
▪ Kediaman Sawn
"Kemana orang-orang di rumah ini?." tanya Sawn pada Bibi An..
" Nona muda dan nona Agnes sedang pergi.. Katanya mau jalan-jalan.."
"Dari kapan?."
"Pas tuan muda berangkat ke kantor.."
" Dari pagi jam sampai sekarang mereka belum pulang? Keterlaluan..."
"Jarang-Jarang nona muda menghabiskan waktu diluar tuan.."
" Baiklah.. Aku akan masuk ke kamar."
Sejurus kemudian datanglah Rachel dan Agnes dengan wajah yang sumringah.. Mereka tampak sangat senang menghabiskan waktu bersama-sama.
" Nona.. Kalian sudah kembali?." Bibi An menyambut kedatangan Rachel dan Agnes.
"Ya bibi An.. Hari ini sangat puas sekali.. Apa Sawn sudah lama sampai?."
" Baru sampai nona.. Sekarang berada di kamarnya.."
" Temuialah dia, kalau tidak.. Taringnya akan terlihat.." Ucap Agnes seraya pergi menuju kamarnya.
"Ya aku akan menemuinya sekarang."
Samar-samar terdengar Sawn sedang berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon. Rachel sedikit mencuri dengar di balik pintu kamar Sawn yang sedikit terbuka..
" Carikan yang terbaik.. Yang tidak mengecewakanku.. Aku minta seorang wanita."
Rachel berpikiran hal lain ketika Sawn menyebutkan seorang wanita.
__ADS_1
" Masuklah.."Tiba-tiba Sawn menyuruh Rachel masuk, Sawn tahu kalau Rachel berdiri dibalik pintu kamarnya.
Rachel masuk dengan wajah yang memerah..
"Sejak kapan kau sering menguping pembicaraan orang lain?."
" Aku tidak menguping, aku hanya kebetulan akan masuk ke kamarmu.."
" Itu apa maksudmu ingin seorang wanita?." Sambung Rachel lagi.
" Untuk menemani..."Sawn tersenyum iseng..
" Menemani siapa?."
" Menemaniku..."
" Kau ini....."Rachel mencubit perut Sawn bertubi-tubi tanpa ampun.. Sampai akhirnya Sawn terjatuh di atas tempat tidur, Seketika Tangan Sawn menarik Rachel sampai Rachel berada tepat di atas tubuh Sawn.
Wajah mereka saling berhadapan satu sama lain.. Saling memandang. Sawn menari kepala Rachel agar semakin mendekat lalu mendaratkan sebuah ciuman hangat dibibirnya. Rachel membalas ciuman Sawn.. Keduanya saling berpagut penuh nafsu.. Sawn lantas menghentikannya seketika.
"Kita memang harus segera menikah.. Kalau tidak aku akan mencari wanita lain...!!"
Rachel menatap Sawn dengan kesal.. Lalu melanjutkan cubitan diperutnya tadi.
" Awas saja kalau kau sampai berani melakukan itu...!!!".
" Oke.. Oke aku menyerah.. Sudah jangan mencubitku lagi..."
Rachel menghentikan cubitannya dan membenarkan posisi duduknya di tepi tempat tidur.
" Aku tadi bertanya padamu.. Wanita apa itu?."
" Wanita yang aku minta untuk menjadi pengawal pribadimu.."
__ADS_1
" Hah.. Pengawal lagi? Bukannya kamu sudah menyuruh pengawal untuk mengikutiku setiap saat??"
"Itu pengawal laki-laki.. Sekarang pengawal wanita.."Tegas Sawn.
"Apa bedanya Sawn?."
" Kau benar-benar bodoh... Tentu saja aku akan merasa lebih aman kau bersama seorang wanita."
" Iiih... Kau ini.. Selalu cemburu, dengan pengawalpun kau cemburu!."
" Apa kamu sedang berbicara tentang dirimu sendiri?."Sawn menatap Rachel.
" Sudahlah... Apa kita akan terus berdebat seperti ini..."
"Aku belum sempat makan tadi luar.. Ayolah kita makan malam.." Tambah Rachel dengan mendorong-dorong tubuh Sawn untuk keluar dari kamar.
" Baiklah-baiklah kita akan makan malam.."
------------------------------------
▪ Perusahaan Moon Jam 10.00 AM
"Tuan Sawn.. Saya Red, Senang bisa bekerja untuk anda.."
Seorang wanita berperawakan tinggi semampai, berambut panjang diikat, memakai pakaian serba hitam dan terlihat headset earphone spiral di telinga kanannya.
Sawn menyambut kedatangan Red dengan senang hati.
"Hallo Red, senang melihatmu.. Kau akan mulai bekerja hari ini.. Tapi bukan untuk mengawalku. Melainkan calon istriku.."
Bersambung.....
__ADS_1