
"Nona, mohon bimbingan dari anda.!."Wanita itu membungkukan setengah badannya, memohon Rachel untuk membimbing sebagai senior di perusahaan itu.
"Tidak perlu sungkan kalau ada hal yang tidak di mengerti, nanti ada bagian Divisi masing-masing yang akan memberikan tugas khusus dan menjelaskan apa yang harus dikerjakan."Rachel memberikan gambaran tentang pekerjaan wanita itu, setelah itu dia undur diri untuk mengerjakan pekerjaan lainnya bersama assisten Liu.
"Ini pertama kalinya aku ikut mewawancara staff baru, apa setiap tahun selalu ada perekrutan staff?."Rachel bertanya pada assisten Liu ketika sedang berjalan menuju ruangan presdir.
"Tidak juga, perekrutan staff hanya dilakukan setiap ada kebutuhan posisi yang kosong. Itu juga kalau posisi yang kosong itu sudah tidak tertangani. Sawn tidak suka kalau setiap posisi yang kosong langsung di rekrut staff baru, biasanya dia akan menugaskan orang yang lebih senior untuk double pekerjaan. "
"Double pekerjaan kan hanya akan membuat pekerjaan rumit."
"Sawn orang nya teliti, dia tidak akan membiarkan orang yang salah untuk bekerja dengannya."
Rachel menganggukan kepalanya tanda dia mengerti apa yang dijelaskan oleh assisten Liu.
Tiba di ruangan presdir, Rachel melihat Sawn sedang membaringkan tubuhnya di sofa panjang ruangannya. Tampak dia memejamkan matanya, terpejam tidak menyadari kedatangan Rachel dan assisten Liu.
"Sebaiknya aku ke ruanganku."Assisten Liu tersenyum dan keluar dari ruangan presdir itu.
Rachel menatap wajah Sawn, dia terduduk di karpet yang mengalasi sofa itu.
"Dia tampan sekali sekalipun sedang tertidur..."Rachel memuji Sawn dalam hati.
Menyentuh rambutnya dan membelainya.
Tiba-tiba Sawn membuka matanya mendapati Rachel sedang berada di sisinya.
"Kamu terpesona padaku?."
Rachel kaget tiba-tiba Sawn terbangun.
"Tidaakk...."Sanggahnya.
Sawn menarik kepala Rachel ke arahnya dan mendaratkan ciuman di bibir wanita cantik itu.
"Sawn.. ini di kantor."
"Kamu benar kata siapa ini di Villa.. "
"Kamu ini maksudku nanti ada orang yang lihat."
"Paling Liu dan Sani yang masuk ke ruanganku."Sawn membuat Rachel tak bisa berbicara lagi.
Sawn pun menarik tubuh Rachel untuk pindah ke atas dan duduk di sebelah Sawn.
"Sawn, apa kamu pernah ragu padaku? Kenapa kamu mau mencintaiku?."Rachel bicara dengan nada serius.
__ADS_1
"Apa maksudmu?."
"Kamu tidak meragukan diriku, Luccas pernah bicara di hadapanku kalau aku wanita murahan yang bisa tidur dengan lelaki manapun."Rachel menatap Sawn.
"Kamu memikirkan hal bodoh seperti itu? Rachel, kamu harus tahu logikanya tidak akan ada lelaki yang mengumbar pada orang lain kalau dirinya sudah pernah tidur dengan wanita yang dipacarinya. Kecuali lelaki itu tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau, makanya dia berkata kotor agar lelaki lainpun tidak bisa mendapatkannya. Kamu paham apa kata-kataku?."Sawn menyentuh dagu Rachel yang lancip.
"Dan aku tidak mau kamu mengingat Luccas lagi, paham?."Sambung Sawn.
"Terimakasih Sawn, kamu mau mengerti."Rachel menyandarkan tubuhnya di dada lelaki tampan itu.
Setelah jam makan siang selesai Rachel membuatkan secangkir cappucino untuk Sawn di pantry, pekerjaan yang banyak tidak memungkinkan makan di luar, mereka makan di kantor yang sebelumnya di pesankan oleh Sani.
Di pantry Rachel bertemu dengan staff baru itu, wanita berkacamata di bagian divisi perencanaan.
"Hallo nona kita bertemu lagi, saya belum memperkenalkan diri. Nama saya Lusy."Wanita itu mengulurkan tangannya.
Rachel menyambut uluran tangan Lusy.
"Rachel.. "
"Bagaimana hari pertama bekerja di sini."Rachel seraya mengaduk-aduk cangkir di tangannya.
