My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Rencana manis ke dua


__ADS_3

"Apa kau akan buat perhitungan Sawn?." Tanya Assisten Liu ketika mereka berdua menghabiskan waktu di sebuah bar.


"Aku belum memikirkannya. Aku akan menunggunya sampai dia datang kembali. Aku ingin dia masuk perangkapku. . "


Sawn terlihat sangat terpukul, ditipu mentah-mentah dengan kematian seseorang, sampai dia sendiri tega menuduh ibunya melakukan hal keji tanpa menyelidikinya lebih dalam.


"Jangan menyalahkan dirimu. Ini juga adalah tanggung jawabku, seharusnya dulu aku menyelidikinya mungkin kamu tidak akan tertekan kemarin-kemarin."


Sawn mengangguk... Lalu mengambil kembali gelas yang sudah terisi minuman alkohol itu. Sudah beberapa gelas dia teguk, kepalanya sudah terasa berat. Assisten Liu dengan segera membawa Sawn pulang.


Setibanya di kediaman Sawn, Rachel mempertanyakan kenapa Sawn bisa pulang dengan kondisi mabuk. Assisten Liu menceritakan semua yang sudah terjadi hari ini. Rachel seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya. Masa lalu Sawn membuatnya terseret pada kematian.


"Tapi untunglah semuanya sudah terungkap.. Tapi tolong beri tahu aku kalau wanita itu kembali."


Setelah Rachel dan assisten Liu mengobrol panjang lebar, dia mohon pamit.


Rachel kembali ke atas menuju kamar utama dimana Sawn sedang beristirahat. Masih dengan pakaian lengkap, melepaskannya satu persatu. Mulai dari sepatu sampai pakaiannya terkecuali celana yang dipakai Sawn.


"Dia sangat tampan..." Bisik Rachel dalam hati.


"Aaahhh...." Tiba-tiba Sawn menarik tangan Rachel sampai posisi tubuh Rachel berada di atas Sawn.


"Sudah puas memandangku?."Sawn menatap Rachel sangat dekat sekali. Rachel tidak menjawab sepatah katapun.


Sawn lantas mencium bibir Rachel dengan lembut, menjalar ke telinga sampai leher. Nafsu sudah membuat Sawn sedikit lupa.. Sampai Rachel menghentikannya..


"Sawn.. Berhenti.. !"Pinta Rachel tanpa ingin menyakiti perasaan Sawn.


Terkadang lelaki hanya bisa melampiaskan nafsu mereka tanpa melihat terlebih dahulu tentang aturan yang berlaku bagi sebagian wanita.. Bagi Rachel hal itu sangat berharga.


Tidak lantas karena cinta bisa kehilangan segalanya.

__ADS_1


Sawn menundukan wajahnya, memeluk Rachel.


"Maaf aku lupa.. Aku terlalu bernafsu."


Malam itu mereka tidur dalam satu ranjang tanpa terpikirkan untuk melakukan hal lain.


Sudah tekad Rachel menjaga apa yang seharusnya dia jaga sampai waktunya tiba.


----------------------------------


Pagi-pagi sekali Rachel sudah berdandan rapi, menyiapkan sarapan dan keperluan Sawn berangkat ke kantor.


Selesai mandi Sawn melihat Rachel sangat sibuk memilihkan pakaian yang akan dikenakan Sawn bekerja.


"Kamu pilih yang ini atau yang itu?."Rachel menunjukan 2 pakaian yang ada di dalam lemari.


"Terserah.. Pilihkan saja."


"Ngomong-ngomong kamu akan pergi kemana?."Tanya Sawn mengernyitkan dahinya.


"Tentu saja pergi denganmu ke kantor. Aku kan assistenmu."


"Rachel.. Kamu ini masih belum sembuh total. Diam saja jangan kemana-mana!!."


Perkataan Sawn membuat Rachel kesal. Sebenarnya dia sudah sangat tidak tahan untuk tinggal dan diam hanya menunggui Sawn pulang. Semua pekerjaan sudah dikerjakan oleh para assisten rumah tangga. Rachel hanya mengerjakan apa yang dia suka, memasak makanan untuk Sawn, itupun harus memaksa terlebih dahulu pada bibi An.


"Ya sudah.. kamu boleh kembali bekerja, tapi aku tidak akan membiarkanmu terlalu cape. Kamu bisa duduk melihatku bekerja saja. Tidak yang lainnya sampai kondisimu pulih."


Akhirnya Sawn mengizinkan Rachel untuk bekerja kembali, melihat Rachel langsung bermuram durja membuat Sawn tak enak hati..


----------------------------------

__ADS_1


▪Perusahaan Moon


"Anda sudah kembali nona Rachel.. Sykurlah anda sudah sembuh.."


Beberapa staff menyambut kedatangan Rachel untuk kembali bekerja, walau tidak dipungkiri masih ada yang menunjukan sikap acuh tak acuh melihat kehadirannya di perusahaan. Tapi bukan Rachel namanya kalau tidak bersikap masa bodoh.


Setelah beberapa jam..


"Sawn... apa hanya ini yang bisa aku lakukan.. diam di sini.. Memperhatikanmu.." Rachel mulai mengeluh.


"Banyak yang sekedar ingin melihatku bekerja, kenapa kamu malah tidak mau?."


"Karena aku sudah bosan Sawn.."


" Apa maksudmu bosan?." Sawn mulai terlihat kesal dan menghentikan pekerjaannya sejenak.


"Aku bosan hanya sebagai assistenmu dan tunanganmu..."


Sawn tersenyum menggoda..


"Apa ini tandanya kita harus segera menikah?."


Rachel tidak menjawab tapi senyuman di bibirnya pertanda mengiyakan pertanyaan Sawn.


"Sebenarnya ibu kita sudah menyuruhku untuk membicarakan hal ini denganmu.. Tapi aku menunggu moment yang tepat saja.."


" Aku setuju untuk mempercepatnya... Itu tidak masalah.. Kita akan atur bersama."


 


*Bersambung*.....

__ADS_1


 


__ADS_2