My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Dua Garis Merah


__ADS_3

Sebulan berlalu tak ada yang berbeda dari keluarga kecil Sawn dan Rachel. Akhir-akhir ini mereka nampak bahagia melewatkan waktu bersama, terakhir seminggu kemarin mereka bahkan melakukan perjalanan bulan madu hanya berdua saja ke suatu pulau kecil yang terletak daerah jauh dari pusat kota.


Mereka berdua sadar, hidup tak selamanya hanya untuk bekerja mencari uang. Justru hidup harus dijalani sebahagia mungkin. Rachel banyak belajar dari semua masalah hidupnya. Hampir kehilangan cinta, kehilangan janin dan kini Ia ikhlas menjalani hidup seadanya.


Sebagai manusia biasa hanya berharap pada Tuhan. Tak ada yang kekal di dunia ini tak ada yang abadi.


Melewatkan lebih dari seribu hari bersama, Sawn dan Rachel saling mengenal satu sama lain. Mereka saling terbuka sebagai pasangan suami istri. Sawn begitu menyayangi Rachel melebihi apapun yang Ia punya. Sebaliknya Rachel pun begitu.


Pagi ini udara cukup dingin, terasa sampai ke pori-pori kulit. Rachel masih malas beranjak dari tempat tidur, tubuhnya masih disembunyikan di balik selimut tebal. Jam masih menunjukan pukul 5 pagi.


Pegal, rasa mual menyeruak ke kerongkongan. Dan...


"Oeekk,,,,"Hanya cairan yang keluar dari tenggorokannya, berulang sampai tiga kali.


Kepalanya menjadi pusing seketika. Kulit dinginnya menjadi berkeringat, dari mulai dahi sampai ke tengkuk.


"Ada apa dengan tubuhku? Seperti ada yang berbeda,"Keluh Rachel duduk di atas closetnya.


Mendengar suara muntah-muntah di dalam kamar mandi, membuat Sawn penasaran. Mungkin saja istrinya itu sedang masuk angin atau asam lambungnya naik.


"Kamu tidak apa-apa, sayang?,"Suara Sawn dari daun pintu.


"Cuma mual, badanku juga lemas. Tidak tahu kenapa tiba-tiba merasa seperti ini,"

__ADS_1


"Kamu udah buang air kecil?,"Tanya Sawn penasaran.


Rachel menggeleng.


"Jangan-jangan, Sebentar aku ambilkan sesuatu!,"Sawn berbalik mencari sesuatu di dalam laci nakasnya.


"Ini, kamu coba saja dulu. Siapa tahu kali ini berhasil!,"


Bukannya menerima tespeck dari suaminya, Rachel malah tertegun kehilangan kata-kata.


"Apa mungkin? Tapi aku memang sudah telat dapat menstruasi bulan ini,"Ucap Rachel was-was.


"Makanya dicoba dulu ya, Aku akan menunggumu di luar,"


Matanya berair saat melihat hasil yang ditunjukan tespeck digital di tangannya.


Tangannya gemetar membuka handle pintu.


Dilihatnya wajah Sawn yang juga sedang menatapnya penuh harap.


"Bagaimana?,"


Tanpa kata Rachel menghambur ke dalam pelukan Sawn, Ia menangis terisak dan semakin terdengar.

__ADS_1


"Kenapa Sayang? Apa hasilnya tidak sesuai harapan. Jangan menangis kita bisa berusaha lagi nanti,"Penuh pengertian Sawn mengusap lembut punggung istrinya.


Rachel menenangkan dirinya sesaat. Diserahkannya tespeck ke telapak tangan suaminya. Tertera dua garis yang masih samar di alat kehamilan itu.


"Rachel, ini dua garis? Apaa berarti kamu hamil?,"


"Semoga Sawn, semoga aku hamil,"Ucap Rachel lirih.


Sawn kembali memeluk tubuh istrinya, menciuminya berkali-kali.


"Bersiaplah kita akan mendatangi dokter Fey sekarang!,"


***


Menunggu 30 menit berasa menunggu 30 tahun bagi pasangan suami istri itu.


Dokter Fey menyalami Sawn dan Rachel bergantian, setelaha Rachel menyerahkan hasil alat kehamilan itu padanya.


"Selamat Tuan Sawn dan Nyonya Rachel, dalam alat ini anda positif dinyatakan hamil,"Ujar Dokter Fey mengulas senyum di bibirnya.


Sawn dan Rachel saling berpandangan satu sama lain. Rachel menyeka ujung matanya yang berair begitupun dengan Sawn. Ia tak kalah senang mengetahui dirinya akan mempunyai keturunan kembali.


***

__ADS_1


-TAMAT-


__ADS_2