My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Lelaki Misterius


__ADS_3

" Sudah selesai?." Tanya rachel ketika Sawn menemuinya di taman belakang.


" Sudah.." Tatapan Sawn menyiratkan ketidakbahagiaan.


" Ada apa? Apa yang kamu bicarakan dengan ayahmu?." Nyonya Park dapat menangkap ada sesuatu yang tidak beres dengan putranya itu.


" Dapatkanlah jawabannya dari ayah.."


Nyonya Park merasa serba salah dengan jawaban Sawn.. Pandangan matanya di alihkan pada Rachel yang juga sama-sama tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.


" Oh Sawn.. Mengenai tanggal pernikahannya kita akan membicarakannya ketika pertemuan keluarga besok malam.. "Rachel mencoba mencairkan suasana dengan mengalihkan pembicaraan.


" Ya.. Baiklah.. Kalau begitu marilah kita pergi.. Aku merasa dadaku sesak.." Sawn pergi terlebih dahulu.


" Bu.. Mungkin perasaan Sawn sedang tidak baik.. Aku akan bicara dengannya nanti."


" Ya.. Bujuklah dia.. Aku rasa juga begitu.."


----------------------------------


"Ada apa denganmu.. Kenapa sikapmu tiba-tiba berubah?."


Sawn tidak menggubris pertanyaan Rachel.


Pengakuan ayahnya membuat Sawn tidak habis pikir, kenapa dirinya tidak mengetahui tentang hal penting bahwa dirinya mempunyai seorang saudara laki-laki.


Penghadangan yang dilakukan kelompk GFG bahkan sampai melukainya bukan tanpa alasan. Mereka melakukan hal itu atas dasar mengejar sesuatu dari Sawn.


" Kita kembali pulang pa..."


" Baik tuan..."


Rachel menangkap aura yang kurang baik hari itu. Jadi ia membiarkan Sawn untuk menyendiri sesaat di ruang baca pribadinya.


" Red.. Kamu tahu apa yang terjadi?." Selidik Rachel pada Red.

__ADS_1


" Saya kurang tahu nona.. Mungkin tuan mendapatkan masalah baru.."


" Mungkin..."


2 jam kemudian..


" Aku tidak melihat Sawn dari kalian pulang tadi."


" Dia sedang menyendiri.." Timpal Rachel.


" Kalian bertengkar?." Agnes menaikan alisnya sebelah..


" Tidak.. Kami baik-baik saja."


" Aku akan membawakan minuman untuknya.. Aku rasa selera makannya sedang turun.."


Rachel membuatkan secangkir cappucino panas untuk Sawn dan membawanya ke ruang baca.


" Sawn.." Rachel meletakan cappucinonya di meja..


Rachel memeluk Sawn dari pinggir.. Mencium rambutnya..


"Kenapa kamu terus diam.. Aku jadi bingung.."


" Ya.. Aku juga bingung.."


" Kamu bisa menceritakannya padaku.." Rachel menatap mata Sawn penuh makna.


" Aku bingung dengan dirimu.. Bahkan aku diam pun kamu tidak mendatangiku. Menawariku makan pun tidak.." Ucap Sawn sejurus kemudian.


Rachel tak bisa menahan kesalnya mendengar Sawn berkata seperti itu.


" Aku kira kamu kehilangan selera makanmu.. "


" Tidak mungkin.. Bagaimana aku bisa kehilangan selera makanku dengan wanita cantik sepertimu.."

__ADS_1


" Gombal.. Sekarang kau sudah pandai merayuku.."


"Baiklah.. Minumlah sedikit cappucinonya.. Lalu kita turun untuk makan malam bersama.. Agnes sudah menunggu."


Selesai makan malam.. Sawn kedatangan seorang tamu.. Seorang lelaki berparas tampan. Mengenakan pakaian serba hitam dan bertopi.


Sawn cukup lama menatap lelaki itu dari belakang.


" Siapa kau?." Pertanyaan Sawn membuat lelaki itu sedikit terhenyak.


" Apa kabarmu?." Pertanyaan itu terlontar dari mulut lelaki itu.


" Tuan.. apa perlu saya disini?." Tanya Red yang juga berada di halaman depan.


" Tidak usah Red.. Temani saja Rachel di dalam."


Red masuk menuruti perintah Sawn.


Sawn tak lantas menjawab pertanyaan lelaki misterius itu.. Ia hanya mengamati wajah yang tak asing baginya.


"Sawn.. Apa kabarmu?." Lelaki itu mengulang pertanyaannya tadi.


" Siapa kau.. Aku tak mengenalmu.. Kalau tidak ada perlu lagi, aku akan masuk."


Ketika Sawn melangkahkan kakinya ke dalam lelaki itu memanggil Sawn..


"Aku ingin bicara denganmu.. Kau tak seharusnya mengabaikanku."


Sawn membalikan badannya..


" Aku sungguh tak mengenalmu.. Bagaimana bisa kau masuk sembarangan ke rumahku.."


" Karena aku punya hak yang sama denganmu.."


Sawn menatap tajam lelaki yang berdiri di depannya.

__ADS_1


__ADS_2