My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Bimbang 2


__ADS_3

"Oh ini nona Rachel.. assistennya presdir Sawn.. Kamu sangat pangling sekali dengan dandanan seperti ini.. "Pujian Vivian sebenarnya hanya merasa iri belaka dengan tampilan Rachel yang memukau. Rachel hanya meresponnya dengan tersenyum manis.


"Axcel kalian berdua sangat cocok sekali."Sambungnya lagi.


"Terimakasih Vivi.. Kalian juga."Tukas Axcel.


Sawn yang memperlihatkan rasa keberatan pergi bergabung dengan para tamu undangan yang lain.


Assisten Liu yang sedang berbincang-bincang dengan Axcel, memudahkan Vivian untuk menindas Rachel. Rachel yang selesai dari toilet di hadang oleh Vivian.


"Rachel..."


"Nona Vivian, apa yang anda lakukan?."


"Cukup, kau tidak usah berpura-pura lagi padaku. Harusnya aku yang bertanya, apa yang kamu lakukan sampai dua tuan muda kaya dari keluarga terpandang bisa menyukaimu?."Vivian seakan menekan Rachel dengan menggenggam erat tangannya.


"Apa maksudmu, apa yang aku lakukan. Aku benar-benar tidak mengerti."Bela Rachel.


"Sawn dan Axcel, keduanya begitu sangat perhatian padamu. Apa kamu masih pura-pura tidak mengerti."Genggamannya semakin erat.


"Aku tidak melakukan apapun pada mereka. Aku adalah assisten tuan Sawn dan tuan Axcel kami hanya berteman, itu karena tuan Axcel sahabat dari tuan Sawn."


"Kamu tidak perlu memberitahuku tentang mereka, aku lebih mengenalnya dari pada dirimu. Sykurlah kalau kamu sudah sadar akan posisimu yang hanya sebatas assisten.. itu tidak lebih dan tidak kurang bahwa kamu tidak pantas untuk keduanya."


"Rachel ternyata kau di sini.. "Tiba-tiba suara Axcel mengagetkan keduanya sehingga Vivian dengan cepat melepaskan tangan Rachel. Rachel hanya berusaha diam agar Axcel tidak mengetahui bahwa Vivian tengah mengancamnya.


"Oh Axcel untunglah kau ada di sini, temanilah Rachel, aku sudah harus menemani Sawn."Vivian bergegas pergi.


Axcel menatap Rachel yang hanya diam sedari tadi.


"Kenapa pergelangan tanganmu merah?."Tanya Axcel penuh selidik.


"Ah ini bukan apa-apa.. mungkin hanya alergi saja."Rachel sedikit gugup. Axcel yang curiga dengan apa yang dilakukan Vivian.


"Apakah Vivian?."


Rachel menggeleng.


"Sudahlah mari kita pergi ke tempat tadi, aku sudah selesai di sini."


Mereka berdua pun beranjak pergi untuk menyaksikan acara utama yaitu pemberian donasi yang di lakukan oleh Sawn Arthur dari perusahaan Grup Moon. Semua media mengabadikan foto antara Sawn dan Vivian yang selalu berada di sampingnya, seketika pemberitaaan itu menjadi topik hangat yang dibicarakan seantero kota X bahkan nasional sekalipun.

__ADS_1


Kebersamaan antara Sawn dan Vivian mengalahkan acara sesungguhnya pada malam itu. Vivian menyungging bibirnya tersenyum dengan sinis ke arah Rachel.


"Oh begitukah wajahmu yang sebenarnya Vivian, kita akan lihat nanti apa yang akan aku lakukan untukmu. Kau belum tahu siapa aku."Bisik Rachel kesal dalam hati.


------------------------------------


Pagi itu di kediaman keluarga besar Grup Moon


"Apa ini.....????."Nyonya Park melemparkan ponselnya ke atas meja, geram dengan semua pemberitaan online maupun cetak tentang Sawn dan Vivian.


"Suruh mereka untuk menghapus semua berita tak berguna itu, aku takut mereka akan cepat tahu. Bakar semua yang berkaitan dengan pemberitaan putraku... Arrghhh...." Nyonya Park yang merupakan ibu dari Sawn sangat marah sekali dengan semua berita itu.


"Baik nyonya akan saya lakukan."Ujar Merry, assisten dan orang kepercayaan Nyonya Park.


"Segera siapkan mobil.. "Perintahnya lagi.


Merry dengan siaga langsung bergegas menyuruh Sopir untuk menyiapkan yang diperintahkan atasannya.


