My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Keluar Paksa


__ADS_3

**Mau gak sih kalian ngasih poinya buat vote aku..


Kalau ada yang mau ngasih aku doaian kalian rezekinya tambah banyak ya.. Aamiin 😚**


-----


" Sawn bilang apa barusan?."


Rachel tersenyum getir..


" Dia membicarakan perceraian.."


" Baguslah.."


" Kenapa bagus?." Rachel mengikuti langkah Axcel menuju ruang belakang.


" Itu tandanya Sawn sudah bereaksi dan kamu tenang saja masalahmu sebentar lagi akan selesai.."


" Apa itu benar?." Rachel menatap Axcel penuh arti, ia takut perpisahan akan terjadi dalam rumah tangganya.


" Yakin.. Dan yakinkan hatimu!."


" Rachel.. Seandainya Sawn tidak pernah ada dihidupmu pasti aku akan mengejarmu.."


" Sekalipun aku sudah berumah tangga?."


" Iya.."


" Hehe.. Kamu manis sekali Axcel, kamu sangat baik sekali. Aku yakin kalau pun aku belum menikah dan tidak bertemu dengan Sawn, aku pasti sudah menjadi milikmu.."


" Sudahlah Rachel.. Kamu membuat hatiku melambung tinggi. Seandainya Sawn tidak peduli padamu, aku yang akan mempedulikanmu."


" Oh ya.. aku akan mengunjungi ibuku dulu di Rumah sakit, kalau perlu apa-apa kamu tinggal bilang padaku!."


" Oke.."


-----

__ADS_1


Sawn masih berdiam seorang diri diruangannya masih dengan kondisi yang sama, ruangan berantakan dengan pecahan beling dimana-mana.


" Benar kata Liu aku harus menuntaskan masalah ini satu-satu, aku akan memulainya pada Jenny."


" Kamu memanggilku Sawn?."


" Iya.. bagaimana hasilnya? Apa Jenny benar hamil?."


Assisten Liu membuang nafasnya lalu duduk di dekat Sawn..


" Jenny memang hamil.. Dia sudah diperiksa oleh dokter Fey yang menangani Rachel."


" Lalu siapa yang mengahamilinya?."


" Sawn.. Apa kamu tidak?." Tanya Assisten Liu penuh selidik..


" Gila.. Mana mungkin aku yang menghamilinya!."


" Oke.. Aku akan membereskannya hari ini juga.. Tolong siapkan mobil."


" Oke Sawn.. dilaksanakan."


Baru saja akan menaikan kakinya ke lantai atas, Sawn mendengar ribut-ribut kecil. Ia mencari dari arah mana asal suara ribut itu, setelah didengarkan lebih jelas Sawn menemukan Bibi Marry dan Jenny sedang bertengkar memperdebatkan suatu hal. Semakin dekat dengan arah kamar yang ditempati Jenny, Sawn mendengar namanya disebut-sebut. Ia penasaran dan mencuri dengar dibalik pintu.


Sawn mendengar dengan sangat jelas lagi dan tidak salah bahwa bukan ia yang menghamili Jenny.


" Aku tidak setuju bu kalau harus menggugurkan janin ini!."


" Jenny, kamu harus ingat Sawn sangat jeli. Kalau dia sampai tahu bahwa janin itu bukan miliknya maka habislah kita. Maksud ibu setelah kamu berhasil menikah dengannya kamu segera gugurkan dan buat insiden seolah kamu kecelakaan dan kehilangan janinmu."


Sawn tidak habis pikir dengan apa yang didengarnya, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa saat itu ia begitu murka mendengar kenyataan yang sesungguhnya. Dari awal ia memang tidak percaya sedikitpun, karena merasa tidak pernah menyentuh Jenny. Kalaupun ia tidak sadar dan melakukannya itu adalah hal yang mustahil. Melakukan dengan perempuan bayaran sekalipun ia lakukan dengan sangat sadar dan mana mungkin kali ini ia sampai cereboh.


Sawn membuka pintu perlahan.. Roma wajah Bibi Marry dan Jenny berubah seketika. Kenapa tiba-tiba lelaki itu sudah berada di rumah tanpa sepengetahuan mereka.


" Sawn.. kamu kembali lagi? Apa ada sesuatu yang penting?." Suara Jenny terdengar sangat gugup, tangannya berkeringat dingin.


" Iya ada urusan penting untuk memastikan bahwa kalian berdua secepatnya meninggalkan rumah ini!."

__ADS_1


" Apa maksudmu nak?!." Bibi Marry ikut menimpali.


" Sudahlah Bibi Marry, aku sudah mendengar pembicaraan kalian berdua. Kalian sudah berani menjebakku, kalau saja kalian tidak mengaganggu kehidupanku aku pastikan kalian akan aman tinggal disini bahkan apapun yang kalian minta akan aku berikan. Tapi ternyata kalian sungguh hina memanfaatkan kebaikanku untuk kepentingan busuk kalian."


" Aku berikan waktu 10 menit untuk segera mengemasi barang kalian! Kalau tidak security di bawah akan memaksa kalian untuk keluar dari rumah ini."


Tanpa ampun lagi dan tanpa ada alasan apapun lagi Sawn pergi dari hadapan kedua orang yang membuatnya muak..


Satu masalah terpecahkan...


-----


Wajahnya sedikit ceria lantas Sawn menghubungi Assisten Liu untuk langkah selanjutnya.


" Ada apa Sawn?."


" Liu kamu bilang tadi dokter siapa yang sama menangani Rachel?."


" Dokter Fey.. Memangnya kenapa?."


" Aku jadi teringat berarti dokter itu menangani Rachel dari awal. Setidaknya aku bisa menemukan jawaban dari rasa bingungku ini."


" Syukurlah Sawn akhirnya kau kembali cerdas, sifat bodohmu tersingkirkan juga hahaha.."


Assisten Liu terdengar mengolok dari seberang telepon membuat Sawn berdecak kesal..


" Aku serius Liu...!!."


" Baiklah.. Temui aku di Rumah Sakit Teddy, dia akan memberikan jawaban pastinya. Aku akan berangkat sekarang juga!."


Sawn memutar arah membelokan mobilnya menuju Rumah Sakit tempat Rachel sering memeriksakan kandungannya..


Akankah Sawn menemukan jawabannya dan memperbaiki rumah tangganya kembali?


-----


**Haii ganks berikan cinta kalian dengan cara menambahkan komen, like dan votenya ya..

__ADS_1


Thanks.. 💕💕💕**


__ADS_2