu.


"Rachel..."Timpal Rachel.


"Kita ingin mengajakmu untuk makan bersama, ikut ya.."Ajak Axcel dengan rendah hati.


"Mm.. sepertinya saya tidak bisa tuan Axcel."


"Sudahlah tidak ada alasan apapun untuk menolak, aku adalah sahabat dari Sawn. Sawn ingin merayakan kepulanganku. Berarti nona ini adalah perintah dari bosmu."Axcel tak berhenti berbicara hanya sekedar agar Rachel setuju.


Rachel melihat ke arah Sawn dengan sedikit rasa takut. Sawn menganggukan kepalanya tanda setuju.


"Ya.."Sepenggal kata yang di ucapkannya membuat Rachel serba salah.


"Pasti lelaki ini terpaksa mengajakku karena tuan Axcel. Mana mau dia aku ikut. Malas rasanya kalau bukan karena terpaksa.... uuuuhhhh."Rachel menggerutu dalam hati.


-------------------------------------


Mereka berempat telah sampai di restoran yang di maksud, memesan makanan dan menunggu untuk dihidangkan. Sebelum makanan datang Axcel pergi ke luar untuk menjawab panggilan ponselnya. Dan assisten Liu sengaja untuk pergi ke toilet hanya untuk melihat Sawn dan Rachel berdua. Mereka berdua sama-sama gelisah. Merasa tidak nyaman dengan kebersamaan mereka. Kikuk.. Salah tingkah atau apalah namanya. Untunglah Axcel segera kembali setelah selesai menjawab panggilannya.


Makanan pun dihidangkan di sebuah meja bulat yang tidak terlalu besar. Makanan khas daerah untuk sekadar melampiaskan rasa rindu Axcel dengan tempat kelahirannya.


 


*Bersambung*....


 

__ADS_1


__ADS_2