
▪ Malam itu di Villa kediaman Sawn Arthur
Sawn mengajak Rachel menuju kamar di lantai atas. Kamar yang berdekatan dengan kamar pribadi Sawn.
"Ini kamarmu... Untuk sementara.."
"Untuk sementara?."
"Ya.. Sementara, nanti setelah kita menikah kamu akan tidur di kamar utama, kamarku.."Sahut Sawn...
"Kamuuu....."Rachel mencubit lengat Sawn.
"Baiklah aku akan membersihkan diri terlebih dahulu, setelah itu pergi tidur."
"Aku akan kembali ke kamar, kalau butuh sesuatu jangan sungkan untuk bilang."Sebelum beranjak pergi Sawn mengecup kening kekasihnya itu.
▪08.00 AM
Rachel menggeliatkan tubuhnya, melihat di balik gorden cahaya matahari sudah sangat terang. Pikirnya dia belum kesiangan untuk berangkat ke kantor. Segera dia turun dari ranjangnya sembari merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Keluar dari kamar, tidak terlihat ada seorangpun. Berjalan menuju kamar Sawn, Sawn pun tidak nampak berada di kamarnya.
Rachel menuruni tangga Villa itu, melihat kesekeliling hanya nampak dua orang assisten rumah tangga yang sedang bekerja membersihkan perabotan-perabotan. Ada bibi An sedang mempersiapkan makanan untuk Rachel.
"Bibi An... Sedang apa?."
"Eh nona muda, anda sudah bangun. Tadi tuan muda berpesan supaya nona dibuatkan makanan dan beberapa macam cemilan. Apa anda ingin dibuatkan yang lainnya?."
"Tidak bibi An, ini sudah terlalu banyak.. Bagaimana caraku untuk menghabiskannya."
"Ahaha.. nona ini bisa saja.. "Bibi An tertawa renyah sembari menyiapkan hidangan makanan di ruang makan.
"Bibi An, kenapa Sawn tidak membangunkanku untuk pergi ke kantor?."Rachel merasa keheranan.
"Tuan muda tadi melihat nona masih tidur nyenyak, jadi tuan muda tidak membangunkan nona."
"Oohh... Begitu.."
------------------------------------
"Tut.. tut.."Terhubung ke ponsel Sawn. Rachel sudah dua kali menghubunginya tapi tetap tidak ada jawaban. Baru panggilan ke empat Sawn menjawab ponselnya.
"Kamu sedang sibuk?."
"Maaf Rachel tadi sedang tanggung, ada hal mendesak. Kamu sudah bangun dari tadi?."
"Pantas saja aku menghubungimu berkali-kali tetap tak ada jawaban. Kenapa kamu tidak membangunkanku? Aku kan harus pergi bekerja."Rachel mulai kesal.
__ADS_1
"Sejak kapan wanitaku ini mulai cerewet."Sawn mencoba mengolok-olok Rachel.
"Ayolah Sawn,, kamu terus mengolokku.."Rachel terdengar makin kesal.
"Aku tidak tega untuk membangunkanmu, kamu terlihat sangat nyenyak. Lagian kamu tidak usah bekerja lagi, diam saja di rumah."
"Kamu memecatku?!."
Terdengar Sawn tertawa.
"Aku tidak memecatmu, masa istri presdir pergi bekerja."
Rachel dengan kesal menutup sambungan teleponnya.
"Dia tak balik menghubungiku."Gerutunya kesal.
"Jangan marah, kapanpun kamu boleh datang bekerja. Malam ini aku pulang sedikit terlambat. Ada rapat internal dan juga rekruitmen staff baru."Pesan yang dikirimkan Sawn padanya.
----------------------------------
Sore itu Rachel berjoging dengan mengelilingi sekitar Villa, menghabiskan waktunya yang sudah dirasa bosan. Sekitar 30 menit sudah dia berolahraga, keringat yang mengucur membasahi pelipis sampai lehernya. Baju yang dikenakannya pun sudah basah dengan keringat. Dia beristirahat sejenak, duduk di kursi yang menghadap ke jalan. Tampak pelataran halaman yang luas sekali, jarak dari gerbang masuk sampai pintu ke dalam rumah lumayan jauh. Rachel melihat seperti ada seseorang yang sedang memperhatikannya dari jauh. Penasaran melihatnya dengan jarak dekat, tapi sesosok misterius itu tidak terlihat lagi.
"Pak..." Rachel bertanya pada penjaga kebun di Villa itu.
