
"Praaanngggg....." Suara gelas pecah membuat Sawn masuk ke dalam ruangan.
"Apa yang terjadi?."
"Aku mencoba mengambil minum tapi terlalu jauh tak bisa ku jangkau."Ucap Rachel terkejut.
Sawn menghela nafasnya.
"Kalau kau butuh sesuatu tinggal bilang padaku, aku akan membantumu."Sawn menatap Rachel dengan lembut. Rachel mengangguk pelan seperti anak kecil yang sedang di nasehati orang tuanya.
"Kau pergilah ke kantor, aku baik-baik saja sendiri."Rachel berkata lirih.
"Baik-baik sendiri bagaimana, untuk mengambil minum saja kau perlu bantuan orang lain, aku akan pergi kalau kau ada yang menjaga."
"Menjagaku? Siapa?."Tanya Rachel
"Aku menyuruh Suri, sepupuku untuk datang ke sini nanti. Lagi pula kau butuh seorang wanita untuk membantumu berganti pakaian. Walaupun ada perawat tetap saja pasti merasa canggung."Jawab Sawn penuh dengan perhatian.
Hanya anggukan yang didapatkan oleh Sawn.
Sawn sebenarnya bertanya-tanya kenapa Rachel tidak bereaksi apa-apa ketika dia memberikannya perhatian yang lebih dan dia berpikir kalau Rachel masih menyimpan rasa pada Luccas.
__ADS_1
-------------------------------------
Kesibukan memaksa Sawn untuk kembali pada pekerjaannya. Sebagai seorang presdir dia berkewajiban untuk menyelesaikan semua masalah yang terjadi di perusahaan. Untunglah Suri sudah berada di Rumah Sakit untuk menemani Rachel.
"Aku akan pergi dulu ke kantor ada perwakilan dari perusahaan Jepang yang tiba siang ini dan kalau kau butuh apa-apa jangan sungkan untuk bilang pada Suri."Ujar Sawn sembari mengusap lembut kepala Rachel. Tentu saja Rachel merasa tak biasa sampai pipi nya memerah tersipu malu.
"Suri kau jaga Rachel baik-baik!!."Perintah Sawn.
Suri hanya mengacungkan jempol pada sepupunya itu. Sementara Sawn pergi ke kantor, Rachel dan Suri mengakrabkan diri mereka berdua.
"Rachel apa kau pacar kakakku?."Tanya Suri tiba-tiba.
"Hahaha.. tentu saja bukan,, kamu ada-ada saja."Jawabnya.
Suri mengernyitkan keningnya dan bertanya lagi.
"Berarti kalau bukan, pasti kakakku yang naksir kamu. Mana mungkin dia malam-malam telepon aku suruh jaga kamu di sini, kalau bukan karena kamu orang spesial. Dia tidak akan melibatkan keluarganya."Suri tersenyum pada Rachel. Rachel tidak menjawab apa-apa hanya tak tahu apa yang harus dia katakan.
Dokter jaga datang untuk mengontrol kondisi pasien apakah ada kemajuan atau keadaannya menurun. Setelah memeriksa kondisi Rachel, dokter memberikan berkesimpulan kalau dia sedikit membaik dibandingkan dengan hari kemarin.
"Nyonya Rachel keadaannya sudah agak membaik dan diharapkan untuk istirahat, menjaga asupan makanan dan jangan terlalu banyak pikiran. Kalau kemarin suami anda tidak langsung datang kemari keadaannya akan semakin fatal. Jadi jangan diremehkan kalau terjadi pembengkakan atau iritasi pada Lambung." Kata Dokter itu.
__ADS_1
Suri tak kuasa menahan tawa, Rachel sepertinya tahu apa yang membuat Suri tertawa itu.
Dokter pun selesai memeriksa Rachel dan pergi ke ruangan di sebelahnya untuk memeriksa pasien yang lain.
"Sudah jelas kan Rachel apa yang aku bilang, kakakku menaruh hati padamu. Kalau tidak mana mungkin dia mengaku pada dokter bahwa dia suamimu." Suri dengan gaya nya sambil melengos ke kamar mandi.
Rachel pun sudah menyadari kalau ternyata Sawn lebih perhatian dari pada sebelum-sebelumnya tapi entah mengapa hatinya sulit untuk tergerak.
Cinta memang datang di saat dan waktu yang tepat
Tapi terkadang cinta datang pada orang
yang salah
Mencintai adalah hasrat dan dicintai adalah sebuah anugerah
Bersambung*.....
__ADS_1