
Apartement Grand Royal yang kini berdiri kokoh dan mewah telah selesai 100 % dan malam ini tepat malam pembukaan hunian mewah itu. Apartement Grand Royal dibuka untuk golongan menengah atas, dari 450 cluster yang paling mahal adalah penthouse karena menampilkan hunian atas paling mewah.
Sawn tersenyum bangga dengan pencapaiannya kali ini. Bukan karena raupan keuntungan yang besar tapi dulu saat Grand Royal resmi di buka hanya dalam hitungan jam sudah laku dipasaran hampir setengahnya.
Para tamu undangan yang hadir dan juga beberapa wartawan meliput acara pembukaan apartement mewah itu.
Tak kalah yang menjadi sorotan utama adalah kehadiran Rachel sebagai Nyonya Arthur berdiri di samping suaminya dengan sangat elegan.
Opening dimulai dengan pemotongan pita sebagai simbol telah resminya apartement itu untuk dihuni. Rasa puas terpancar dari semua yang hadir menyaksikan. Begitupun dengan kedua orang tua dari Sawn turut hadir memberikan dukungan pada putranya yang telah sukses menapaki karir di usia muda.
-----
" Hari yang melelahkan." Ucap Sawn seraya melonggarkan dasi yang ia kenakan saat sudah berada di mansionnya.
" Apa kamu sungguh lelah sayang?." Goda Rachel menatap nakal mata suaminya.
" Ya aku sungguh lelah, memangnya kenapa? Apa kamu mau memijatku atau yang lainnya?."
__ADS_1
" Yang lainnya apa? Dasar mesum..."
Aku akan membuatmu kelelahan kalau waktunya tiba... " Ujar wanita seksi itu menarik dasi yang Sawn kenakan agar mendekat padanya.
" Aku rasa kamu ingin sesuatu kalau sudah merayu seperti ini.."
Rachel tersenyum, Sawn memang selalu tahu apa yang ada dalam pikirannya.
" Aku bosan diam terus di mansion sendiri sementara kamu sibuk bekerja, ibu juga tidak selalu bisa menemaniku sedangkan Red belum kembali." Rengeknya dengan menunjuk-nunjuk dada suaminya.
" Jadi apa yang kamu mau?."
" Kamu bisa kembali ke kantor bekerja seperti dulu." Rachel menggeleng mendengar saran suaminya.
" Aku hanya akan tenang kalau kamu ada yang mengawal. Maaf sayang.. Tapi aku tidak bisa mengizinkanmu untuk sekarang kecuali ada yang menemanimu."
Wajah Rachel berubah kecewa walaupun ia tahu konskwensi apa yang akan ia dapat jika tidak menuruti perintah suaminya. Cukup kejadian tiga minggu yang lalu membuatnya jera kehilangan calon bayi yang didambakannya sedari dulu.
__ADS_1
Sawn menghembuskan nafasnya tak tega melihat kekecewaan pada diri Rachel.
" Kalau kamu mau aku akan mencarikan pengawal yang baru. Itu akan membuatku lebih tenang dan kamu melakukan apa yang kamu sukai."
" Tidak perlu.. Lebih baik aku diam saja di rumah sayang.." Tolak Rachel halus tidak ingin merepotkan suaminya lagi.
" Aku janji akan mencarikan jalan keluarnya.." Usap tangan Sawn di pipi kanan istrinya dan beranjak untuk membersihkan diri.
Keesokan harinya Sawn menguhubungi Red agar dapat kembali secepatnya. Gayung bersambut saat dihubungi Red sudah akan terbang kembali bekerja untuk Rachel. Saat mengatakan bahwa Red akan segera datang, Rachel sungguh terlihat sangat senang bukan main. Sesungguhnya Red juga sangat mengkhawatirkan diri Rachel saat tahu Rachel mengalami keguguran, karena baru kali ini Red bekerja pada atasan yang menganggapnya seperti keluarga sendiri.
" Sawn, aku akan menyambut kedatangan Red, aku akan menyiapkan hidangan untuknya. Perjalanan dari negaranya kemari cukup jauh dan dia pasti lelah. "
" Tidak masalah.. Tapi ingat jangan terlalu cape dan kamu bisa meminta tolong pada bibi An."
Sawn senang melihat perkembangan kesembuhan Rachel sangat cepat diluar perkiraannya. Ia mengira istrinya akan cukup lama untuk bersedih yah 1 atau 2 bulan. Grace cukup mumpuni mencoba mengembalikan kepercayaan diri Rachel tapi Rachelah yang mempunyai tekad kuat untuk bangkit dan tidak tepuruk.
-----
__ADS_1
Hallo reader... Ketemu lagi kita. Author sedih nih karena akhir-akhir ini sepertinya boseb baca cerita author ya.. Makanya author minta tolong berikan masukan yang membangun seperti alur cerita atau hal yang membuat ceritanya menarik. Ditunggu ya...
Seperti biasa komen, like dan votenya ya.. Makasih.