My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Pendekatan 3


__ADS_3

Sawn dan assisten Liu tampaknya sedang terlibat pembicaraan yang hangat.


"Apa sih yang mereka bicarakan, kalau mereka mau mengobrol berdua kan harusnya menyuruhku untuk bisa pulang lebih dulu."Gerutu Rachel sambil memainkan ponselnya.


Sesekali Sawn melirik ke arah Rachel yang menunggu di ruangannya. Melirik dengan perasaan penuh dengan rasa penasaran.


"Jadi apa hubungan dia dengan keluarga De Jong?."Tanya Sawn serasa ingin mendapatkan jawaban yang lebih.


"Kurang tahu pasti, karena tak ada informasi terkait nona Rachel dan keluarga De Jong." Jawab assisten Liu.


"Tampaknya memang seperti bukan orang biasa, Apartement Marinna terletak di distrik kota dan merupakan kawasan elite. Apa mungkin orang yang baru menjalani sebulan training bisa tinggal di sana." Assisten Liu menjelaskan.


"Ya kau benar."


"5 tahun tinggal di Paris untuk menyelesaikan studinya dan bekerja paruh waktu di salah satu perusahaan Design di sana. Sewaktu kuliah di Paris dia menjadi salah satu lulusan terbaik. Dia juga tinggal seorang diri. Dan di sini pun tinggal tanpa keluarga. Untuk masalah pribadi yang lain tidak ada info lebih."Assisten Liu menjelaskan.


"Oke aku akan mencari sendiri apa yang tersembunyi pada dirinya."Sawn tersenyum kecil.


Sementara Rachel menerima panggilan dari July. Sahabatnya yang selalu setia menemani saat suka dan duka.

__ADS_1


"Kau sungguh bukan sahabat yang baik." Ucap July ketus di ujung teleponnya


"Kenapa 1 bulan ini kau tak memberikan kabar."Lontarnya lagi


Rachel menghela nafas dan tersenyum.. Seolah sudah mengerti akan sifat sahabatnya itu.


"Maafkan aku Jul, aku tahu aku salah. Sejak kau mengantarku untuk wawancara dan mengambil koper di rumahmu terakhir itu, aku tak pernah berkabar. Aku sungguh terlalu sibuk dengan pekerjaan baru ini. Sistem yang ketat di sini. Pantas kalau ini adalah perusahaan besar."Rachel tetap tenang dan membela diri.


"Ya kau memang selalu sibuk, untuk diri sendiri pun kau sampai tak punya waktu. Apalagi untuk orang lain." Ujar July melunak.


"Kau baik-baiklah jaga kesehatanmu dan jangan sampai telat makan. Aku akan pergi ke London dalam sebulan ini untuk urusan bisnis.


"Oh ke London, sebulan cukup lama untuk urusan bisnis. Apa ada masalah.?" Tanya Rachel.


"Ya ada masalah besar di sana. nanti kita bicara lagi sesampaiku di sana. Sekarang sudah harus berangkat ke Bandara."


"Oke hati-hati.. beri kabar nanti."


"tut...tut.. "telepon terputus.

__ADS_1


Rachel kembali melirik kedua orang yang sedang berbicara itu. Masih belum ada tanda-tanda percakapan berakhir. Dia sudah merasakan lelah dan rasa lapar tak tertahan.


"Apa kau ingin mendekatinya.?" Tanya Assisten Liu. Sawn tak menjawab hanya tersenyum dengan penuh arti. Tapi assisten Liu yang sudah mengenal karakter sahabatnya itu mengisyaratkan bahwa Sawn menyukai Rachel.


"Ini bukan gayamu sobat, taktikmu untuk mendekati perempuan biasanya langsung tembak." Assisten Liu sedikit mengolok-olok.


"Dia berbeda dengan yang lain."


"Oke.. oke aku tunggu kau bergerak cepat sebelum ada yang lain mendekatinya." Assisten Liu memberi aba-aba.


"Ini sudah malam kasihan nona Rachel sudah menunggu cukup lama, aku akan pesankan tempat untuk makan malam kalian." Assisten Liu beranjak dari tempat duduknya yang diikuti oleh Sawn dan menghampiri Rachel.


"Nona Rachel ikut makan malam lah dengan presdir. Kebetulan saya sudah memesankan tempatnya di sebuah restoran."Ajak assisten Liu. Rachel melihat ke arah Sawn. Sawn menganggukan kepalanya tanda ia menyetujui. Rachel pun mengiyakan ajakan itu karena dia pun sudah sangat lapar sekali.


 


*Bersambung*.....


 

__ADS_1


__ADS_2