My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Makan Malam Romantis


__ADS_3

Katakanlah kalau hari ini semua kisah sedih di masa lalu akan tergantikan dengan kebahagiaan yang tidak pernah terputus.


Begitulah harapan Rachel kini menyongsong hari bahagia untuk masa depannya. Berusaha bangkit dan tersenyum kembali. Tidak sia-sia Sawn membujuknya untuk bercerita pada seorang psikiater, bukan karena Sawn tidak mampu membuat Rachel kembali bahagia tapi pilihan psikiater bukanlah ide buruk. Kebanyakan semua orang berpikir bahwa mendatangi psikiater berarti bermasalah dengan jiwanya. Tidak!


Sawn mempunyai kenalan seorang psikiater hebat, wanita muda dan bertalenta. Jadi ia tidak ragu lagi mengenalkan Rachel padanya.


Grace, nama dari psikiater itu mampu mengaduk emosi dalam diri Rachel. Semua perasaan dalam dirinya ia keluarkan, semua kejadian di masa lalu sampai detik ini pun ia ceritakan tanpa dikurangi sedikitpun. Emosi yang berujung air mata berhasil membuat hatinya tenang seketika. Rachel yang seorang introvert bisa melepaskan semua hal yang berkecamuk di dadanya.


Perkataan Grace lembut tapi pedas menggiring Rachel agar menjadi sosok kuat dan tidak mudah putus asa. Menurutnya Rachel cantik, suami tampan dan kaya raya dan masalah adanya anak itu adalah bonus indah dari Tuhan.


Jangan mengerucutkan pikiran hanya terfokus pada satu hal saja karena kebahagiaan tidak selalu datang dari dalam diri kita sendiri. Tapi bisa dari orang lain yang membuat kita merasa bahagia dan dibutuhkan.


" Misalkan kita bisa bahagia membantu orang lain bahagia. Anak tidak harus dari darah daging sendiri jika pikiran kita terbuka sampai ke sana. Kamu bisa mengadopsi bayi jika kamu mau. " Grace menyarankan hal yang tidak pernah terpikirkan sama sekali dipikirannya.

__ADS_1


" Tapi itu tidak wajib, Kamu sehat dan suamimu juga. Saran itu apabila kalian memang tidak bisa memiliki anak." Imbuhnya kemudian.


" Aku hanya ingin memberikan anak dari darah dagingku sendiri, apakah itu salah?." Ucap Rachel tak mampu membendung perasaannya.


" Itu tidaklah salah, saya pun sependapat denganmu. Tapi open your mind ! Mulai sekarang bisakah kita membahagiakan orang lain, orang di sekitar kita, suamimu misalnya. Kebahagiaan itu tidak melulu soal anak. Saya pernah bicara dengan Sawn dua hari yang lalu, kini dia berpikir bagaimana cara membahagiakanmu tanpa harus menuntut anak. Artinya pikirannya sudah mulai terbuka, karena sebenarnya bukan masalah anak yang utama tapi kamu hanya takut kehilangan suamimu."


Semua perkataan Grace benar adanya dan tidaklah salah. Rachel berusaha berdamai dengan keadaan dan mencoba menerapkan saran-saran Grace padanya.


-----


Sawn menyambut kedatangan istrinya saat baru kembali bertemu dengan Grace sore tadi, memggiring istrinya masuk ke dalam kamar mereka. Menyerahkan satu buah kotak besar berisi gaun malam cantik berwarna putih.


Sawn menyuruh Rachel untuk mengenakannya saat ini juga, walaupun bukan makan malam romantis layaknya di restauran mewah tapi tampilan di taman malam ini tidak kalah romantisnya.

__ADS_1


Gaun putih tanpa lengan yang terbuka bagian atasnya tampak sangat cantik dikenakan Rachel malam ini. Sawn berdecak kagum dengan kecantikan istrinya seolah tidak pernah habis.


Rachel kesulitan saat akan menutup resleting di dibagian belakang gaunnya, sampai harus dibantu oleh Sawn.


" Kamu cantik." Bisik Sawn telinga Rachel dan membuat Rachel tersenyum.


" Aku sudah selesai tuan Arthur apa kamu tidak akan mengajakku makan di tempat yang sudah disediakan itu?." Goda Rachel menyunggingkan senyumannya.


" Tentu saja nyonya Arthur, mari..!." Timpal Sawn menggandeng tangan istrinya sangat mesra.


Makan malam romantis ide cemerlang dari Liu membuat Sawn langsung mempersiapkan segala sesuatunya hanya untuk membuat Rachel kembali seperti dahulu.


-----

__ADS_1


Maaf kalau up nya tidak konsisten setiap hari tapi mudah-mudahan kedepannya diusahakan up lagi setiap hari, pokoknya menyesuaikan dengan kesibukan.


Yukk... langsung komen, like dan votenya 🙏


__ADS_2