My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Mulai Jatuh Cinta 2


__ADS_3

Kau hanya perlu pendekatan untuk dimulainya suatu cinta


Karena cinta tidak se simple yang kita bayangkan


Butuh waktu untuk menghadirkannya


Dan butuh waktu pula untuk mengusirnya pergi


Rachel belum juga beranjak untuk istirahat. Sepertinya dia memikirkan kejadian tadi. Hanya berguling-guling di tempat tidur dan tak memenjamkan mata. Waktu sudah menunjukan jam 23.40, padahal sudah seharusnya dia bergegas istirahat, pagi hari dia harus cepat untuk bekerja.


"Kring.. kring..."Suara ponsel Rachel berbunyi.


"Sawn... kenapa dia tiba-tiba menelepon?."Tanya Rachel pada dirinya sendiri.


Menghirup nafas sejenak


"Iya Sawn... "Jawab Rachel


"Kau belum pergi tidur?."Tanya Rachel


"Belum aku tak bisa memejamkan mataku."


"Apakah karena Luccas tadi mengganggumu."


Rachel tak menjawabnya bahkan tak ingin menjawabnya.


"Baiklah kalau kau tak ingin memberitahuku.


Aku hanya ingin mengecek keadaanmu dan aku heran bagaiamana bisa apartement di kawasan distrik elite penjagaanya kurang aman. Aku sudah menegur penjaganya. Kalau sampai terjadi seperti itu lagi, sebaiknya kau memikirkan untuk mencari tempat tinggal baru."Seloroh Sawn panjang lebar.

__ADS_1


"Tenanglah tadi penjaganya sudah datang dan meminta maaf, lain kali hal ini tak akan terjadi lagi."


"Baikklah segeralah kau tidur besok pagi sudah harus pergi ke kantor. Kita akan mengadakan rapat direksi."Ucap Sawn.


"Baiklah selamat malam."Sambung Sawn lagi mengakhiri pembicaraan di telepon.


"Hampir lupa kalau besok ada rapat direksi, aku harus cepat tidur."Hati Rachel berbisik.


Tapi apa di nyana waktu cepat berlalu menunjukan jam 03.00 dini hari. Dia tetap tak bisa untuk memejamkan matanya dan banyak sekali pikiran yang berkecamuk di dadanya.


Pagi hari di perusahaan Moon


"Sudah jam 08.15, kenapa Rachel belum datang?." Tanya Sawn pada assisten Liu. Dia juga tampak heran karena tak biasanya Rachel datang terlambat.


"Aku akan mencoba menghubunginya."Assisten Liu menghubungi ponselnya Rachel.


"Tut.. tut..tut.."Tak ada jawaban dari ponselnya Rachel.


"Apa karena masalah tadi malam dia tidak bisa istirahat, malam hari belum juga tidur atau sesuatu terjadi padanya lagi.. aarrghh lebih baik aku melihatnya sekarang."Batin Sawn berkecamuk.


"Liu kau aturlah rapat direksi untuk hari ini, bilang pada mereka aku akan datang terlambat."Sawn memerintahkan tugas seraya beranjak dari tempat duduknya. Dia pergi menuju tempat Rachel.


Assisten Liu mulai menjalankan tugas yang diberikan oleh Sawn. Pergi melihat suasana kerja di tempat para karyawan. Sani sekretaris presdir datang menghampiri assisten Liu karena Sawn menyuruh Sani untuk membantunya.


"Tuan Liu apa sesuatu terjadi?."Tanya Sekretaris Sani.


"Ya hari ini Rachel berhalangan hadir, kau bantu aku untuk mempersiapkan rapat direksi sekarang."Timpal assisten Liu.


"Sekretaris Sani, apa kau tahu bahwa karyawan di sini sering bergosip tentang presdir."Tanya assisten Liu. Sani merupakan Sekretaris pribadi Presdir, dia sudah bekerja kurang lebih 10 tahun dan merupakan orang kepercayaan presdir.

__ADS_1


Sani tersenyum mendengar pertanyaan assisten Liu.


"Hampir semua perempuan di sini membicarakan presdir kita dan Rachel, tentu saja aku juga ikut memarahi kalau ada yang berani bergosip di depanku."Jawab Sani.


"Tapi selama aku bekerja di sini baru kali ini ada kejadian presdir Sawn dekat dengan karyawannya sendiri. "Sambung Sani lagi.


Assisten Liu melirik Sani dengan tatapan tajam dan bibir sedikit menyungging. Sani bertingkah salah.


"Astaga kenapa aku ikutan bergosip.... sudahlah aku akan pergi ke ruangan rapat sekarang." Sani langsung berlari kecil karena takut assisten Liu menggubrisnya.


Sawn tiba di depan pintu apartement Rachel. Mengetuknya berulang kali tapi Rachel tidak membuka pintunya. Mencoba menelepon ponselnya tapi tidak ada jawaban sama sekali. Sawn mulai khawatir pada Rachel. Apa yang harus dia lakukan, pintu masuknya memakai pasword. Dia memanggil penjaga apartementnya dan menyuruhnya untuk memanggil orang yang bisa membuka pintunya.


Hampir setengah jam lewat sampai akhirnya pintu bisa dibuka. Sawn langsung masuk ke dalam apartement Rachel, mencari Rachel ke kamarnya dan menemukannya terbaring di tempat tidur.


"Rachel.. Rachel.. " Sawn memegang bahu Rachel lalu meraba dahinya.


"Astaga badannya panas sekali"Sawn bicara sendiri. Dia mencari P3K di kamarnya dan di ruangan lain tapi nihil tak menemukannya.


"Sial gadis ini benar-benar ceroboh harusnya dia mempersiapkan segalanya kalau tinggal sendirian."Gerutu Sawn lagi. Sawn diam sejenak dan menghubungi assisten Liu.


"Liu kau pimpin rapatnya, aku tidak datang. Rachel demam tinggi dan aku akan membawanya ke Rumah Sakit."Sawn memerintahkannya pada assisten Liu.


"Baiklah selesai rapat aku akan datang menyusulmu"Jawab assisten Liu menutup pembicaraan.


Sawn mencari pakaian hangat di lemari untuk menutupi tubuh Rachel karena dia hanya memakai pajamas tanpa lengan. Setelah selesai memakaikannya dia mengangkat tubuh Rachel ke parkiran apartement untuk di bawanya ke Rumah Sakit terdekat. Selama di perjalanan Sawn menatap penuh wajah Rachel dan sesekali mengusapnya, Sawn membaringkan tubuh Rachel dengan posisi kepalanya di pangkuan Sawn.


"Kau harus tinggal sendirian dan kau pun tidak bisa merawat dirimu sendiri."Ucap Sawn bicara pada Rachel.


 

__ADS_1


*Bersambung*....


 


__ADS_2