
"Nona Rachel ikutlah dengan kami untuk pergi makan, nanti sekalian kami akan mengantarmu pulang."Pinta assisten Liu
"Maaf tuan Liu, bukannya menolak tapi aku sudah janji pada Suri untuk cepat pulang. Kasihan dia sendirian di Rumah."Tolak Rachel.
Bahkan dirinya sangat ingin untuk pergi bersama dengan Sawn. Sawn bahkan lupa kalau Suri sepupunya masih ada di apartement Rachel. Sawn tak menggubrisnya, bahkan dia pergi tanpa kata meninggalkan Rachel. Assisten Liu yang serba salah dengan keanehan yang terjadi pada Sawn merasa tak enak hati dan pamit undur diri.
Rachel tersenyum getir, dia merasakan perasaan yang teramat sangat kecewa dengan perubahan sikap Sawn. Melangkah dengan langkah yang gontay, melambaikan tangannya memanggil taxy. Sesampainya di depan pintu apartementnya, Rachel mendapat panggilan dari Suri.
"Kak, apa kakak sepupuku dan dirimu bertengkar?."Tanya Suri.
Rachel mengernyitkan dahinya.
"Suri apa kamu di dalam? Aku sudah sampai di depan."
"Kak, maafkan aku. Tadi aku menyuruhmu untuk cepat pulang. Tapi mendadak kak Sawn menelepon dan menyuruhku untuk pulang. Makanya aku tanya apa kalian bertengkar."Suri seperti kebingungan mencari sebuah jawaban.
Rachel menelan ludah, bahkan Suri pun di suruhnya untuk pulang kembali.
"Tidak, kami tidak bertengkar. Mungkin kakakmu hanya takut kamu kecapean karena dari mulai aku di rumah sakit sampai aku sembuh kamu yang merawatku Suri."Rachel mencoba menyembunyikan semua praduganya.
__ADS_1
"Padahal aku tidak kenapa-napa, dan masih ingin di sana. Tapi kapan-kapan bolehkan aku menginap lagi, please.."Pintanya seperti bocah minta permen.
"Tentu saja tak ada yang melarangmu. Ya sudah aku mau masuk dulu. Kamu istirahat saja ya. See You.."Rachel mengakhiri panggilannya. Terdiam sejenak dan melangkah masuk.
Menghempaskan dirinya ke ranjang dan terlentang dengan menutup mata, seolah ingin melepaskan semua beban di jiwa yang berat. Sampai dia pun tertidur tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.
Sementara di kediaman Sawn, di sebuah villa megah dengan semua fasilitas yang mewah. Dia hanya tinggal sendiri, sudah sejak lama hidup terpisah dengan keluarga besarnya. Sesekali hanya mampir untuk sekedar melihat keadaan kedua orang tuanya. Hanya dirinya dan para pelayan yang tinggal di villa itu. Terkadang assisten Liu berkunjung untuk membicarakan bisnis, mengobrol bahkan menginap.
Sawn pergi ke ruang belajar, berderet semua buku-buku yang tersusun dengan rapi. Layaknya seperti perpustakaan mini. Dia memikirkan Rachel merasa bersalah karena menjaga jaraknya.
"Aku hanya tak ingin dia tahu , kalau aku menyukainya. Tak ingin dia kecewa lagi. karena aku tak bisa untuk seserius itu."Batin Sawn bergejolak.
"Apa kau baik-baik saja?."Assisten Liu mencoba mengulik apa yang terjadi dengannya.
"Ya aku baik-baik saja."
"Aku hanya lelah. "Jawab Sawn seperti tak ingin memperpanjang pembicaraan. Assisten Liu yang menangkap rona wajah Sawn memutuskan untuk pulang ke rumahnya.
Tinggalah Sawn sendiri dengan semua kebimbangan di hatinya.
__ADS_1
-------------------------------------
Hari berganti, minggu bahkan bulan.
Rachel sepertinya sudah menata hatinya untuk Sawn, dia hanya memperlakukan Sawn tidak lebih sebagai bos nya di kantor. Tapi sesuatu terjadi.. Sawn justru semakin tidak bisa untuk menghilangkan perasaannya pada Rachel. Rasa suka bahkan cinta yang tersembunyi di hati. Tak kuasa untuk menahan. Malah hampir memberontak.
Beberapa minggu belakangan ini Sawn cukup di sibukan dengan pekerjaannya yang padat, pertemuan, tanda tangan kontrak bahkan jamuan dari rekan bisnis dengan menghadiahinya wanita untuk menemaninya. Sawn yang sudah banyak pengalaman akan dunia seperti itu tahu bagaimana menolak tanpa menyinggung perasaan rekan bisnisnya.
Rachel yang terkadang ikut dengan dirinya dan assisten Liu harus menyaksikan sendiri ada beberapa wanita yang disodorkan pada Sawn. Hati Rachel seperti membeku, keras seperti karang.
Sawn sungguh tak bisa menyembunyikan rasanya pada wanita yang dia sukai itu, wanita yang sekarang bersikap acuh tak acuh padanya.
"Apa dia sudah tak menyukaiku lagi?." Batin Sawn seperti luka yang ditaburi garam, perih.
*Bersambung*.....
__ADS_1