
Rachel bolak balik kesana kemari, wajahnya seperti mencemaskan sesuatu. Bagaimana tidak Sawn belum pulang sekembalinya dari luar negeri. Terakhir kali komunikasi dengan Sawn ketika dia sudah dalam perjalanan pulang ke kediamannya.
"Tenanglah nona, tidak akan ada yang berani menyelakai tuan Sawn." Red mencoba menenangkan Rachel.
"Bagaimana aku bisa tenang Red, Sawn bilang akan kembali dalam dua hari, nyatanya ini hari ketiga.. Sawn belum juga kembali."
"Tuan Liu sedang menurunkan orang-orangnya untuk mencari tuan Sawn. Kalaupun sesuatu terjadi pada tuan, tuan tidak akan terluka."
" Kenapa kau begitu yakin?."
" Saya cukup mengenal tuan. Tidak akan ada yang berani menyentuh tuan Sawn termasuk presdir G sendiri."
" Jaringan ayahnya tuan Sawn cukup luas.. "Red menambahkan.
"Maksudmu?."
" Ayahnya Sawn.. Suman Arthur?."
Red mengangguk..
"Apa ayahnya Sawn juga menggeluti bidang yang sama dengan presdir G.. Aku hanya mendengar sekilas dari Sawn."
"Tepatnya pernah nona.. Makanya tidak akan ada yang berani untuk menyakiti Tuan Sawn.. Tuan Suman tidak akan tinggal diam."
"Chel.. Tuan Liu sudah datang."Agnes menyela pembicaraan Rachel dan Red.
Buru-buru Rachel menemui assisten Liu yang sedang menuju ke dalam.
__ADS_1
"Tuan Liu... Bagaiamana Sawn?."
Assisten Liu sudah menebak kalau Rachel akan sangat begitu mencemaskan Sawn.
"Tenanglah.. Sawn baik-baik saja.."
" Lalu dimana dia sekarang?."
" Di sebuah tempat.. Aku juga tidak tahu. Signalnya tidak bisa dilacak. Tempat itu seperti di lindungi, orang yang datang kesana akan kehilangan signal seketika."
Rachel mengerutkan keningnya.. Wajahnya ditekuk, matanya mulai menggenang.
"Sudahlah.. Sawn akan baik-baik saja.. Ayo duduklah dulu, sudah lama kau terus-terusan berdiri " Agnes memapah Rachel untuk duduk di sofa.
Sementara assisten Liu dan Red sedang berbincang secara pribadi.
" Saya mengenal tempat itu tuan Liu.."
"Benar.. Itu tempatnya tidak jauh.. diluar kota."
" Maksudmu.. Buat suatu negara atau tempat khusus?."
"Bukan tuan.. Itu adalah tempat rahasianya grup Er.. "
"Ya tuan.. Grup Er merupakan rekan bisnis dari tuan Suman. Jadi kita tidak perlu khawatir."
"Tapi yang jadi pertanyaan kenapa tuan Sawn bisa berada di tempat grup Er.. Pasti sesuatu terjadi pada tuan Sawn sebelumnya.." Red menambahkan.
__ADS_1
" Aku juga belum mengerti, ini kali pertama dalam hidup Sawn. Baiklah Red, aku akan coba untuk menghubungi grup Er.. "
----------------------------------
Keesokan Harinya
▪ Kediaman Grup Er
" Terimakasih Tuan Er sudah menolong saya.." Sawn tengah berbincang hangat dengan presdir grup Er selepas makan siang.
"Jangan sungkan Sawn.. Kau sudah aku anggap seperti putraku sendiri, kau adalah putra Suman.. Suman banyak membantuku, sudah sepantasnya aku membalas budi baiknya.
Sawn mengambil cangkir teh dan meminumnya.. Kemudian meletakannya lagi.
"Tuan Er saya akan kembali siang ini.."
"Apa lukamu sudah terasa baikan?."
" Sudah lumayan... Saya akan mengobatinya lagi nanti.. "
" Sepertinya kau khawatir akan seseorang?." Selidik tuan Er.
" Ya.. Saya khawatir pada calon istri saya.. "
"Hahahaha... Anak muda.. Wanita memang seperti itu.. Dia akan sangat khawatir, karena tempat ini tidak ada akses sedikitpun untuk berkomunikasi."
" Baiklah tuan Er.. kalau begitu saya mohon pamit. Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan anda." Sawn berjabat tangan dengan tuan Er, kemudian di antar pulang dengan pengawalan pribadi dari tuan Er.
__ADS_1
Mengetahui Sawn sudah kembali pulang Rachel girang bukan main.. Rachel memeluk Sawn dengan erat seperti enggan untuk melepasnya.
" Kau membuatku sulit bernafas.."Sawn meledek Rachel yang sudah dua hari terakhir mencemaskannya.