My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Bertanya-tanya


__ADS_3

"Kenapa kamu tiba-tiba sudah datang.. Bukannya sopir sedang menjemputmu?."


Sawn sedikit terkejut dengan kedatangan Agnes secara tiba-tiba...


"Tidak lama setelah landing aku langsung nyari taxy, habisnya lama kalau sampai nunggu jemputan." Agnes langsung nyeronyos


"Kau ini... "


Sawn terlihat sibuk membereskan dokumen yang masih berserakan di meja kerjanya.


" Kamu akan pergi?."


" Ya aku pergi sebentar ke ruang rapat... Kamu tunggu saja di sini dulu. Kalau ada perlu apa-apa tinggal bilang Sani."


"Oke..."


▪ Caffee


Sudah beberapa jam Rachel duduk sendiri dengan ponselnya yang tak pernah dia lepaskan, Rachel tahu kalau Sawn tak kan mencari nya sekalipun dia tidak ada di rumah. Pikirnya lelaki itu selalu sibuk dengan urusan pekerjaanya saja.


Setelah mulai bosan, Rachel beranjak dari tempat duduknya. Sebelum Rachel masuk dia sempat melihat di pinggir caffee itu ada salon kecantikan. Tanpa pikir panjang Rachel masuk untuk mulai melakukan perawatan rambutnya.


Rachel tidak tahu harus kemana lagi ketika dirinya telah selesai dari salon. Dia merasa malas kalau harus menampakan dirinya di perusahaan. Malas bertemu dengan Sawn yang meninggalkannya tadi pagi. Pikirannya mungkin kekanak-kanakan, tapi perasaan kecewa tak dapat dibendungnya.


▪ Perusahaan Moon


"Aku sudah selesai rapat. Apa kamu mau sesuatu? "Tanya Sawn pada sepupu tirinya itu


"Oh tidak.. Aku hanya ingin pulang dan beristirahat. "


" Baiklah kita akan pulang lebih awal.. Pekerjaanku di kantor juga sudah selesai."


" Untuk sementara kamu akan tinggal di tempatku." Tambah Sawn.


"Ide bagus..."


Sawn terpikirkan akan Rachel, tapi Sawn yakin kalau Rachel bisa menjaga diri baik-baik.

__ADS_1


----------------------------------


▪ Kediaman Sawn


Satu jam setelah pulang dari kantor Sawn belum juga mendapati Rachel di rumahnya. Rasa khawatir mulai menyelimuti. Hari sudah terlihat semakin gelap.


"Kamu menunggu siapa?."Agnes ikut-ikutan melihat ke arah jendela seperti yang dilakukan Sawn.


"Aku menunggu Rachel."


"Tunanganmu itu?."


Sawn mengangguk kemudian duduk di sofa ruangan itu.


"Apa kalian sedang ada masalah?."


" Tidak..."


Bibi An datang dengan membawa nampan berisi dua cangkir teh hangat dan beberapa camilan.


"Tuan.. Sepertinya nona Rachel marah karena tuan muda meninggalkannya tadi pagi."


"Apa???."


"Kenapa bisa kehilangan jejak... Kalian kerja tidak becus..!!!"


Sawn marah ketika menghubungi orang suruhannya melalui sambungan telepon.


"Tenang saja.. Tunanganmu itu akan baik-baik saja. Dia pasti tahu jalan pulang kan...." Agnes menimpali melihat tingkah Sawn yang khawatir.


"Semoga saja begitu...."


Malam itu Rachel pulang jam 10 malam.. Lampu ruangan depan sudah terlihat padam ketika Rachel melewatinya.. Merasa tenang Rachel naik ke lantai atas menuju kamar tidurnya.. Dengan lega Rachel menyalakan lampu kamarnya yang gelap tapi alangkah terkejutnya ketika mendapati Sawn sedang duduk di sofa kamarnya dengan wajah yang sangat masam. Tidak senang melihat Rachel datang cukup malam.


"Kau.. Apa yang kamu lakukan di kamarku?." Tanya Rachel gelagapan


"Ini rumahku... Aku bebas melakukan apa saja dimana saja.."

__ADS_1


Rachel sudah merasakan kalau firasatnya tidak salah kali ini.. Sawn marah pada dirinya.


"Ya sudah.. Aku mau mandi dulu." Rachel berlalu menuju kamar mandinya.


"Tunggu dulu!!."


Rachel membalikan badannya..


"Apa yang kamu lakukan dengan Presdir G?."


"Oooh itu, dari mana kamu tahu? Aku hanya makan malam dengannya.."Rachel baru sadar kalau Sawn menyuruh anak buahnya untuk mengikuti kemanapun dia pergi.


"Apa kamu tidak ingat apa yang aku bicarakan dulu.. Kamu tidak boleh pergi dengan lelaki manapun.. Kecuali aku!!."


Tampaknya Sawn kali ini tidak main-main dengan ucapannya. Amarahnya memuncak sampai terasa ke ubun-ubunnya. Rachel yang melihatnya seperti itu hanya bisa mengelus dadanya.


-----------------------------------


Jam 7.00 AM


Sawn belum bisa menyembunyikan amarahnya semalam.. Mereka berdua tidak bertegur sapa walaupun duduk berdua dalam meja yang sama untuk sarapan.


"Sawn... Kamu akan berangkat pagi ini juga kan?." Suara Agnes terdengar di turunan tangga menuju ruang makan.


Rachel yang heran dengan suara seorang wanita asing di rumah itu sontak langsung mencari dari mana arah datangnya suara tadi.


Agnes datang menghampiri Sawn yang sedang menikmati sarapannya itu. Rachel melihat Agnes yang masih berpakaian tidur ala kimono pendek itu berdiri tepat di pinggir Sawn.


" Siapa dia?." Jantung Rachel berdegup kencang melihat ada wanita lain di rumah itu.


"Oh ini pasti Rachel kan...?." Sapa Agnes


"Ya.. Aku Rachel."


" Jangan salah paham dulu.. Aku Agnes, sepupunya Sawn."


"Sejak kapan Sawn punya sepupu? Dia tak pernah menceritakan apapun padaku."

__ADS_1


Rachel tersenyum dengan terpaksa.


__ADS_2