
" Apa kamu sudah mempertimbangan kembali tentang keputusan menyerahkan semua harta dan aset kekayaanmu?."
" Sayang, surat pernyataannya sudah legal apanya yang harus dipertimbangkan lagi.." Sawn menunjukan senyumnya sehingga terlihat gigi putihnya yang rapi.
" Iishh..." Rachel berdecih kesal, kenapa suaminya sampai berbuat nekat seperti itu.
" Sepertinya usahaku mengalihkan semua aset dan hartaku belum juga membuatmu terlalu yakin! Apa lagi yang harus aku perbuat?."
" Mmm... Aku ingin kita pergi berkencan!." Ujar Rachel bergelayut manja. Sawn tersenyum mencoba mengerti keinginan istrinya yang sedang mengandung.
" Baiklah.. Kita pergi berkencan! Kamu ingin kita pergi kemana?."
Rachel mengernyitkan keningnya, sepertinya suaminya terpaksa mengiyakan keinginannya.
" Apa kamu terpaksa?."
" Tidak! Aku kan sudah bilang kita akan pergi."
__ADS_1
" Tapi kamu terpaksa!."
" Tidak sayang, aku tidak terpaksa." Sawn berusaha menunjukan senyumannya walaupun memang terpaksa, dari pada nanti ia akan tidur sendirian di luar kamar karena Rachel marah.
" Iya kamu terpaksa, kamu pasti malu berkencan dengan wanita buncit sepertiku kan?."
Sawn merasa terjepit, semua yang dia katakan dan lakukan serba salah.
" Apa seperti ini kah hormon dari wanita hamil, kenapa membuatku serba salah.." Gumam Sawn dalam hatinya.
" Sudahlah, jangan cemberut seperti itu. Mumpung masih diluar,ayo kita pergi ke tempat yang kamu mau!."
" Dengan berpakaian seperti itu?." Rachel menunjuk pakaian yang dikenakan suaminya stelan jas berwarna hitam.
" Aku kan memang berpakaian seperti ini saat bekerja sayang dan bukannya tadi kamu-" Sawn memilih tidak melanjutkan kata-katanya. Karena berakibat berakhir kurang baik bagi dirinya.
" Bukankah dia sendiri yang memintaku berkencan saat ini kenapa malah mempermasalahkan pakaianku. Oh.. Liu tolong aku.." Gumam Sawn sudah hampir menyerah menghadapi keinginan istrinya.
__ADS_1
" Sudahlah.. Aku tidak mau membahasnya lagi. Kita akan pulang saja ke Villa. Kebetulan ayah, ibu dan Keanu memberitahuku mereka sudah pulang kembali, Keanu berencana akan makan malam bersama keluarga Yuna. Juga ibu Park kembali pulang. Aku merasa kesepian di Mansion yang besar, jadi malam ini kita akan menginap di Villa saja.
Sawn akhirnya bernafas lega, walaupun Rachel kecewa padanya setidaknya ia tidak akan bingung lagi dengan perkataan Rachel yang membuatnya bingung.
Sesuai perkiraan Sawn ketika Rachel marah bisa saja ia akan disuruh tidur diluar dan kali ini dugaannya tidak meleset. Rachel menyerahkan batal guling dan selimut pada suaminya lalu menyuruhnya tidur di bawah.
" Oke aku akan sangat bersabar menghadapimu Rachel.. Demi bayi kita oke!."
Sawn pasrah kali ini dan tidak bisa berbuat apa-apa, Rachel menyuruhnya untuk tidur di bawah bukan untuk tidur di luar atau di kamar lain.
Sawn memilih untuk memejamkan matanya dari pada harus mendengar ocehan istrinya, membuat kupingnya terasa sakit. Baru kali ini selama ia mengenal Rachel begitu membuatnya harus sangat berlapang dada.
" Apa aku harus pergi ke psikiater?."
Rachel kesal kenapa suaminya malah beneran tidur di bawah, bukannya mengiba pada dirinya dan memohon untuk tidur dengannya. Sampai ia harus kembali menangis karena Sawn dengan mudahnya terlelap tidur tanpa harus memeluk dirinya.
__ADS_1
" Dasar kamu lelaki tidak peka, bagaimana mungkin membiarkan aku sendiri di tempat tidur. Apa kamu juga bisa dengan mudahnya tidur tanpa diriku?." Gerutu Rachel sambil menikmati wajah suaminya dari atas tempat tidur.
Sawn mendengar perkataan istrinya barusan. Tapi ia memilih tidak peduli, saat ini Rachel berhasil membuatnya kesal dengan tingkah lakunya yang kekanak-kanakan.