My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Bibi Marry


__ADS_3

2 Tahun Kemudian...


"Apa aku bisa masuk kedalam keluarga Moon sekarang bu?."


"Ini sudah waktunya, kamu bisa membuat Sally jadi andalanmu untuk merebut Sawn, sementara aku akan berpura-pura membantu di rumah keluarganya."


" Baiklah ibu, kita akan memerankan peran yang bagus.. Ibu.. Aku menyayangimu.. Aku sudah lama menanti ini.. "


" Rebutlah Sawn.. dan jadilah nyonya di keluarga itu... Ibu akan pergi sekarang ke Villa nya.. "


-----------------------------------


" Aku sudah lama memimpikan untuk tinggal di sini.. Rencanaku akan segera terwujud.. Nyonya Park, aku akan segera menjadi besanmu.."


" Nyonya.. Maaf apa anda mencari Tuan Sawn?." Bibi An berdiri di belakang seorang perempuan yang baru pertama kali ia lihat.


" Ah.. Benar.. Aku ingin bertemu Sawn, apakah dia ada di dalam?."


Perempuan itu berbalik kemudian mendekati Bibi An yang masih berdiri memandanginya.


" Tuan ada di dalam bersama istrinya.. Saya akan memanggilkannya untuk anda."


Bibi An segera masuk untuk memanggil Sawn, memberitahunya tentang keberadaan seorang perempuan asing di halaman kediamannya.


" Sawn...." Perempuan itu segera menghampiri Sawn dan memegang kedua lengan Sawn..

__ADS_1


" Bibi Marry... Apakah ini Bibi Marry?." Seolah tak percaya dengan perempuan yang sedang dilihatnya.


" Iya aku bibi mu Sawn.. Apa kabarmu?."


"Aku baik-baik saja... mari kita masuk kedalam. Akan kuperkenalkan dengan istriku."


Mereka berdua melangkahkan kaki kedalam, perempuan itu melihat ke sekeliling villa, hatinya tidak berhenti untuk berdecak kagum.. Villa yang sangat mewah.. ckck.


" Bibi.. Ini istriku Rachel.."


Rachel mengulurkan tangannya dengan segera, ia sangat menghormati siapapun bagian dari keluarga suaminya.


"Oh sayang.. Aku senang bertemu denganmu. Kalian sudah punya anak berapa?."


Rachel menatap ke arah suaminya, ada selimut rasa ketidaknyamanan saat perempuan itu bertanya tentang masalah anak.


" Oh.. Aku akan menyuruh Bibi An untuk membuatkan minuman buat Bibi.. Aku akan kembali segera.."


Perempuan itu melihat kepergian Rachel ke belakang, ia berakting seolah merasa bersalah telah mengatakan hal yang menyinggung perasaan Rachel.


" Oh Sawn.. Maafkan Bibi, Bibi tidak tahu kalau kalian-.."


" Tidak apa-apa bi.. Ini sudah biasa. Kami sudah terbiasa.. Bibi akan tinggal dimana selama di kota ini?."


" Bibi belum tahu.. Mungkin akan tinggal di hotel."

__ADS_1


" Di hotel? Jangan bibi tinggalah di sini. Kami akan sangat senang sekali. Ibu juga pasti tidak akan keberatan."


"Aku akan merepotkan kalian..."


" Tidak apa-apa bibi. Bibi tidak akan merepotkan. Ibu juga jarang kemari hanya sesekali.. Kamar kosong masih banyak. Bibi jangan sungkan." Rachel menimpali pembicaraan keduanya saat ia kembali dari belakang.


" Terimakasih.. kalian sangat menyambut kedatanganku.. "


------------------------------------


" Aku harap kamu tidak keberatan dengan kedatangan bibi kemari..."


" Aku sama sekali tidak keberatan, bibi adalah keluargamu dan pastinya jadi keluargaku juga."


" Sebenarnya keluarga jauh dari ibuku, aku jarang sekali bertemu dengannya.. hampir tak pernah.. Orangnya ceplas ceplos, aku tidak mau kalau nanti kamu salah paham."


Rachel menyenderkan kepalanya di dada Sawn.. Memutar-mutar jarinya disana..


" Aku tidak akan salah paham.. Yang aku khawatirkan adalah perasaanmu Sawn.."


Air mata Rachel mulai menggenang di pelupuk matanya..


" Perasaanku kenapa?."


" Ketika ada yang menanyakan masalah anak aku takut akan mengganggu pikiranmu."

__ADS_1


"Heii jangan menangis.. Aku tahu kamu tidak nyaman tapi percayalah pikiranku tidak akan terpengaruh sedikitpun.. "


Rachel tak kuasa menahan air matanya untuk tidak keluar. Ia menelungkupkan wajahnya di pelukan suaminya, hal itu bisa menenangkan persaannya yang gusar.


__ADS_2