"Tap..tap..tap..."Suara sepatu high heels Nyonya Park menyentuh lantai perusahaan Moon.


Semua orang yang melihatnya menundukan kepalanya memberi hormat pada perempuan paruh baya namun tetap terlihat cantik dengan tubuhnya yang langsing dan wajahnya terlihat tanpa kerutan. Dress bunga-bunga merah yang dipadukan dengan blezer yang sangat pas untuknya. Menaiki lift menuju kantor presdir.


"Nyonya? Anda... oh silahkan?."Sekretaris Sani tampak terkejut dengan kedatangan Nyonya besar dari keluarga Moon itu. Tidak biasanya Nyonya Park berkunjung ke perusahaan setelah sekian lama. Merry assisten Nyonya Park menungguinya di ruang tunggu.


"Ibu....."Sawn sudah menduga kalau ibunya itu akan mendatanginya dengan penuh amarah.


"Liu apakabarmu?."Nyonya Park menyapa assisten Liu.


"Oh Ibu Park.. saya dalam keadaan baik. Senang melihat ibu Park di sini. Silahkan duduk, saya akan menyuruh Sani untuk menyiapkan minuman untukmu."Assisten Liu segera memerintahkan Sani untuk menjamu Nyonya Park.


Rachel pun segera mengikuti langkah assisten Liu untuk keluar dari ruangan presdir.


"Tunggu...."Tiba-tiba langkah Rachel dihentikan oleh Nyonya Park. Rachel yang terkejut segera membalikan badannya.


"Iya Nyonya.. apa anda memanggil saya."


"Iyaa.. kamu?."


Rachel menghammpiri nyonya Park dengan berdiri dihadapannya.


"Saya assisten pribadinya tuan Sawn."Rachel memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Gadis yang cantik.. sepertinya aku pernah melihatmu, tapi dimana?."Nyonya Park sembari mengingat-ingat dan memegang dahinya.


"Sudahlah bu.. Dia assistenku, belum genap setahun bekerja denganku. Bagaimana kau bisa tahu."Sawn dengan gayanya yang khas.


"Maaf kalau tidak ada lagi saya permisi dulu."Rachel melangkahkan kakinya.


"Keluarga De Jong?"Tanya Nyonya Park lagi.


Langkah Rachel terhenti seketika tapi tidak digubrisnya perkataan Nyonya Park itu.


"Bagaimana ibu Park itu tahu dengan keluargaku... "Imbuhnya dalam hati.


-------------------------------------


"Sawn, kamu pasti tahu kedatangan ibumu kemari untuk apa?."


Sawn menganggukan kepalanya.


"Vivian kembali? Kalian berencana untuk berhubungan lagi."Selidik Nyonya Park.


"Kalau ibu mengizinkannya maka aku akan kembali padanya."


"Jangan harap kamu akan dapat restuku untuk berhubungan dengannya. Aku tahu Vivian dan kamu sudah lama mengenal dan kalian pernah berhubungan. Tapi aku tidak suka dengan sikapnya dan keluarganya hanya memanfaatkan keberadaan keluarga kita."


"Sudahlah bu.. aku tidak mau mendengarnya."


"Kau harus mendengarnya, aku tahu kau hanya mengulur-ulur waktu untuk menikah. Menikah dengan wanita pilihan ibumu ini."


"Bu, kau tahu anakmu ini tidak suka dipaksa atau di tekan. Aku bisa berontak untuk semua rencana ibu. Aku bisa melakukan apa yang aku mau. Bahkan menikahi Vivian sekalipun tanpa ibu tahu, aku bisa!"Sawn dengan penuh amarahnya.


"Praaannggg......"Nyonya Park melemparkan cangkir minumannya ke lantai.


"Apa salahnya kau mengikuti kemauan ibumu. Wanita yang ibu pilihkan untukmu dia yang terbaik hanya dia."


Sawn berdiri di samping jendela dan menatap keluar melihat gedung-gedung pencakar langit begitu megahnya.


"Kau akan menyesal karena tidak menuruti perkataan ibumu."Ujar Nyonya Park dengan bergegas pergi dari ruangan itu.


Sawn berpikir sejenak apa yang harus dia lakukan. Sementara hatinya hanya untuk seorang.. Bukan Vivian.. Tapi Rachel. Sawn tahu bahkan Rachel sekalipun tidak akan mengubah keputusan ibunya. Itu yang membuat Sawn tidak bisa bersama Rachel, Rachel akan sangat tersakiti olehnya. Jadi dia memutuskan untuk tak mendekati Rachel sedikitpun.


 

__ADS_1


*Bersambung*...


 


__ADS_2