
Selesai ritual pengucapan janji suci kedua pengantin, acara selanjutnya adalah menggelar resepsi pesta pernikahan yang sangat fantastis mewahnya.. Senyum menyungging selalu ditampilkan keduanya kepada para tamu yang menyalami memberikan selamat.. Tentu saja resepsi itu digelar dengan pengawalan yang sangat ketat karena di khawatirkan ada penyusup atau bahkan orang yang ingin mengacau.
Nyonya De Jong, ibunya Rachel tampak sangat berbahagia melihat anaknya bisa berdiri di atas altar pengantin bersama lelaki pilihan. Air mata menggenang dipelupuk matanya, air mata bahagia jatuh menetes segera ia usap dengan ibu jarinya.
" Ibu.. Kau kenapa.. Apa kau bahagia melihatku?."Rachel sudah berdiri di belakang dan memeluknya..
" Heii.. Kenapa disini, ayo naik lagi ke atas.. Para tamu sedang memberikan selamat pada kalian.."
" Kita akan berganti pakaian dulu.. Setelah itu pesta dansa, tapi perutku tidak bisa menahan lapar.. "
__ADS_1
Ibunya tertawa melihat tingkah lucu anak perempuannya itu.
"Biar ibu yang menyuapimu.. Entah sudah menikah apa ibu masih bisa menyuapimu lagi atau tidak.." Ibunya mengambil beberapa macam makanan untuk dimakan Rachel.
" Jangan begitu bu.. Suamiku bukan orang yang kejam, ia akan membebaskanku melakukan apa yang kuinginkan.. Aku sungguh beruntung mendapatkannya.."
Sawn terlebih dahulu pergi ke ruang ganti.. Rencananya pada hari pernikahan itu mereka diharuskan berganti pakaian sebanyak lima kali.. Sawn tidak menunjukan ekspresi tidak suka bahkan ia terlihat enjoy menikmati semua acara yang ada.. Rachel tau Sawn tidak akan pernah mengecewakannya apalagi pada pesta pernikahan mereka.
"Tenang saja bu.. Kami pasti akan segera memiliki momongan, aku sudah tidak sabar.." Sawn menimpali perkataan ibu mertuanya itu dengan senyum lebar yang nakal menggoda istrinya. Rachel sampai tersipu malu mendengar celotehan Sawn yang datang tiba-tiba.
__ADS_1
" Kenapa wajahmu memerah.. Lihatlah wajahmu seperti kepiting rebus.. Haha.." Sawn tertawa melihat tingkah aneh istrinya itu. Kenapa harus malu sebagai suami istri bahkan hal vulgar sekalipun sudah seperti makanan sehari-hari.
Sudah lama bahkan hampir jarang Rachel melihat Sawn tertawa seperti itu, biasanya suaminya hanya akan menunjukan senyum yang menutupi gigi putihnya.
Kebahagiaan kedua keluarga mengikuti setiap acara dipesta pernikahan itu tampak sangat jelas tergambar.. Rona-rona kebahagiaan, tertawa bahagia.. Semuanya baur menjadi satu..
Begitupun dengan Tuan Suman beserta Nyonya Suman, Nyonya Park.. Mereka berdua tersenyum lega di pesta pernikahan putranya tidak ada aral yang melintang.. Bahkan hal yang ditakuti sekalipun tidak terjadi.. Semuanya karena Tuan Suman turun langsung membereskan setiap masalah yang menghampiri putranya, ia sadar masalah demi masalah sedikit banyak ditimbulkan karena masa lalunya.
" Red, bersantailah.. Ini pernikahan Rachel, ia pasti mengizinkanmu untuk berdansa. Nikmati dan carilah pasanganmu di pesta ini.. Banyak lelaki tampan.. lihatlah dirimu aku begitu terpesona.."Agnes memuji Red yang sudah di sulapnya untuk merubah penampilan.. Biasanya Red akan berpakaian secara formal tapi kali ini demi kebahagiaan Sawn dan Rachel ia rela menanggalkan atribut pengawalnya dengan memakai gaun pesta yang indah.. Red terlihat cantik, rambutnya terurai.. Wajahnya di poles dengan make up.. Benar-benar berbeda. Tentunya setelah mendapatkan persetujuan dari Rachel.
__ADS_1
Acara resepsi pesta pernikahan yang di gelar keluarga Moon dan De Jong itu sangat sukses membuat semua para tamu yang hadir bergembira dan meninggalkan kesan manis bagi kedua pengantin.