
"Makanlah bersama kami tuan Liu." Pinta Rachel ketika makanan sudah tersaji di meja. Sawn melihat tajam ke arah assisten Liu.
"Ah saya sudah memesan meja di sebelah sana kebetulan saya juga sudah ada janji dengan seseorang." Assisten Liu memberi alasan.
Padahal Dia takut Sawn akan marah karena mengganggu waktu berdua mereka. Sawn menyunggingkan bibirnya ke arah assisten Liu.
Belum ada sepatah katapun dari keduanya memulai pembicaraan. Tapi Sawn berinisiatif untuk memulainya agar suasana tidak terlalu kikuk.
"Kau tinggal sendirian?."
"Ya presdir saya tinggal sendirian, eehhh.. maksdnya aku tinggal sendirian."Jawab Rachel takut dikritik karena sudah diperingatkan untuk tidak formal ketika sedang berada di luar kantor.
"Boleh aku berkunjung?."Tanya Sawn lagi sambil menatap Rachel dan menghentikan makannya sebentar.
"Berkunjung?." Tanya Rachel setengah tak percaya.
"Tentu boleh kau boleh berkunjung kapan pun itu dengan senang hati." Jawab Rachel dengan penuh kehati-hatian. Rachel bertanya-tanya dalam hatinya kenapa bisa bos nya yang dingin itu mendadak menawarkan diri untuk berkunjung.
"Mungkin dia hanya ingin mengakrabkan diri sebagai atasan dan bawahan." Sanggahnya dalam hati.
"Oke nanti kapan-kapan aku akan berkunjung ke tempatmu." Timpal Sawn. Rachel menganggukan kepalanya dengan senyum terpaksa.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
__ADS_1
Setelah Mereka selesai makan malam Sawn mengantarkan Rachel pulang ke apartementnya. Dia keluar dari mobil dan berjalan kesamping lalu membungkukan setengah badannya tanda berterima kasih sudah diantar pulang.
Ketika mobil hendak berjalan pelan meninggalkan tempat itu, ada seorang laki-laki menunggu Rachel dan terlihat seperti laki-laki itu memaksa Rachel untuk ikut dengannya. Tapi Rachel menolak dan sedikit meringis kesakitan, tangan laki-laki itu menarik tangan Rachel dengan keras.
Sawn yang melihat itu menyuruh sopir untuk berhenti.
"Apa aku harus pergi kesana dan menolongnya?."Tanya assisten Liu
"Biar aku saja."Sawn menimpali dengan singkat seraya keluar dari mobil dan menghampiri Rachel.
"Lepaskan dia!!." Hardik Sawn
Rachel terkejut melihat ke arah Sawn begitupun dengan laki-laki itu.
"Oh rupanya anda tuan Sawn Arthur presdir grup Moon."Ujar lelaki itu mengenali Sawn.
Ada kerjasama bisnis diantara mereka berdua. Dan tak disangka pertemuan mereka kali ini bukan tentang bisnis melainkan masalah perempuan.
"Kau kenal dengannya?."Tanya Rachel pada Sawn.
"Iya tuan Luccas adalah rekanan bisnisku." "Jawabnya.
Rachel mencoba berlindung di samping Sawn.
__ADS_1
"Tuan Luccas sebaiknya anda tidak mengganggu Rachel lagi."Ujar Sawn.
"Karena dia adalah wanitaku."Sambungnya lagi. Rachel terkejut mendengar pengakuan Sawn tapi dia tetap berpura-pura untuk setuju dengan apa yang dikatakan Sawn pada Luccas.
"Masuklah ke dalam aku akan mengantarmu masuk."Perintah Sawn pada Rachel. Rachel menurut saja apa yang diperintahkan padanya. Luccas diam tak berdaya menahan rasa amarah yang memuncak.
Sesampainya di depan pintu apartement Rachel Sawn berhenti.
"Kau bisa menjelaskannya padaku nanti. Ini sudah malam, istirahatlah." Ujar Sawn.
"Terimakasih Sawn.. " Ucap Rachel lembut.
Sawn tidak berekspresi dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Selidiki tentang Luccas ada hubungan apa dia dengan Rachel!."Perintah Sawn.
"Baiklah.. Sepertinya perebutan hati akan segera di mulai."Ujar assisten Liu seraya bercanda.
"Apa kau sudah bosan bekerja?."Sawn kembali mengerjai assisten Liu.
"Baikklah aku menyerah untuk urusan satu ini hahahaha"Assisten Liu tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
*Bersambung*.....