
▪Hari ke empat di ruang ICU.
Nyonya Wang mengelap wajah Rachel dengan handuk kecil yang sudah dibasahi. Menuju ke leher dan kedua tangannya. Sawn yang memperhatikan dari balik pintu masuk begitu sangat ingin melihat Rachel seperti sedia kala.
Assisten Liu datang kembali menemui Sawn untuk menyampaikan informasi terkait kejadian yang menimpa Rachel.
"Ada yang kau temukan?."Sawn sudah tidak sabar dengan berita yang di bawa Liu.
"Sawn, ada petunjuk.. Aku mendatangi kantor polisi yang kemarin. Memang ada indikasi bahwa kecelakaan itu di sengaja. CCTV mobilmu menunjukan dengan sangat jelas bahwa truk itu memang sengaja menunggu mobil Rachel lewat."
Sawn mengepalkan tangannya dan meninjukannya ke dinding tembok dengan sangat keras. Terlihat sedikit kulitnya lecet dan berdarah.
"Siapa dalangnya?."
"Aku belum menemukannya. Ini seperti di rencanakan. Di CCTV tidak terlihat plat nomor truk itu."
"Aku akan mencari informasi lainnya lagi."Sambung assisten Liu.
"Sawn....."Terdengar Nyonya Wang berteriak memanggil namanya.
Sawn bergegas kembali masuk ke ruang ICU.
"Ada apa bu?."Sawn terlihat panik.
__ADS_1
"Panggilkan dokter. Rachel tadi bergerak."
"Aku akan memanggil dokternya."Sontak assisten Liu langsung berlari memanggil dokter dan perawat.
Dokter dan perawat datang, dengan segera memeriksa Rachel. Tapi sebelum itu keluarga pasien diharuskan untuk menunggu terlebih dahulu diuar agar tidak menggangu proses pemeriksaan.
Dokter selesai memeriksa denyut jantung dan nadi Rachel. Keluar dari ruang ICU menampakan wajah bahagia.
"Bagaimana dokter?."
"Pasien sudah keluar dari masa kritisnya."
Penjelasan dari dokter cukup membuat Sawn sangat senang. Dia minta izin untuk masuk dan melihat keadaan Rachel.
Terduduk di kursi samping tempat tidur Rachel, memegang tangannya erat. Membelai wajahnya.
"Sayang.. ini aku."Sawn tak kuasa menahan tangis melihat wanitanya tersadar.
Matanya memang belum membuka , tapi tampak air mata keluar dari pojok mata Rachel.
Wanita yang terbaring itu akhirnya bisa membuka matanya kembali. Senang melihat Sawn dihadapannya.
"Sawn..... Aku minta maaf."Suara Rachel parau.
__ADS_1
"Suuuutttt... "
" Jangan bicarakan itu lagi. Aku yang harusnya minta maaf."Sambung Sawn.
Rachel tersenyum belum bisa banyak bicara. Selang oksigen masih menempel di hidungnya.
Nyonya Wang yang berada di samping kanannya Rachel sangat bergembira sekali bahwa putrinya sudah kembali sadar.
Tak henti-henti mencium dan memeluknya.
Assisten Liu jyga nampak bahagia dengan pencapaian kesehatan Rachel. Dia menghubungi Nyonya Park memberitahukan bahwa Rachel sudah tersadar.
Kesehatan Rachel dari hari ke hari menunjukan kemajuan yang signifikan. Sampai akhirnya Rachel di pindahkan ke ruang perawatan yang biasa.
"Makanlah.."Nyonya Wang menyuapi putrinya itu.
"Syukurlah kamu selamat.. aku sudah hampir gila melihatmu tak sadarkan diri."Ucap Sawn.
"Ibu juga tak tahu apa yang akan terjadi kalau putriku ini tidak sadarkan diri dalam waktu yang lama... mungkin akan sama dengan Sawn, atau bahkan lebih parah."Imbuh Nyonya Wang.
Rachel tersenyum sangat manis. Berat badannya turun drastir, terlihat pipinya tampak mengecil.
"Kau harus sehat lagi. Naikan berat badanmu kembali agar aku bisa cepat memakaikan cincin pernikahan untukmu."
__ADS_1
Ucapan Sawn yang keluar dari mulut manisnya membuat Rachel tersipu malu, apalagi ibunya ada di sampingnya.
Sawn hanya tertawa kecil melihat Rachel yang salah tingkah dengan ucapannya. Sekaligus hatinya sangat berbunga-bunga.