My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Rencana Menikah


__ADS_3

" Katakan padaku apa yang terjadi dua hari ini?."Rachel duduk di pinggir tempat tidur Sawn.


"Aku hanya pergi berjalan-jalan ke rumah kerabatku.."


Rachel menatap Sawn seakan tak percaya..


" Baiklah aku akan jujur.. Aku tak tahan dengan tatapan matamu.."


Rachel tersenyum menang.


"Ketika dalam perjalanan kembali pulang, mobilku dihadang beberapa gerombolan orang dengan cepat mereka melukaiku dengan senjata tajam.. dan ketika aku sadar aku sudah berada di kediaman grup Er.. Ternyata senjata yang mengenaiku mengandung racun yang tidak terlalu berbahaya.."


"Apa.. Kau terluka.. Dimana?."Rachel menarik tangan Sawn..


Wajahnya terlihat meringis sedikit..


" Apa tanganmu?."


Sawn mengangguk...


"Siapa yang berani melukaimu?."Rachel sangat terlihat khawatir.


"Aku belum tahu pasti.. "


Sangat sulit dipercaya tanpa perkiraan dan tanpa disangka ada kelompok yang berani untuk untuk melukai Sawn. Semua perkiraan Liu dan Red meleset tajam. Bukan grup G ataupun grup Dong, mereka takkan berani menyentuh Sawn secara terang-terangan.


" Bisa panggilkan Red kemari!!."


"Baiklah aku akan memanggilnya.."


Rachel keluar kamar dan memanggil Red untuk menemui Sawn.


"Iya Tuan.."

__ADS_1


"Kau tahu kelompok mana yang menyerangku?."


" Disinyalir kuat itu adalah jaringan mafia tuan.."


"Jaringan mafia?."


" Ya tuan.. Mafia yang dulu ada kaitannya dengan tuan Suman.. GFG."


"Bukankah mereka kelompok paling berbahaya yang aku tahu.."


" Benar tuan.. Tuan bukanlah sasaran utamanya.. Tapi ayah tuan sendiri."


" Jadi mereka ingin balas dendam dengan ayahku.."


" Baiklah Red.. Terus berkomunikasi denga Liu.. Jangan sampai lengah.."Tambah Sawn.


"Baik tuan...."


Sawn menatap langit-langit kamarnya cukup lama.. Sampai akhirnya terpejam.


Rachel membiarkan Sawn tetap tertidur ketika ia menengok ke dalam kamarnya.


Jam 7 PM


Nyonya Park datang ke kediaman Sawn dengan mimik wajah penuh ke khawatiran ingin segera bertemu dengan putra kesayangannya itu.


"Ibu.. " Rachel menuruni tangga menyambut kedatangan ibunya Sawn yang tiba-tiba.


" Oh.. Rachel.. Bagaimana keadaan putraku.."


Rachel mengerti ke khawatiran Nyonya Park sebagai ibunya Sawn.


"Bu.. tenanglah.. Sawn baik-baik saja.. Dia sedang tidur di kamarnya.. Mari bu.." Rachel kembali menaiki tamgga mengantarkan Nyonya Park menuju kamarnya Sawn.

__ADS_1


"Dia tidak apa-apa?." Nyonya Park berbisik dengan menatap wajah Sawn yang tenang.


"Tidak bu.. Hanya luka ringan saja. Mungkin Sawn lelah sampai tertidur seperti itu.."


" Baiklah aku akan membiarkannya tertidur.. Aku ingin berbicara denganmu.."


Nyonya Park duduk bersantai di depan kamar Sawn, lalu diikuti oleh Rachel.


"Aku hanya ingin memberikan saran saja.."Nyonya Park terlihat serius.


" Apa bu?."


"Kalian segeralah menikah.. Aku khawatir Sawn hanya akan terus mengurusi hal-hal yang membuat dirinya dalam bahaya. Mumpung kalian masih muda dan aku akan segera menggendong cucu.."


" Nyonya besar.. Ini minuman anda.."Bibi An menyuguhkan secangkir teh hijau panas untuk Nyonya Park.


" Terimakasih Bibi An.."


Lalu Sawn datang ke luar dari kamarnya.


"Sawn.. Apa aku membangunkanmu?."Tanya ibunya itu.


"Ya.. Suaramu sangat keras sampai aku terbangun.."Sawn duduk di dekat Rachel.


"Kalau tidak salah kalian sedang membicarakan soal pernikahan?." Tambah Sawn lagi.


"Iya.. Aku bilang barusan pada Rachel untuk kalian segera menikah.. Kau harus fokus pada keluargamu.."


Rachel menatap Sawn penuh arti.


" Kami akan segera menikah kalau itu kemauan ibu.."


《》《》《》《》《》《》《》《》《》《》

__ADS_1


__ADS_2