"Cukup menegangkan juga, semua orang bekerja dengan serius."
"Santai saja.. Serius tapi santai."Rachel menimpali.
Menyodorkan cappuccino untuk Sawn.
"Sogokan?."
"Bukan sogokan tuan presdir, ini agar kamu tidak terlalu mengantuk. Biasanya kamu akan merasa lebih bugar kalau sudah meminumnya."
"Kamu terlihat semakin cantik kalau sedang menggerutu seperti itu." Goda Sawn sambil menyeruput minumannya.
"Baiklah aku akan terus menggerutumu agar terlihat semakin cantik."
Assisten Liu masuk ke ruangan Sawn memberitahukan kalau pihak dari perusahaan Dong akan datang sesegera mungkin ke perusahaan Moon.
"Sawn, presdir Dong akan datang menemuimu sendiri. Mendadak dia memberitahuku kalau mereka sebentar lagi sampai.."
"Aneh, dia sendiri yang datang. Biasanya dia menyuruh bawahannya. Apa ini terkait urusan dengan perusahaan grup G."Sawn mengernyitkan dahinya.
Gru G adalah sebuah perusahaan asing yang bekerja sama dengan grup Moon.
Perusahaan Dong juga berniat untuk menjalin kerjasama dengan grup G dan menempatkan grup Moon sebagai jalan penghubungnya.
__ADS_1
Grup G sudah di kenal dengan bisnis nya yang pesat di tambah ada sampingannya yaitu bisnis dunia hitam.
"Senang bertemu dengan anda presdir Sawn. Maafkan aku karena tidak bisa hadir pada malam pertunanganmu."presdir Dong memulai pembicaraanya. Pertemuan itu hanya terdiri dari 4 orang, assisten Liu dan assisten presdir Dong.
"Tidak apa-apa presdir dong saya memaklumi kesibukan anda. "
"Anda secara khusus mendatangiku sendiri, pasti ada hal yang sangat penting sekali?."Tanya Sawn penuh selidik.
"Ah presdir Sawn, anda memang sangat pintar menebak. Baiklah saya akan mulai pada intinya. Tolong bantu saya agar bisa bekerja sama dengan grup G. Grup G hanya bekerja sama dengan grup Moon saja."Pinta lelaki tua itu.
"Itu masalah yang membawa anda kemari?."
"Benar presdir Sawn. Grup G sangat sulit untuk di ajak bekerja sama. Anda sepertinya tahu cara untuk menjalin itu semua."
"Baiklah presdir Dong, akan saya bicarakan dengan presdir G. "
"Terimakasih presdir Sawn, saya sungguh sudah merepotkanmu."Lelaki tua itu merasa tidak enak hati.
Selang beberapa menit kemudian setelah kepergian presdir Dong. Assisten Liu menyerahkan bingkisan yang telah di berikan oleh presdir Dong sebagai hadiah kecil.
"Apa isinya?."Tanya Sawn.
Assisten Liu segera membuka bingkisan itu.
" Cokelat import terkenal dan cerutu.."Assisten Liu mengeluarkan beberapa isinya.
"Cerutu?." Sawn merasa ada yang aneh.
"Sejak kapan aku suka cerutu?."Sambungnya.
"Mungkin tuan Dong mengira kamu sama dengannya, sama-sama sudah tua."Assisten Liu menyeringai.
"Berikan padaku!."Sawn meminta cerutu untuk dilihatnya... Mencium aromanya dan membuka bagian dalam isinya.
"Ini bukan cerutu biasa, kamu bisa lihat itu."Sawn meletakan cerutu itu di mejanya.
Terlihat cerutu yang terbuka itu terdapat bagian serbuk-serbuk putih di dalamnya. Serbuk putih itu terkenal sebagai jenis obat terlarang no. 2. Banyak diselundupkan di kalangan dunia hitam karena bisa meraup keuntungan sangat besar.
"Apa maksud tuan Dong itu Sawn?." Assisten Liu belum paham dengan isi cerutunya.
"Ini jenis obat terlarang no.2, Tuan Dong sudah memandang rendah diriku. Dia mengira aku sama dengannya, berhubungan dengan grup G dengan memakai cara yang sama. Hubungan grup Moon dan grup G murni bukan hubungan dengan dunia hitam."Sawn menjelaskan dengan sedikit geram.
"Mereka mengira aku sama dengan ayahku, berhubungan dengan dunia mafia."Sambung Sawn meremas kertas yang ada di genggamannya.
__ADS_1
*Bersambung*.....