"Apa di sekitar sini sering banyak orang berlalu lalang??."
"Di sekitar sini jarang ada yang berkegiatan nona, soalnya di sini adalah Villa pribadi tuan bukan jalanan yang sering di gunakan orang-orang yang lewat. " Tukas Pak Yu.
Rachel mulai curiga. Sawn pernah berpesan padanya untuk selalu waspada dengan sekelilingnya. Ada beberapa saingan bisnis yang mencoba untuk melakukan tindakan yang membahayakan Sawn. Apalagi publik sudah mengetahui tentang hubungan pertunangan mereka berdua, keselamatan Rachel pun sekarang di prioritaskan.
"Kenapa anda bertanya seperti itu nona?."
"Tadi saya lihat ada orang seperti mengendap-endap di luar gerbang masuk pak.. Tapi saya cari ke depan sudah tidak terlihat lagi."
"Nanti saya bilang pada security di depan untuk lebih berjaga-jaga lagi."
-----------------------------------
Sawn pulang satu jam terlambat dari biasanya.
"Aku dengar dari pak Yu kamu lihat ada orang di depan gerbang?."Sawn menanyai Rachel yang tengah menyiapkan makan malam untuk Sawn.
"Iya tadi aku lihat ada orang tapi menghilang pas aku cari ke depan. "
"Aku bakalan suruh orang tiap kali kamu keluar rumah ya..."
__ADS_1
"Risih Sawn kalau ada orang yang mengikuti terus."
"Tenang saja, mereka mengikuti dari jauh. Kamu tidak akan merasa diikuti."
"Baiklah kalau seperti itu,,"Rachel tetap sibuk menata meja makan dengan bibi An.
"Aku sudah menyiapkan makan malam buatmu.. Kamu makan ya.. Atau kamu sudah makan di luar?."
"Mana mungkin aku makan di luar, sementara kamu ada di rumah."Sawn seolah bersikap manis pada Rachel.
Sawn dan Rachel berbincang-bincang di taman belakang, bintang dan bulan terlihat menerangi malam itu membuat suasana lebih romantis.
"Besok aku akan ikut kamu pergi ke kantor..."Rachel bergelayut manja di pundak Sawn.
"Boleh.. selain assistenku kamu adalah calon istriku.. pasti pekerjaanmu akan bertambah."Sawn membelai rambut Rachel yang hitam panjang.
"Pekerjaan tambahan apa?."
"Memata-mataiku dan menguntitku."Sawn menyeringai melihat perubahan ekspresi wajah Rachel.
"Aku pasti bekerja dengan profesional tuan presdir,, mana mungkin aku menguntitmu."
"Apa kamu yakin tidak mau menguntitku?
Pekerjaanku memungkinkan untuk bertemu dengan wanita lain. Kamu tidak takut wanita-wanita itu akan menggodaku?."Sawn berseloroh dengan memanas-manasi hati Rachel.
"Lihat saja kalau kamu berani!."Rachel marah dan masuk menuju kamarnya.
-----------------------------------
▪Perusahaan Moon
"Liu, kamu tangani beberapa staff yang akan kita rekrut hari ini, bisa dengan Rachel kamu ajak dia."
"Oke.. nanti satu jam lagi mereka akan kita wawancara. Ini draft yang kau pinta, di sana terdapat laporan yang sedikit keliru. Itu pun kalau aku tidak salah."Assisten Liu memperlihatkan draft keuangan yang diminta oleh Sawn.
Beberapa staff baru akan di rekrut untuk memenuhi kebutuhan posisi yang kosong, ada 5 posisi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Terkait dengan beberapa staff yang di mutasi ke cabang perusahaan baru.
Assisten Liu dan Rachel telah selesai mewawancara ke 5 staff baru yang sudah lolos seleksi tahap sebelumnya. Yang lolos seleksi tahap sebelumnya, merekalah yang akan diterima untuk bekerja dan di tempatkan hari itu juga. Salah satu dari ke 5 staff baru itu adalah seorang wanita muda, berambut pendek sebahu dan memakai kaca mata, dia di tempatkan di bagian divisi perencanaan. Dari gerak geriknya terlihat berbeda dari yang lain, walaupun tidak terlihat mencurigakan. Matanya selalu mengawasi langkah Sawn dan rachel.
"Aku sudah masuk ke perusahaan Moon, kita akan susun rencana selanjutnya."Bunyi pesan pendek wanita itu pada seseorang.
*Bersambung*.....
__ADS_1